IDENTIFIKASI MIKROPLASTIK PADA INSANG KEPITING BAKAU (Scylla spp.) DARI PASAR TRADISIONAL DI KOTA MSEMARANG

PRATIWI, DINDA AYU (2020) IDENTIFIKASI MIKROPLASTIK PADA INSANG KEPITING BAKAU (Scylla spp.) DARI PASAR TRADISIONAL DI KOTA MSEMARANG. Other thesis, UNIKA SOEGIJAPRANATA SEMARANG.

[img] Text (COVER)
16.I1.0180_DINDA AYU PRATIWI COVER.pdf

Download (1MB)
[img] Text (BAB 1)
16.I1.0180_DINDA AYU PRATIWI BAB 1.pdf

Download (549kB)
[img] Text (BAB 2)
16.I1.0180_DINDA AYU PRATIWI BAB 2.pdf
Restricted to Registered users only

Download (641kB)
[img] Text (BAB 3)
16.I1.0180_DINDA AYU PRATIWI BAB 3.pdf

Download (994kB)
[img] Text (BAB 4)
16.I1.0180_DINDA AYU PRATIWI BAB 4.pdf

Download (252kB)
[img] Text (BAB 5)
16.I1.0180_DINDA AYU PRATIWI BAB 5.pdf

Download (167kB)
[img] Text (DAFTAR PUSTAKA)
16.I1.0180_DINDA AYU PRATIWI DAFTAR PUSTAKA.pdf

Download (348kB)
[img] Text (LAMPIRAN)
16.I1.0180_DINDA AYU PRATIWI LAMPIRAN.pdf

Download (339kB)

Abstract

Kepiting bakau merupakan salah satu seafood yang banyak diminati masyarakat. Tempat hidup kepiting bakau ada di pantai mangrove dimana Indonesia memiliki pantai mangrove yang sangat luas. Namun saat ini Indonesia merupakan negara dengan sampah plastik di laut terbanyak kedua di dunia. Sampah plastik dapat terdegradasi menjadi ukuran yang lebih kecil (mikroplastik) dan masuk ke dalam tubuh kepiting. Mikroplastik merupakan cemaran yang tidak boleh ada di makanan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan mengkarakterisasi mikroplastik pada insang kepiting bakau yang dijual di pasar-pasar tradisional di kota Semarang. Pasar tradisional yang dipilih yaitu pasar Tanah Mas, Kobong, Gang Baru, Bangetayu, Peterongan, dan Karang Ayu. Kepiting dibeli dari setiap pedagang yang ada di masing-masing pasar dan dipilih secara acak sebanyak 15 ekor dari setiap pasar. Selanjutnya organ insang dipisahkan dan didestruksi dengan larutan hidrogen peroksida 30% dengan perbandingan 1:10 (w/v). Kemudian sampel didiamkan pada suhu 65 o C selama 24 jam dan dilanjutkan pada suhu ruang selama 24 jam. Sampel insang selanjutnya disaring menggunakan kertas saring Whatman 540 dengan ukuran pori 8 µm. Kertas saring tersebut direndam dengan 250 ml larutan NaCl jenuh selama 24 jam. Kemudian dilakukan penyaringan kembali dengan kertas saring Whatman 540 lalu sampel disimpan pada cawan petri dan diamati menggunakan mikroskop Olympus BX-41 dengan perbesaran 40x dan 100x. Hasil penelitian menunjukkan bahwa semua sampel insang kepiting bakau mengandung partikel yang diduga plastik (Particle Suspected as Microplastics - PSM). Bentuk PSM yang ditemukan adalah fragment, fiber, pellet, dan film. Warna PSM yang ditemukan adalah hitam, coklat, merah, putih, kuning, hijau, biru, abu-abu, dan ungu. Hasil rerata PSM berkisar antara 14,50–65,70 partikel/organisme dan 1,57–9,79 partikel/gram berat basah sampel. Bentuk PSM yang paling banyak ditemukan adalah fragment dengan jumlah antara 6,55–59,11 partikel/organisme. Lalu kelompok ukuran PSM yang paling banyak ditemukan adalah ukuran 20-50 µm.

Item Type: Thesis (Other)
Subjects: 600 Technology (Applied sciences) > 660 Chemical engineering > Food Technology
Depositing User: mr Dwi Purnomo
Date Deposited: 31 May 2021 06:47
Last Modified: 31 May 2021 06:47
URI: http://repository.unika.ac.id/id/eprint/25188

Actions (login required)

View Item View Item