AKMAR, MUHAMMAD (2025) IMPLEMENTASI MEDICAL STAFF BYLAWS DALAM PENINGKATAN MUTU PELAYANAN DI RUMAH SAKIT UMUM SWASTA MULTAZAM KOTA GORONTALO. S2 thesis, UNIVERSITAS KATOLIK SOEGIJAPRANATA.
|
Text
22.C2.0106_MUHAMMAD AKMAR__COVER.pdf Download (671kB) | Preview |
|
|
Text
22.C2.0106_MUHAMMAD AKMAR__BAB I.pdf Restricted to Registered users only Download (757kB) |
||
|
Text
22.C2.0106_MUHAMMAD AKMAR__BAB II.pdf Restricted to Registered users only Download (868kB) |
||
|
Text
22.C2.0106_MUHAMMAD AKMAR__BAB III.pdf Restricted to Registered users only Download (800kB) |
||
|
Text
22.C2.0106_MUHAMMAD AKMAR__BAB IV.pdf Restricted to Registered users only Download (632kB) |
||
|
Text
22.C2.0106_MUHAMMAD AKMAR__DAPUS.pdf Download (771kB) | Preview |
|
|
Text
22.C2.0106_MUHAMMAD AKMAR__LAMP.pdf Restricted to Registered users only Download (892kB) |
Abstract
Tata kelola klinis di Rumah Sakit yang baik dapat diwujudkan apabila ada peraturan internal atau medical staff bylaws. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis: 1) pengaturan Medical Staff ByLaws di Rumah Sakit, 2) implementasi Medical Staff ByLaws dalam peningkatan mutu pelayanan di Rumah Sakit Umum Swasta, dan 3) faktor-faktor yang mempengaruhi implementasi Medical Staff Bylaws dalam peningkatan mutu pelayanan di Rumah Sakit Umum Swasta. Penelitian dilaksanakan di RSU Multazam Gorontalo. Penelitian menggunakan pendekatan yuridis empiris. Data dikumpulkan melalui dokumentasi, wawancara dan observasi. Data dianalisis secara interaktif melalui empat tahap yakni pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan verifikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: Pertama, Pengaturan medical staff bylaws dilakukan dan disahkan oleh Direktur Rumah Sakit RS Multazam Gorontalo namun di dalam medical staff bylaws tidak memuat bab prosedur mendapatkan kewenangan klinis, bab rapat dan pengaturan tata kelola klinis. Kedua, implementasi medical staff bylaws mengikuti kebiasaan sehari-hari staf medis yakni dalam menjalankan penugasan klinis yang diberikan oleh pihak rumah sakit cukup dilakukan oleh Direktur Rumah Sakit, tidak harus menunggu rekomendasi dari Komite Medik. Ketiga, faktor-faktor yang mempengaruhi implementasi medical staff bylaws di RS Multazam Gorontalo yaitu faktor peraturan itu sendiri yakni medical staff bylaws, keterbatasan SDM yang hanya 4 orang staf medis tetap, sarana atau fasilitas yakni ruang rapat untuk pengambilan keputusan komite medik, staf medis yang lebih banyak merujuk pada staf medis senior, dan faktor budaya yakni kebiasaan-kebiasaan kerja staf medis dalam menjalankan penugasan klinis di RS Multazam. Dapat disimpulkan bahwa implementasi medical staff medis bylaws belum maksimal karena pengaturan medical staff medis bylaws hanya untuk memenuhi formalitas perizinan. Implementasinya pun lebih banyak merujuk pada kebiasaan-kebiasaan yang dijalankan di rumah sakit ini dengan tetap mengikuti peraturan perundang-undangan lainnya.
| Item Type: | Thesis (S2) |
|---|---|
| Subjects: | 300 Social Sciences 300 Social Sciences > 340 Law |
| Divisions: | Graduate Program in Master of Law |
| Depositing User: | mr. Dwi Purnomo |
| Date Deposited: | 09 Jul 2025 11:25 |
| Last Modified: | 09 Jul 2025 11:25 |
| URI: | http://repository.unika.ac.id/id/eprint/37416 |
| Keywords: | UNSPECIFIED |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
