FADIKURROHMAN, MUHAMMAD (2026) STRATEGI IMPLEMENTASI CORAK SARUNG SAMARINDA KE DALAM ELEMEN PEMBENTUK CITRA KAWASAN STUDI KASUS : CITRA NIAGA SAMARINDA. S1 thesis, UNIVERSITAS KATOLIK SOEGIJAPRANATA SEMARANG.
|
Text
24.A2.0036 - MUHAMMAD FADIKURROHMAN-COVER_a.pdf Download (961kB) | Preview |
|
|
Text
24.A2.0036 - MUHAMMAD FADIKURROHMAN-ISI_a.pdf Restricted to Registered users only Download (5MB) |
||
|
Text
24.A2.0036 - MUHAMMAD FADIKURROHMAN-DAPUS_a.pdf Download (804kB) | Preview |
|
|
Text
24.A2.0036 - MUHAMMAD FADIKURROHMAN-LAMP_a.pdf Restricted to Registered users only Download (810kB) |
Abstract
Sarung Samarinda merupakan warisan budaya lokal Kota Samarinda yang memiliki beragam corak dengan makna filosofis sebagai representasi nilai budaya masyarakat. Sementara itu, Kawasan Citra Niaga Samarinda merupakan kawasan perdagangan bersejarah yang memiliki karakter, nilai budaya, dan identitas kawasan yang perlu dipertahankan dan diperkuat. Corak Sarung Samarinda juga telah digunakan pada beberapa elemen kawasan Citra Niaga sebagai bagian dari upaya merepresentasikan identitas budaya lokal. Namun, penerapannya belum didasarkan pada kesesuaian antara makna filosofis corak dengan nilai dan karakter kawasan, sehingga diperlukan strategi implementasi yang mampu menghubungkan makna budaya dengan elemen pembentuk citra kawasan. Penelitian ini bertujuan merumuskan strategi implementasi corak Sarung Samarinda pada elemen pembentuk citra kawasan Citra Niaga Samarinda berdasarkan kesesuaian makna dengan nilai dan karakter budaya kawasan untuk memperkuat identitas budaya Citra Niaga Samarinda. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan metode studi kasus pada Kawasan Citra Niaga Samarinda. Analisis dilakukan melalui identifikasi makna filosofis corak Sarung Samarinda, identifikasi nilai dan karakter kawasan Citra Niaga, serta analisis kesesuaian berdasarkan kesamaan makna. Corak yang memiliki kesesuaian kemudian dianalisis melalui proses transfer makna yang meliputi makna, abstraksi nilai, kebutuhan ruang, prinsip desain, dan elemen pembentuk citra kawasan berdasarkan teori Kevin Lynch yang terdiri atas path, edge, district, node, dan landmark. Hasil analisis selanjutnya disintesis untuk merumuskan strategi dan rekomendasi implementasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 15 corak Sarung Samarinda yang dianalisis, diperoleh 7 corak yang memiliki kesesuaian makna dengan nilai dan karakter Citra Niaga, yaitu Anyam Palupuh, Siparape, Balo Kudara, Pucuk, Balo Triolo, Dayak, dan Kammumu Hatta. Kesesuaian tersebut menunjukkan bahwa hubungan antara corak Sarung Samarinda dan Citra Niaga dapat dibangun melalui kesamaan nilai dan makna, bukan semata-mata melalui kemiripan bentuk visual. Proses transfer makna menghasilkan hubungan antara corak, prinsip desain, dan elemen pembentuk citra kawasan, yaitu path, node, district, dan landmark. Hasil sintesis menghasilkan tiga strategi utama, yaitu penguatan interaksi sosial, penguatan identitas budaya, serta penguatan sejarah dan keberlanjutan kawasan. Strategi tersebut kemudian diterjemahkan ke dalam rekomendasi penerapan pada elemen arsitektur dan ruang kawasan, sehingga menghasilkan pedoman implementasi corak Sarung Samarinda berbasis makna yang dapat menjadi acuan dalam penguatan identitas dan citra kawasan Citra Niaga Samarinda.
| Item Type: | Thesis (S1) |
|---|---|
| Subjects: | 700 Arts and Recreation > 720 Architecture |
| Divisions: | Graduate Program in Architecture Faculty of Architecture and Design > Graduate Program in Architecture |
| Depositing User: | mr Dwi Purnomo |
| Date Deposited: | 22 Oct 2026 05:31 |
| Last Modified: | 22 Oct 2026 05:31 |
| URI: | http://repository.unika.ac.id/id/eprint/40325 |
| Keywords: | Sarung Samarinda, makna filosofis, Citra Niaga, citra kawasan, elemen pembentuk citra, strategi implementasi |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
