PENERAPAN SISTEM HACCP (HAZARD ANALYSIS CRITICAL CONTROL POINTS) PADA PRODUKSI TEH BOTOL DI SEMARANG

SOEDARSO, GRACESYLIA (2004) PENERAPAN SISTEM HACCP (HAZARD ANALYSIS CRITICAL CONTROL POINTS) PADA PRODUKSI TEH BOTOL DI SEMARANG. Other thesis, Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Katolik Soegijapranata.

[img]
Preview
Text (COVER)
01.70.0013 Gracesylia S COVER.pdf

Download (437kB) | Preview
[img] Text (BAB I)
01.70.0013 Gracesylia S BAB I.pdf
Restricted to Registered users only

Download (964kB)
[img] Text (BAB II)
01.70.0013 Gracesylia S BAB II.pdf
Restricted to Registered users only

Download (354kB)
[img] Text (BAB III)
01.70.0013 Gracesylia S BAB III.pdf
Restricted to Registered users only

Download (2MB)
[img] Text (BAB IV)
01.70.0013 Gracesylia S BAB IV.pdf
Restricted to Registered users only

Download (1MB)
[img]
Preview
Text (DAFTAR PUSTAKA)
01.70.0013 Gracesylia S DAFTAR PUSTAKA.pdf

Download (211kB) | Preview
[img]
Preview
Text (LAMPIRAN)
01.70.0013 Gracesylia S LAMPIRAN.pdf

Download (276kB) | Preview

Abstract

Teh merupakan nunuman terpopuler di dunia selain air dan hasil penjualan teh botol tiap hari untuk wilayah Jawa Tengah adalah kurang Iebih 15.000 krat atau 360.000 botol (1 krat berisi 24 botol). Akan tetapi, pada bahan baku dan selama proses pengolahan teh botol terdapat kenlungkinan terjadinya bahaya kontaminasi oleh mikroba dan adanya bahaya cemaran Iogam berate Oleh karena itu, harus ada jaminan mutu dan keamanan produk t~1-j botol yang telah beredar di masyarakat. Salah satu pendekatan yang dapat dilakukan adalah dengan sistem HACCP (Hazard Analysis Critical Control Point) untillc menjamin keamanan produksi teh botol tersebut. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menjamin mutu dan keam3fian ptoduk teh ootol di salah satu ptodusen teh dalarn kemasan di Jawa Tengah dengan menerapkan sistem HAGCP agar tidak merugikan konsumen, bermanfaat untuk meningkatkan kepercayaan konsumen dan dapat mcncegah penarikan proouk dari pasaran. Metode yang digunakan terdiri dari 4 tahap yaitu observasi, analisa bahaya dan penentuan titik kritisnya, pengujian laboratorium, dan penentuan tindakan koreksi. Hasil studi menunjukkan bahwa titik kendali krltislCCP (Critical Control Points) untuk bahan baku adalah adanya bahaya mikrobiologi yaitu kapang pada teh kering dan bahaya kimia yaitu cemaran logam berat (teh kering, air sumur, gula pasir) dan nitrit Prada air sumur. Sedangkan titik kendali kritislCCP untuk proses pengolahan teh tol ada!ah proses pasteurisasi, pencucian botol di Lye I, pencucian botol di fresh water, filling, crowner daD. sortasi akhir. Hasil pengujian di laboratorium menunjukkan bahwa bahaya mikrobiologi dan bahaya kimia pada bahan baku dan proses pengolahan teh bOtol masih di bawaH standar yang telah ditetapkan. Penerapan sistem HACCP pada bahan baku dan proses pengolahan harns dim6mt6t dengan peiiguji8ii di laootat6riuiil sCCatil betkala dati terookuIiienwi

Item Type: Thesis (Other)
Subjects: > 660 Chemical engineering > 664 Food technology > Food processing
> 660 Chemical engineering > Chemical Technology
Divisions: Faculty of Agricultural Technology > Department of Food Technology
Depositing User: Mrs Christiana Sundari
Date Deposited: 19 Oct 2016 03:52
Last Modified: 19 Oct 2016 03:52
URI: http://repository.unika.ac.id/id/eprint/12163

Actions (login required)

View Item View Item