HUBUNGAN ANTARA PENGETAHUAN TENTANG GIZI TERHADAP SIKAP DAN PERILAKU KONSUMSI SAYUR DAN BUAH DI MASA PANDEMI COVID-19 PADA MASYARAKAT USIA 46-55 TAHUN

ASTARINI, NAFIKA DEWI (2021) HUBUNGAN ANTARA PENGETAHUAN TENTANG GIZI TERHADAP SIKAP DAN PERILAKU KONSUMSI SAYUR DAN BUAH DI MASA PANDEMI COVID-19 PADA MASYARAKAT USIA 46-55 TAHUN. Other thesis, Universitas Katholik Soegijapranata Semarang.

[img] Text
17.I1.0006-NAFIKA DEWI ASTARINI-COVER_a.pdf

Download (1MB)
[img] Text
17.I1.0006-NAFIKA DEWI ASTARINI-BAB I_a.pdf

Download (589kB)
[img] Text
17.I1.0006-NAFIKA DEWI ASTARINI-BAB II_a.pdf
Restricted to Registered users only

Download (625kB)
[img] Text
17.I1.0006-NAFIKA DEWI ASTARINI-BAB III_a.pdf

Download (536kB)
[img] Text
17.I1.0006-NAFIKA DEWI ASTARINI-BAB IV_a.pdf

Download (445kB)
[img] Text
17.I1.0006-NAFIKA DEWI ASTARINI-BAB V_a.pdf

Download (298kB)
[img] Text
17.I1.0006-NAFIKA DEWI ASTARINI-DAPUS_a.pdf

Download (487kB)
[img] Text
17.I1.0006-NAFIKA DEWI ASTARINI-LAMP_a.pdf

Download (999kB)

Abstract

Saat ini seluruh dunia sedang dilanda musibah yaitu pandemi COVID-19, masyarakat dihimbau agar mengonsumsi sayur dan buah dengan baik. Virus COVID-19 mudah menyerang jika imunitas tubuh seseorang menurun terutama pada masyarakat usia 46-55 tahun, dimana imunitas mereka cenderung lebih rendah dibandingkan usia produktif lainnya. Salah satu yang harus diperhatikan adalah konsumsi sayur dan buah karena mengandung banyak antioksidan yang dapat meningkatkan imunitas tubuh. Pada usia tua biasanya sudah memperhatikan konsumsi sayur dan buah secara baik, tetapi belum diketahui secara pasti jika memang benar. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui apakah terdapat hubungan antara pengetahuan gizi responden dengan sikap dan perilaku konsumsi sayur dan buah selama pandemi. Pengetahuan gizi sebagai variabel utama dan parameter yang digunakan adalah sikap dan perilaku konsumsi sayur dan buah. Populasi dalam penelitian ini adalah masyarakat usia 46-55 tahun yang berada di Semarang, Jawa Tengah (luar Semarang), Jawa (luar Jawa Tengah), maupun luar Jawa. Jumlah populasi ditentukan menggunakan perhitungan jumlah sampel berdasar teori Altman (2000). Responden pada penelitian ini ditentukan dengan nilai P pada tingkat kepercayaan 95%. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah analisis deskriptif. Penelitian ini juga menggunakan metode inferensial, yaitu untuk mengetahui hubungan pengetahuan gizi dengan sikap dan perilaku konsumsi serta hubungan sikap dengan perilaku konsumsi sayur dan buah yang dicari menggunakan Uji Kendall Tau-C. Uji Kendall Parsial digunakan untuk mengetahui hubungan antara variabel pengetahuan gizi dengan sikap dan perilaku konsumsi yang didukung oleh parameter pendukung pendidikan dan penghasilan. Penelitian ini dilakukan dengan cara membagikan kuesioner secara online melalui google form menggunakan media sosial seperti Whatsapp, Instagram, Line, dan Facebook dengan metode purposive random sampling dan syarat aktif di media sosial serta bersedia meluangkan waktu untuk mengisi kuesioner. Uji validitas dan reliabilitas digunakan untuk menentukan apakah kuesioner yang telah dibuat telah layak atau belum dengan menggunakan Software SPSS. Pada uji pendahuluan responden minimal yang dibutuhkan adalah 398 orang. Total responden yang didapat pada penelitian ini adalah 401 orang. Pada uji deskripsi didapatkan hasil tertinggi responden berpengetahuan gizi kurang yaitu 159 orang dari 401 total responden dengan sikap dan perilaku yang meningkat serta frekuensi konsumsi sayur dan buah selama pandemi 1 kali/hari. Rata-rata konsumsi sayur dan buah pada responden memiliki nilai diatas URT tetapi masih dibawah standar WHO. Pada uji hubungan pengetahuan gizi dengan sikap konsumsi sayur dan buah tingkat signifikansi yang dihasilkan 0.13 yang berarti tidak ada hubungan. Hubungan pengetahuan gizi dengan perilaku konsumsi sayur dan buah selama pandemi tingkat signifikansi yang dihasilkan 0.01 yang berarti terdapat hubungan yang nyata. Hubungan sikap konsumsi dengan perilaku konsumsi sayur dan buah selama pandemi tingkat signifikansi yang dihasilkan 0.00 yang berarti terdapat hubungan yang nyata. Pendidikan dan penghasilan dapat berpengaruh terhadap pengetahuan gizi dan sikap konsumsi dengan perilaku konsumsi sayur dan buah selama pandemi. Maka dari itu dapat disimpulkan bahwa tingkat pengetahuan gizi tidak berpengaruh terhadap sikap konsumsi. Pengetahuan gizi dan sikap konsumsi berpengaruh terhadap perilaku konsumsi sayur dan buah selama pandemi. Hubungan pengetahuan gizi dan sikap konsumsi dengan perilaku konsumsi sayur dan buah akan semakin kuat jika dikendalikan oleh pendidikan dan penghasilan. Rata-rata konsumsi dan frekuensi konsumsi sayur dan buah responden selama pandemi masih rendah yaitu hanya 1 kali/hari.

Item Type: Thesis (Other)
Subjects: 600 Technology (Applied sciences) > 660 Chemical engineering > 664 Food technology
Divisions: Faculty of Agricultural Technology > Department of Food Technology
Depositing User: mr AM. Pudja Adjie Sudoso
Date Deposited: 11 Oct 2021 03:31
Last Modified: 11 Oct 2021 03:31
URI: http://repository.unika.ac.id/id/eprint/27039

Actions (login required)

View Item View Item