EVALUAS1 KONSUMSI MINUMAN RiNGAN BERKARBONASl BERDASARKAN KANDUNGAN FLUORIDA DAiN K LOR IDA

Budisantoso, Rita J (2004) EVALUAS1 KONSUMSI MINUMAN RiNGAN BERKARBONASl BERDASARKAN KANDUNGAN FLUORIDA DAiN K LOR IDA. Other thesis, UNIKA SOEGIJAPRANATA.

[img]
Preview
Text (COVER)
00.70.0056 Rita J Budisantoso COVER.pdf

Download (423kB) | Preview
[img] Text (BAB I)
00.70.0056 Rita J Budisantoso BAB I.pdf
Restricted to Registered users only

Download (722kB)
[img] Text (BAB II)
00.70.0056 Rita J Budisantoso BAB II.pdf
Restricted to Registered users only

Download (252kB)
[img] Text (BAB III)
00.70.0056 Rita J Budisantoso BAB III.pdf
Restricted to Registered users only

Download (591kB)
[img] Text (BAB IV)
00.70.0056 Rita J Budisantoso BAB IV.pdf
Restricted to Registered users only

Download (472kB)
[img] Text (BAB V)
00.70.0056 Rita J Budisantoso BAB V.pdf
Restricted to Registered users only

Download (71kB)
[img]
Preview
Text (DAFTAR PUSTAKA)
00.70.0056 Rita J Budisantoso DAFTAR PUSTAKA.pdf

Download (190kB) | Preview
[img]
Preview
Text (LAMPIRAN)
00.70.0056 Rita J Budisantoso LAMPIRAN.pdf

Download (1MB) | Preview

Abstract

Minuman ringan berkarbonasi diproses dengan menambahkan karbondioksida ke dalam air minum, dan diperkaya dengan variasi rasa. Di Indonesia, permintaan terhadap produk-produk minuman ringan cenderung mengalami peningkatan dengan alasan rasa dan gaya hidup. Air mengandung fluorida dan klorida secara alami pada kadar yang bervariasi, tergantung pada lokasi geologi, dan tingkat kontaminasi di sekitar lokasi. Tujuan penelitian ini adalah menentukan konsentrasi klorida dan fluorida dalam minuman ringan berkarbonasi, dan menentukan batas maksimum konsumsi minuman ringan berkarbonasi yang dapat diperbolehkan berdasarkan kandungan klorida dan fluorida. Dalam penelitian ini dilakukan evaluasi terhadap dua jenis produk, yaitu produk minuman ringan berkarbonasi yang mengandung komponen gula (CS1 dan CS2), dan produk yang tidak mengandung gula (SI dan S2). Masing-masing produk diperoleh dari tiga lokasi: Jawa Barat, Jawa Tengah dan Jawa Timur. Konsentrasi klorida ditentukan menggunakan metoda argentometri sedangkan konsentrasi fluorida diukur dengan metoda spektrofotometri. Perbedaan konsentrasi fluorida dan klorida berdasarkan lokasi dan jenis produk dievaluasi menggunakan ANOVA dua arah. Koefisien korelasi Pearson digunakan untuk menunjukkan hubungan antara konsentrasi klorida dan fluorida. Konsentrasi klorida bervariasi dari 21,23 mg/L hingga 163,79 mg/L, masih di bawah batas yang direkomendasikan oleh Menteri Kesehatan Republik Indonesia (250 mg/L). Konsentrasi fluorida bervariasi dari 0,11 mg/L hingga 3,75 mg/L. Konsentrasi fluorida dalam minuman ringan berkarbonasi yang mengandung gula lebih tinggi daripada produk tanpa kandungan gula. Nilai MAC (Maximum Allowable Consumption) minuman ringan Derkarbonasi berdasarkan konsentrasi klorida pada orang dewasa adalah CS2 (15,39 L/hari) dan diikuti S2 (10,24 L/hari), SI (9,91 L/hari), dan CS1 (8,92 L/hari). Sedangkan untuk anak-anak lebih rendah yaitu CS2 (10,26 L/hari), S2 (0,83 L/hari), SI (6,61 L/hari) dan CS1 ( 5,95 L/hari). Berdasarkan kandungan fluorida nilai MAC pada CS1 (0,28 L/hari) dan CS2 (0,27 L/hari) lebih rendah dari SI (1,59 L/hari) dan S2 (3,57 L/hari), untuk orang dewasa sedangkan untuk anak-anak lebih rendah (antara 0,19 L/hari hingga 2,5 L/hari). Diasumsikan adanya hubungan antara kandungan gula dan konsentrasi fluorida yang ditunjukkan pada CS1 dan CS2.

Item Type: Thesis (Other)
Subjects: > 660 Chemical engineering
> 660 Chemical engineering > 664 Food technology
Divisions: Faculty of Agricultural Technology > Department of Food Technology
Depositing User: Mr Ign. Setya Dwiana
Date Deposited: 02 Feb 2017 01:39
Last Modified: 02 Feb 2017 01:39
URI: http://repository.unika.ac.id/id/eprint/12256

Actions (login required)

View Item View Item