KONSENTRASI ASAM ASKORBAT PADA SAWI HIJAU (Brassica rapa) DAN KUBIS (Brassica oleracea) : PERBANDINGAN DUA METODE PENGUJIAN DAN TIGA CARA PEMISAHAN LARUTAN SAMPEL

LUKITO, LIDWINA ROSELYN (2011) KONSENTRASI ASAM ASKORBAT PADA SAWI HIJAU (Brassica rapa) DAN KUBIS (Brassica oleracea) : PERBANDINGAN DUA METODE PENGUJIAN DAN TIGA CARA PEMISAHAN LARUTAN SAMPEL. Other thesis, Prodi Teknologi Pertanian Unika Soegijapranata.

[img]
Preview
Text (COVER)
06.70.0122 Lidwina Roselyn COVER.pdf

Download (108kB) | Preview
[img] Text (BAB I)
06.70.0122 Lidwina Roselyn BAB I.pdf
Restricted to Registered users only

Download (152kB)
[img] Text (BAB II avalible document only in Soegijapranata Catholic University)
06.70.0122 Lidwina Roselyn BAB II.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (107kB)
[img] Text (BAB III avalible document only in Soegijapranata Catholic University)
06.70.0122 Lidwina Roselyn BAB III.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (151kB)
[img] Text (BAB IV avalible document only in Soegijapranata Catholic University)
06.70.0122 Lidwina Roselyn BAB IV.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (88kB)
[img] Text (BAB V)
06.70.0122 Lidwina Roselyn BAB V.pdf
Restricted to Registered users only

Download (77kB)
[img]
Preview
Text (DAFTAR PUSTAKA)
06.70.0122 Lidwina Roselyn DAPUS.pdf

Download (82kB) | Preview
[img]
Preview
Text (LAMPIRAN)
06.70.0122 Lidwina Roselyn LAMPIRAN.pdf

Download (150kB) | Preview

Abstract

Kubis dan sawi hijau diketahui banyak mengandung nutrisi yang penting bagi tubuh salah satunya adalah asam askorbat. Metode pengujian asam askorbat dalam sayuran ini dapat dilakukan secara kimia, biologi, fisika, dan biokimia. Metode yang umum digunakan adalah metode kolorimetri dan titrimetri. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui kandungan asam askorbat pada kubis dan sawi hijau dengan membandingkan dua metode pengujian yaitu kolorimetri dan titrimetri dan tiga cara pemisahan larutan sampel yaitu “penyaringan”,”sentrifugasi” dan “sentrifugasi-dan-penyaringan”. Pemisahan dengan cara kombinasi “sentrifugasi-dan-penyaringan” menghasilkan angka asam askorbat tertinggi diikuti cara pemisahan “penyaringan” dan “sentrifugasi” yaitu berturut-turut pada rentang 47,240 - 85,037 mg/100 g sampel pada kubis dan 42,402 - 85,719 mg/100 g sampel pada sawi hijau. Nilai asam askorbat yang terdeteksi oleh metode titrimetri untuk kubis pada rentang 47,240 - 85,037 mg/100 g sampel dan pada sawi hijau 42,402 - 79,358 mg/100 g sampel. Sedangkan nilai asam askorbat pada metode kolorimetri untuk kubis pada rentang 67,179 - 81,726 mg/100g sampel dan untuk sawi hijau 67,338 - 85,719 mg/100g sampel. Nilai repeatability asam askorbat pada kubis yang paling baik diperoleh dari metode titrimetri dengan cara pemisahan larutan sampel secara “sentrifugasi” sebesar 7,968%. Pada sawi hijau nilai repeatability paling baik terdapat pada metode titrimetri dan pemisahan larutan sampel dengan cara “sentrifugasi-dan-penyaringan” sebesar 9,520%. Nilai reproducibility asam askorbat pada kubis yang paling baik diperoleh dari metode titrimetri dengan cara pemisahan larutan sampel secara “sentrifugasi-dan penyaringan” sebesar 9,376%. Pada sawi hijau nilai paling baik terdapat dari metode titrimetri dan pemisahan larutan sampel secara “penyaringan” dengan nilai 12,368%.

Item Type: Thesis (Other)
Subjects: 600 Technology (Applied sciences) > 660 Chemical engineering > 664 Food technology > Food processing
600 Technology (Applied sciences) > 660 Chemical engineering > Food Technology
Divisions: Faculty of Agricultural Technology > Department of Food Technology
Depositing User: Mrs Christiana Sundari
Date Deposited: 22 Apr 2016 07:55
Last Modified: 22 Apr 2016 07:55
URI: http://repository.unika.ac.id/id/eprint/8629

Actions (login required)

View Item View Item