STUDI MANAJEMEN PRODUKSI DAN SISTEM PEMASARAN PRODUSEN BOLANG-BALING DI KOTA SEMARANG

Pratomo, FX.Adi (2005) STUDI MANAJEMEN PRODUKSI DAN SISTEM PEMASARAN PRODUSEN BOLANG-BALING DI KOTA SEMARANG. Other thesis, UNIKA SOEGIJAPRANATA.

[img]
Preview
Text (COVER)
00.70.0022 FX. Adi Pratomo COVER.pdf

Download (134kB) | Preview
[img] Text (BAB I)
00.70.0022 FX. Adi Pratomo BAB I.pdf
Restricted to Registered users only

Download (99kB)
[img] Text (BAB II)
00.70.0022 FX. Adi Pratomo BAB II.pdf
Restricted to Registered users only

Download (103kB)
[img] Text (BAB III)
00.70.0022 FX. Adi Pratomo BAB III.pdf
Restricted to Registered users only

Download (3MB)
[img] Text (BAB IV)
00.70.0022 FX. Adi Pratomo BAB IV.pdf
Restricted to Registered users only

Download (104kB)
[img] Text (BAB V)
00.70.0022 FX. Adi Pratomo BAB V.pdf
Restricted to Registered users only

Download (65kB)
[img]
Preview
Text (DAFTAR PUSTAKA)
00.70.0022 FX. Adi Pratomo DAFTAR PUSTAKA.pdf

Download (79kB) | Preview
[img]
Preview
Text (LAMPIRAN)
00.70.0022 FX. Adi Pratomo LAMPIRAN.pdf

Download (219kB) | Preview

Abstract

Semarang. Bolang-baling memperkaya produk pangan tradisional khususnya di kota Semarang dan di Indonesia pada umumnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui manajemen produksi, sistem pemasaran bolang-baling, interaksi antara manajemen produksi dan sistem pemasaran, dan mengetahui penilaian responden terhadap kualitas bolang-baling melalui uji sensoris. Responden penelitian ini berjumlah 16 produsen, yang mewakili 5 kelompok produsen bolang-baling di kota Semarang, yaitu Kelompok Mandiri Besar, Surabaya, Pekalongan, Karangpanas dan Mandiri Kecil. Data diperoleh dengan pengisian kuesioner. Dari hasil survei diketahui sebanyak 43,75% responden mulai berprofesi sebagai produsen bolang-baling sejak 1-5 tahun yang lalu, 37,5% lebih dari 10 tahun dan 18,75% kurang dari 1 tahun. Alasan responden mulai menekuni usaha produksi bolang-baling karena menguntungkan. Pada umumnya responden mengetahui cara membuat bolang-baling dari teman (81,25%) dan sebanyak 18,75% dari orang tua. Produsen umumnya memasarkan produknya sendiri dengan memilih lokasi dipinggir jalan yang banyak dilalui orang (81,25%), disamping berkeliling ke pemukiman penduduk dan pasar. Dalam menghadapi persaingan produsen selalu berusaha untuk meningkatkan mutu produknya. Produsen dalam menentukan jumlah bolang-baling yang akan diproduksi setiap hari berdasarkan masa ramai atau masa sepi. Waktu terjadinya masa ramai pada musim penghujan dan masa sepi pada musim kemarau. Adanya pedoman ini dapat menghindarkan produsen dari kerugian akibat kelebihan produksi yang tidak laku dijual. Pengujian terhadap mutu produk meliputi rasa, aroma, tekstur dan warna dilakukan oleh 100 responden. Sekalipun ditemukan variasi pada ke-4 parameter mutu diantara ke-5 kelompok produsen dan karakteristik mutu tersebut merupakan spesifikasi dari produk yang dihasilkan oleh masing-masing kelompok produsen namun konsumen tidak memperdulikan perbedaan-perbedaan tersebut.

Item Type: Thesis (Other)
Subjects: 600 Technology (Applied sciences) > 660 Chemical engineering > 664 Food technology
600 Technology (Applied sciences) > 660 Chemical engineering > Food Technology
Divisions: Faculty of Agricultural Technology > Department of Food Technology
Depositing User: Mr Ign. Setya Dwiana
Date Deposited: 02 Feb 2017 01:32
Last Modified: 02 Feb 2017 01:32
URI: http://repository.unika.ac.id/id/eprint/12190

Actions (login required)

View Item View Item