MUSEUM BUDAYA NUSANTARA DI YOGYAKARTA

SUHARTONO, HILARIUS ARYA WIJAYA (2026) MUSEUM BUDAYA NUSANTARA DI YOGYAKARTA. S1 thesis, UNIVERSITAS KATOLIK SOEGIJAPRANATA SEMARANG.

[img]
Preview
Text
22.A1.0020 - HILARIUS ARYA WIJAYA SUHARTONO-cover_a.pdf

Download (820kB) | Preview
[img] Text
22.A1.0020 - HILARIUS ARYA WIJAYA SUHARTONO-ISI_a.pdf
Restricted to Registered users only

Download (5MB)
[img]
Preview
Text
22.A1.0020 - HILARIUS ARYA WIJAYA SUHARTONO-DAPUS_a.pdf

Download (753kB) | Preview
[img] Text
22.A1.0020 - HILARIUS ARYA WIJAYA SUHARTONO-LAMP_a.pdf
Restricted to Registered users only

Download (873kB)

Abstract

Yogyakarta sebagai kota budaya dan pendidikan telah lama dikenal sebagai pusat pertemuan lintas etnis dan budaya. Identitas multikultural ini menjadikan Yogyakarta tidak hanya sebagai miniatur Indonesia, tetapi juga sebagai representasi pluralisme Nusantara yang hidup. Namun, hingga saat ini belum ada wadah yang secara khusus menghadirkan narasi keberagaman Nusantara secara menyeluruh, edukatif, dan interaktif. Ketiadaan tersebut menunjukkan adanya peluang sekaligus kebutuhan mendesak untuk menghadirkan fasilitas baru yang mampu memperkuat citra Yogyakarta sebagai kota budaya sekaligus meningkatkan daya tarik pariwisata budayanya. Sejalan dengan hal ini, Dian Lakshmi Pratiwi dari Dinas Kebudayaan DIY dalam Sarasehan Barahmus DIY tahun 2021 menyebut bahwa museum merupakan bagian dari pemajuan kebudayaan yang harus dilengkapi dengan fungsi pendidikan dan hiburan agar tidak hanya menjadi tempat koleksi, tetapi juga ruang pengalaman dan interaksi budaya, serta perlu beradaptasi agar lebih relevan dalam merespons tantangan budaya inklusif dan keberagaman (budaya.jogjaprov.go.id). Museum Budaya Nusantara di Yogyakarta hadir sebagai jawaban atas kebutuhan ruang yang tidak hanya menyimpan artefak, tetapi juga menghadirkan edukasi, rekreasi, dan dialog lintas budaya melalui pendekatan desain kontekstual berbasis nilai-nilai Jawa yang inklusif. Pemilihan Yogyakarta sebagai lokasi sangat strategis karena kota ini merupakan pusat budaya dengan pluralitas sejarah, kota pendidikan dengan ratusan ribu mahasiswa lintas etnis dan agama, serta destinasi wisata utama dengan jutaan kunjungan tiap tahun. Dengan demikian, museum ini berpotensi menjadi wadah lokal yang berdaya tarik global. Fungsi utama museum mencakup ruang pamer tetap dan temporer, perpustakaan, ruang interaktif, serta fasilitas publik modern seperti amphitheater, cafe, dan Taman Keberagaman Nusantara. Pengunjung akan diajak melalui alur tematis mulai dari Gerbang Nusantara, Sejarah, Keagamaan, Arsitektur dan Budaya, Tokoh Toleransi, hingga Ruang Harapan. Untuk memperkaya pengalaman, museum ini juga dilengkapi fasilitas inovatif seperti Virtual Reality (VR) dan Augmented Reality (AR) Jelajah Nusantara, Digital Wall interaktif, serta Ruang Refleksi Universal yang memberikan pengalaman unik sekaligus inspiratif. Museum Budaya Nusantara di Yogyakarta diproyeksikan sebagai ikon baru yang memperkuat ekosistem wisata budaya di samping Keraton, Malioboro, Prambanan, dan Borobudur. Lebih jauh, museum ini berpotensi menjadi landmark pluralisme Indonesia, sarana edukasi multikultural, sekaligus instrumen diplomasi budaya yang memperkenalkan wajah pluralisme Nusantara kepada dunia. Dengan kata lain, pembangunan museum ini bukan hanya relevan, tetapi juga menjadi investasi strategis dalam memperkuat identitas kebangsaan, sekaligus mendukung visi Yogyakarta sebagai kota budaya, dan kota pelajar.

Item Type: Thesis (S1)
Subjects: 700 Arts and Recreation > 720 Architecture
Divisions: Faculty of Architecture and Design
Depositing User: mr Dwi Purnomo
Date Deposited: 14 Oct 2026 04:40
Last Modified: 14 Oct 2026 04:40
URI: http://repository.unika.ac.id/id/eprint/40266
Keywords: museum, budaya Nusantara, keberagaman, Yogyakarta, arsitektur

Actions (login required)

View Item View Item