SUMARTO, TOMMY (2026) PENGARUH PERBEDAAN KONSENTRASI OLEOGELATOR DAN JENIS MINYAK TERHADAP KARAKTERISTIK FISIK OLEOGEL. S1 thesis, UNIVERSITAS KATOLIK SOEGIJAPRANATA SEMARANG.
|
Text
22.I1.0091 - TOMMY SUMARTO-COVER_a.pdf Download (865kB) | Preview |
|
|
Text
22.I1.0091 - TOMMY SUMARTO-ISI _a.pdf Restricted to Registered users only Download (1MB) |
||
|
Text
22.I1.0091 - TOMMY SUMARTO-DAPUS _a.pdf Download (892kB) | Preview |
|
|
Text
22.I1.0091 - TOMMY SUMARTO-LAMP _a.pdf Restricted to Registered users only Download (1MB) |
Abstract
Oleogel merupakan sistem semi-padat yang terbentuk dari minyak cair dan oleogelator melalui pembentukan jaringan tiga dimensi yang mampu mengikat minyak. Oleogel dapat digunakan sebagai alternatif pengganti lemak padat karena dapat mempertahankan kandungan asam lemak tidak jenuh dari minyak nabati. Karakteristik oleogel dapat dipengaruhi oleh jenis minyak dan konsentrasi oleogelator. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh konsentrasi beeswax dan perbedaan jenis minyak terhadap karakteristik fisik oleogel. Minyak zaitun dan minyak kanola digunakan sebagai bahan minyak cair dengan konsentrasi beeswax sebesar 5%, 10%, dan 15%.Pembuatan oleogel dilakukan melalui pencampuran minyak dan beeswax, pemanasan pada suhu 70–85°C, pengadukan hingga homogen, kemudian pendinginan pada suhu ruang hingga terbentuk oleogel. Setelah itu, oleogel disimpan selama 24 jam lalu dilanjutkan pengujian. Parameter yang diamati adalah hardness, viskositas, intensitas warna, pH, oil loss, dan mikrostruktur. Data diperoleh dari tiga kali pengulangan dan dianalisis secara statistik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peningkatan konsentrasi beeswax dari 5% hingga 15% meningkatkan hardness 0,73–0,75 menjadi 155,74–170,76 gf dan viskositas 800–826 menjadi 2.153–2.239 cP, serta menurunkan oil loss 12,01– 13,90% menjadi 2,93–4,40%. Peningkatan konsentrasi beeswax juga menghasilkan jaringan kristal yang semakin banyak dan rapat. Oleogel minyak zaitun memiliki nilai b* dan C* lebih tinggi dibandingkan minyak kanola, sedangkan nilai L* menurun seiring peningkatan konsentrasi beeswax. Nilai pH berkisar 7,28–7,49 dan tidak berbeda nyata. Secara keseluruhan, beeswax 15% menghasilkan oleogel dengan struktur paling kuat, ditandai hardness dan viskositas tinggi serta oil loss yang rendah.
| Item Type: | Thesis (S1) |
|---|---|
| Subjects: | 600 Technology (Applied sciences) > 660 Chemical engineering > 664 Food technology |
| Divisions: | Faculty of Agricultural Technology > Department of Food Technology |
| Depositing User: | mr Dwi Purnomo |
| Date Deposited: | 28 Oct 2026 02:08 |
| Last Modified: | 28 Oct 2026 02:08 |
| URI: | http://repository.unika.ac.id/id/eprint/40521 |
| Keywords: | oleogel, beeswax, minyak zaitun, minyak kanola, karakteristik fisik |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
