KANDUNGAN LOGAM DAN RISIKO KONSUMSI TELUR ASIN : PENGARUH JENIS MEDIA DAN PEREBUSAN

BUDIONO, MARIA IRENE (2004) KANDUNGAN LOGAM DAN RISIKO KONSUMSI TELUR ASIN : PENGARUH JENIS MEDIA DAN PEREBUSAN. Other thesis, Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Katolik Soegijapranata.

[img]
Preview
Text (COVER)
01.70.0027 Maria Irene B COVER.pdf

Download (433kB) | Preview
[img] Text (BAB I)
01.70.0027 Maria Irene B BAB I.pdf
Restricted to Registered users only

Download (372kB)
[img] Text (BAB II)
01.70.0027 Maria Irene B BAB II.pdf
Restricted to Registered users only

Download (344kB)
[img] Text (BAB III)
01.70.0027 Maria Irene B BAB III.pdf
Restricted to Registered users only

Download (762kB)
[img] Text (BAB IV)
01.70.0027 Maria Irene B BAB IV.pdf
Restricted to Registered users only

Download (693kB)
[img] Text (BAB V)
01.70.0027 Maria Irene B BAB V.pdf
Restricted to Registered users only

Download (61kB)
[img]
Preview
Text (DAFTAR PUSTAKA)
01.70.0027 Maria Irene B DAFTAR PUSTAKA.pdf

Download (167kB) | Preview
[img]
Preview
Text (LAMPIRAN)
01.70.0027 Maria Irene B LAMPIRAN.pdf

Download (1MB) | Preview

Abstract

Tclur asin merupakan salah satu jenis makanan yang banyak dikonsumsi oleh masyarakat Indonesia. Garam krosok yang digunakan untuk pengasinan telur berasal dan laut yang berpotensi tercemar logam berat. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi transfer kandungan togam berat tembaga (Cu). kadmium (Cd), besi (Fe) dan seng (Zn) dalam isi telur asin (edible portion), cangkang beserta medium pembuatannya. Jenis medium yang digunakan adalah tarutan NaCl 260/0 (Ml)~ campuran abu dan NaCI (M2)~ dan campuran abu. bata dan NaCI (M3). Analisis logam dilakukan dengan menggunakan Flame Atomic Absorption Spechtropotomelry, Perkin Elmer 3100 (AAS). Untuk mengetahui tingkat konsumsi dan nsiko telur asin, dilakukan evaluasi risiko keamanan konsumsi telur asin, berdasarkan data survei wawancara terhadap 100 responden warga Fakultas Teknologi Pangan, Universitas Katolik Soegijapranata Semarang (FTP) dan masyarakat Jawa Tengah (data BPS, 2001). Trend konsentrasi Cu, Fe dan Zn dalam isi telur mentah dan matang cenderung menurun, namun sebaliknya untuk Cd. Secara umum, kandungan logam dalam telur asin mentah lebih rendah daripada kontrol namun sebaliknya untuk telur matang. Selama 14 hari pengasinan, konsentrasi Cd dalam media cenderung meningkat. Skenario konsumsi warga FTP menghasilkan nilai HQ seluruh Iogam yang lebih rendah daripada Jawa Tengah~ untuk kedua jenis kelamin. Nilai HQ wanita lebih tinggi daripada pria, untuk seluruh logam. Bagi konsumen pria, Maximum Consumption Level (MCL) telur asin tertinggi adalah 120000 glminggu; 11375 glminggu and 22909 glminggu, berturut - turut untuk Cu, Cd and Zn. Sedangkan untuk wan ita, MeL telur asin yang tertinggi adalah 109375 glminggu; 9625 glminggu and 17818.2 glminggu, berturut-turut untuk Cu, Cd and Zn.

Item Type: Thesis (Other)
Subjects: > 660 Chemical engineering > 664 Food technology
> 660 Chemical engineering > 664 Food technology > Food processing
Divisions: Faculty of Agricultural Technology > Department of Food Technology
Depositing User: Mrs Christiana Sundari
Date Deposited: 19 Oct 2016 03:32
Last Modified: 19 Oct 2016 03:32
URI: http://repository.unika.ac.id/id/eprint/12183

Actions (login required)

View Item View Item