EVALUASI KARAKTERISTIK FISIKO-KIMIAWI TEH ROSELLA (Hibiscus sabdariffa linn) PADA BERBAGAI BENTUK DAN SUHU PENYEDUHAN

SETIAWAN, MARCELLINA SILVANI (2010) EVALUASI KARAKTERISTIK FISIKO-KIMIAWI TEH ROSELLA (Hibiscus sabdariffa linn) PADA BERBAGAI BENTUK DAN SUHU PENYEDUHAN. Other thesis, Prodi Teknologi Pertanian Unika Soegijapranata.

[img] Text (COVER)
06.70.0157 Marcellina COVER.pdf

Download (70kB)
[img] Text (BAB I)
06.70.0157 Marcellina BAB I.pdf
Restricted to Registered users only

Download (50kB)
[img] Text (BAB II avalible document only in Soegijapranata Catholic University)
06.70.0157 Marcellina BAB II.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (103kB)
[img] Text (BAB III avalible document only in Soegijapranata Catholic University)
06.70.0157 Marcellina BAB III.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (158kB)
[img] Text (BAB IV avalible document only in Soegijapranata Catholic University)
06.70.0157 Marcellina BAB IV.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (54kB)
[img] Text (BAB V)
06.70.0157 Marcellina BAB V.pdf
Restricted to Registered users only

Download (35kB)
[img] Text (DAFTAR PUSTAKA)
06.70.0157 Marcellina DAPUS.pdf

Download (37kB)
[img] Text (LAMPIRAN)
06.70.0157 Marcellina LAMPIRAN.pdf

Download (61kB)

Abstract

(Tanaman rosella (Hibiscus sabdariffa linn) merupakan tanaman yang mengandung antioksidan tinggi, terutama pada kelopak bunganya. Antioksidan sendiri merupakan senyawa yang dapat menghambat reaksi radikal bebas dalam tubuh. Salah satu zat aktif yang berperan sebagai antioksidan dalam kelopak bunga Rosella adalah antosianin yang juga berperan sebagai pigmen yang memberi warna merah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui optimasi proses penyeduhan teh rosella dalam kaitannya dengan variabel suhu dan bentuk Rosella. Pengujian suhu dilakukan dalam tiga tingkat; 80 0C, 90 0C, dan 100 0C, sementara pengujian bentuk juga dalam tiga tingkat; gelondong, potong-potangan (spicy) dan serbuk yang dikemas sebagai teh celup. Sehingga didapatkan teh rosella dengan aktivitas antioksidan dan antosianin tertinggi. Evaluasi yang dilakukan meliputi uji total padatan (TS), total padatan tesuspensi (TSS), aktivitas antioksidan, kandungan antosianin dan intensitas warna. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada perlakuan bentuk tidak menunjukkan perbedaan yang signifikan, sebaliknya perbedaan yang tinggi dtemukan pada perlakuan suhu. Namun diantara kedua perlakuan ini ditemukan hubungan saling tindak yang signifikan. Total Padatan tertinggi ditunjukkan pada suhu 90°C (7.58 ± 0.73 ppm), sedangkan Total Padatan Tersuspensi tertinggi didapat pada suhu 90°C (0,31 ± 0,09 ppm), keduanya pada bentuk teh celup. Sementara itu, uji aktivitas antioksidan sebanding dengan uji kandungan antosianin dimana nilai tertinggi ditunjukkan pada suhu 90 °C (antioksidan 90°C 18,83 ± 3,31 % dan antosianin 90°C 250,31 ± 12,19 mg/L) pada bentuk gelondong, dan mulai mengalami penurunan pada suhu 100°C. Penurunan kandungan pigmen antosianin ini tidak sebanding dengan intensitas warna, dimana intensitas warna tertinggi didapat pada suhu 100°C (22.24 ± 0.41). Kombinasi perlakuan bentuk gelondong pada suhu 90ºC merupakan seduhan yang memiliki aktivitas antioksidan dan kandungan antosianin paling tinggi.

Item Type: Thesis (Other)
Subjects: > 660 Chemical engineering > 664 Food technology
> 660 Chemical engineering > 664 Food technology > Food processing
Divisions: Faculty of Agricultural Technology > Department of Food Technology
Depositing User: Mrs Christiana Sundari
Date Deposited: 22 Mar 2016 06:44
Last Modified: 22 Mar 2016 06:44
URI: http://repository.unika.ac.id/id/eprint/8207

Actions (login required)

View Item View Item