PRATETI, QWENTIN (2025) HUBUNGAN ANTARA BELAS KASIH DIRI DENGAN KESEPIAN PADA LAKI-LAKI DEWASA AWAL YANG TIDAK MEMILIKI PASANGAN. S1 thesis, UNIVERSITAS KATOLIK SOEGIJAPRANATA SEMARANG.
|
Text
21.E1.0007-QWENTIN PRATETI-COVER_1.pdf Download (842kB) | Preview |
|
|
Text
21.E1.0007-QWENTIN PRATETI-BAB_I_1.pdf Restricted to Registered users only Download (767kB) |
||
|
Text
21.E1.0007-QWENTIN PRATETI-BAB_II_1.pdf Restricted to Registered users only Download (761kB) |
||
|
Text
21.E1.0007-QWENTIN PRATETI-BAB_III_1.pdf Restricted to Registered users only Download (784kB) |
||
|
Text
21.E1.0007-QWENTIN PRATETI-BAB_IV_1.pdf Restricted to Registered users only Download (767kB) |
||
|
Text
21.E1.0007-QWENTIN PRATETI-BAB_V_1.pdf Restricted to Registered users only Download (721kB) |
||
|
Text
21.E1.0007-QWENTIN PRATETI-BAB_VI_1.pdf Restricted to Registered users only Download (699kB) |
||
|
Text
21.E1.0007-QWENTIN PRATETI-DAPUS_1.pdf Download (762kB) | Preview |
|
|
Text
21.E1.0007-QWENTIN PRATETI-LAMP_1.pdf Restricted to Registered users only Download (1MB) |
Abstract
Kesepian merupakan perasaan tidak menyenangkan, yang timbul akibat ketidakpuasan individu terhadap hubungan sosial yang dimilikinya. Tidak memiliki pasangan dapat menjadi salah satu pemicu munculnya kesepian, terlebih jika dialami oleh laki-laki dewasa awal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah ada hubungan antara belas kasih diri dengan kesepian pada laki-laki dewasa awal yang tidak memiliki pasangan. Hipotesis yang diajukan adalah terdapat hubungan negatif antara belas kasih diri dengan kesepian pada laki-laki dewasa awal yang tidak memiliki pasangan. Subjek penelitian ini adalah laki-laki dewasa awal yang berusia 20-25 tahun dan tidak memiliki pasangan. Jumlah keseluruhan populasi dan sampel penelitian adalah 122 orang. Alat ukur yang digunakan adalah Skala Belas Kasih Diri dan Skala Kesepian, yang sudah teruji validitas dan reliabilitasnya. Teknik analisis data yang digunakan adalah korelasi pearson product moment. Hasil penelitian ini menunjukan korelasi yang sangat signifikan (r=-0,561, p≤0,01). Dengan demikian hipotesis yang diajukan diterima. Temuan ini menunjukkan bahwa semakin tinggi tingkat belas kasih diri seseorang, semakin rendah tingkat kesepian yang dirasakan. Dalam penelitian ini, belas kasih diri berkontribusi sebesar 31,5% terhadap kesepian.
| Item Type: | Thesis (S1) |
|---|---|
| Subjects: | 100 Philosophy and Psychology > 150 Psychology 100 Philosophy and Psychology > 150 Psychology > 155 Developmental psychology |
| Divisions: | Faculty of Psychology > Department of Psychology |
| Depositing User: | Mr Yosua Norman Rumondor |
| Date Deposited: | 01 Jul 2025 02:25 |
| Last Modified: | 01 Jul 2025 02:25 |
| URI: | http://repository.unika.ac.id/id/eprint/36970 |
| Keywords: | UNSPECIFIED |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
