PENGGUNAAN BEBERAPA KONSENTRASI LARUTAN GARAM DAPUR UNTUK MEREDUKSI CEMARAN FORMALIN PADA MIE BASAH

PRASETYO, LAURENTIUS NUGROHO ADI (2016) PENGGUNAAN BEBERAPA KONSENTRASI LARUTAN GARAM DAPUR UNTUK MEREDUKSI CEMARAN FORMALIN PADA MIE BASAH. Other thesis, PRODI TEKNOLOGI PANGAN UNIKA SOEGIJAPRANATA.

[img]
Preview
Text (COVER)
08.70.0117 Laurentius Nugroho Adi Prasetyo COVER.pdf

Download (347kB) | Preview
[img] Text (BAB I)
08.70.0117 Laurentius Nugroho Adi Prasetyo BAB I.pdf
Restricted to Registered users only

Download (152kB)
[img] Text (BAB II)
08.70.0117 Laurentius Nugroho Adi Prasetyo BAB II.pdf
Restricted to Registered users only

Download (905kB)
[img] Text (BAB III)
08.70.0117 Laurentius Nugroho Adi Prasetyo_BAB III.pdf
Restricted to Registered users only

Download (312kB)
[img] Text (BAB IV)
08.70.0117 Laurentius Nugroho Adi Prasetyo BAB IV.pdf
Restricted to Registered users only

Download (116kB)
[img] Text (BAB V)
08.70.0117 Laurentius Nugroho Adi Prasetyo BAB V.pdf
Restricted to Registered users only

Download (40kB)
[img]
Preview
Text (DAFTAR PUSTAKA)
08.70.0117 Laurentius Nugroho Adi Prasetyo DAFTAR PUSTAKA.pdf

Download (86kB) | Preview
[img]
Preview
Text (LAMPIRAN)
08.70.0117 Laurentius Nugroho Adi Prasetyo LAMPIRAN.pdf

Download (200kB) | Preview

Abstract

Mie basah merupakan produk dengan masa simpan pendek, sehingga banyak produsen yang memanfaatkan celah ini untuk berbuat curang dengan menambahkan formalin sebagai pengawet. Formalin digolongkan sebagai bahan kimia yang peruntukannya bukan untuk bahan pangan.Perendaman dalam larutan garam diharapkan mampu mengurangi kadar formalin yang terdapat dalam mie basah sebelum dilakukan pengolahan. Penelitian ini dilakukan dengan cara memproduksi mie basah sendiri dengan resep yang sesuai dengan skala home industry mie basah dengan penambahan formalin yang berbeda yaitu 0 ppm, 250 ppm, 500 ppm, dan 1000 ppm dan dilakukan dalam 3 batch. Mie basah diamati secara visual (warna, lendir, jamur, dan bau) setiap hari selama enam hari, dan secara kimia dilakukan uji terhadap kandungan air, kandungan garam, kandungan protein, dan kandungan formalinnya.Secara visual produk mie basah dengan kadar formalin 0 ppm hanya bertahan kurang dari 40 jam dan mulai tumbuh jamur di permukaan mie basah tersebut, bau tengik, dan mulai muncul lendir. Mie basah dengan konsentrasi formalin 250 ppm pertumbuhan jamur terpantau pada hari ke 4, mie basah dengan konsentrasi 500 ppm pertumbuhan jamur terpantau pada hari ke 6, sedangkan untuk mie basah dengan konsentrasi formalin 1000 ppm hingga hari ke 7 masih memiliki keadaan yang sama seperti hari pertama dan belum terpantau adanya kerusakan.Secara kimiawi, kadar air produk mie basah dengan konsentrasi formalin 0 ppm sebesar 58,14%, 250 ppm sebesar 58,93%, 500 ppm sebesar 58,52%, 1000 ppm sebesar 59,46%. Kadar garam produk mie basah dengan konsentrasi formalin 0 ppm sebesar 4,45%, 250 ppm sebesar 4,66%, 500 ppm sebesar 4,45%, 1000 ppm sebesar 4,59%. Kadar protein produk mie basah dengan konsentrasi formalin 0 ppm sebesar 3,76%, 250 ppm sebesar 3,62%, 500 ppm sebesar 3,66%, 1000 ppm sebesar 3,66%. Kadar Formalin produk mie basah dengan konsentrasi formalin 0 ppm sebesar 1,96 ppm, 250 ppm sebesar 21,49 ppm, 500 ppm sebesar 58,87 ppm, 1000 ppm sebesar 95,47 ppm. Perlakuan perendaman ke dalam larutan garam 5% dan 10% dilakukan pada hari ke 3, perendaman dilakukan selama 1 menit dan diaduk. Kadar air produk mie basah dalam perendaman ke dalam larutan garam 5% dengan konsentrasi formalin 250 ppm sebesar 63,63%, 500 ppm sebesar 63,26%, 1000 ppm sebesar 63,91%. Kadar garam produk mie basah dalam perendaman ke dalam larutan garam 5% dengan konsentrasi formalin 250 ppm sebesar 10,63%, 500 ppm sebesar 10,58%, 1000 ppm sebesar 10,07%. Kadar protein produk mie basah dalam perendaman ke dalam larutan garam 5% dengan konsentrasi formalin 250 ppm sebesar 3,38%, 500 ppm sebesar 3,39%, 1000 ppm sebesar 3,46%. Kadar formalin produk mie basah dalam perendaman dengan larutan garam 5% dan konsentrasi formalin 250 ppm sebesar 19,09 ppm, 500 ppm sebesar 41,75 ppm, 1000 ppm sebesar 63,19 ppm. Kadar air produk mie basah dalam perendaman ke dalam larutan garam 10% dengan konsentrasi formalin 250 ppm sebesar 61,50%, 500 ppm sebesar 61,81%, 1000 ppm sebesar 62,47%. Kadar garam produk mie basah dalam perendaman ke dalam larutan garam 10% dengan konsentrasi formalin 250 ppm sebesar 16,64%, 500 ppm sebesar 15,84%, 1000 ppm sebesar 15,92%. Kadar protein produk mie basah dalam perendaman ke dalam larutan garam 10% dengan konsentrasi formalin 250 ppm sebesar 3,15%, 500 ppm sebesar 2,96%, 1000 ppm sebesar 3,10%. Kadar Formalin produk mie basah dalam perendaman ke dalam larutan garam 10% dengan konsentrasi formalin 250 ppm sebesar 16,44 ppm,

Item Type: Thesis (Other)
Subjects: > 660 Chemical engineering > 664 Food technology
> 660 Chemical engineering > 664 Food technology > Food processing
Divisions: Faculty of Agricultural Technology > Department of Food Technology
Depositing User: Mrs Christiana Sundari
Date Deposited: 03 Oct 2016 05:26
Last Modified: 03 Oct 2016 05:26
URI: http://repository.unika.ac.id/id/eprint/11489

Actions (login required)

View Item View Item