PENGARUH METODE PENGERINGAN TERHADAP KANDUNGAN VITAMIN C DAN ANTOSIANIN PADA ROSELA (Hibiscus sabdariffa Linn)

HADINATA, AMELIA (2010) PENGARUH METODE PENGERINGAN TERHADAP KANDUNGAN VITAMIN C DAN ANTOSIANIN PADA ROSELA (Hibiscus sabdariffa Linn). Other thesis, Prodi Teknologi Pertanian Unika Soegijapranata.

[img] Text (COVER)
06.70.0074 Amelia Hadinata COVER.pdf

Download (53kB)
[img] Text (BAB I)
06.70.0074 Amelia Hadinata BAB I.pdf
Restricted to Registered users only

Download (421kB)
[img] Text (BAB II avalible document only in Soegijapranata Catholic University)
06.70.0074 Amelia Hadinata BAB II.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (141kB)
[img] Text (BAB III avalible document only in Soegijapranata Catholic University)
06.70.0074 Amelia Hadinata BAB III.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (1MB)
[img] Text (BAB IV avalible document only in Soegijapranata Catholic University)
06.70.0074 Amelia Hadinata_BAB IV.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (159kB)
[img] Text (BAB V)
06.70.0074 Amelia Hadinata BAB V.pdf
Restricted to Registered users only

Download (112kB)
[img] Text (DAFTAR PUSTAKA)
06.70.0074 Amelia Hadinata DAPUS.pdf

Download (119kB)
[img] Text (LAMPIRAN)
06.70.0074 Amelia Hadinata LAMPIRAN.pdf

Download (382kB)

Abstract

Rosela (Hibiscus sabdariffa Linn) adalah salah satu jenis bunga yang bagian kelopak bunganya dapat dimanfaatkan sebagai makanan dan minuman. Rosela mengandung beberapa zat gizi seperti vitamin C, antosianin, protein, dan sebagainya. Sayangnya, rosela memiliki kadar air tinggi sehingga umur simpannya pendek. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah blanching dan pengeringan. Blanching dilakukan dengan tujuan untuk menjaga kualitas warna rosela sedangkan pengeringan dilakukan untuk mengurangi kadar air rosela. Metode pengeringan yang digunakan yaitu solar tunnel dryer (STD), solar tent dryer, dan dehumidifier. Perlakuan pengeringan dengan dehumidifier dilakukan pada suhu 600C dan 700C. Sampel segar, setelah blanching, dan setelah pengeringan diuji kandungan vitamin C, antosianin, dan warna. Sampel setelah pengeringan diuji kadar air dan sensoris. Uji sensoris dilakukan untuk atribut warna dan aroma pada rosela kering dan teh rosela. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui metode pengeringan manakah yang paling tepat untuk menghasilkan rosela kering dengan penurunan kandungan vitamin C dan antosianin yang paling rendah dan karakter fisikokimia-sensori yang paling baik. Dehumidifier 700C membutuhkan waktu pengeringan 3,32 jam untuk batch pertama dan 3,3 jam untuk batch kedua sedangkan solar tent dryer membutuhkan waktu pengeringan 7,3 jam untuk batch pertama dan 6,9 jam untuk batch kedua. Pengeringan dengan dehumidifier 700C batch kedua memberikan penurunan vitamin C terendah yaitu dari 23,71 ± 1,08 mg menjadi 18,78 ± 1,08 mg. Penurunan terendah antosianin rosela dihasilkan pada pengeringan dengan dehumidifier 600C. Hasil analisa warna menunjukkan peningkatan nilai L* dan penurunan a*, b*, dan Chromacity. Perubahan warna terbesar terjadi pada rosela yang dikeringkan dengan solar tent dryer batch pertama (14,19 ± 1,86). Aroma rosela kering tidak saling berbeda nyata sedangkan warna rosela kering yang paling disukai didapat dari rosela hasil pengeringan dengan dehumidifier 700C. Teh rosela yang paling disukai aroma dan warnanya didapat dari rosela hasil pengeringan dengan solar tent dryer. Metode terbaik untuk menghasilkan rosela kering terbaik berdasarkan kualitas warna, sensori, kehilangan vitamin C, dan kehilangan antosianin adalah dehumidifier 700C.

Item Type: Thesis (Other)
Subjects: > 660 Chemical engineering > Food Technology
> 660 Chemical engineering > Food Technology > Drying
Divisions: Faculty of Agricultural Technology > Department of Food Technology
Depositing User: Mrs Christiana Sundari
Date Deposited: 22 Apr 2016 06:46
Last Modified: 22 Apr 2016 06:46
URI: http://repository.unika.ac.id/id/eprint/8422

Actions (login required)

View Item View Item