SAPUTRA, VINCENTSIUS (2026) PENGARUH FRAUD HEXAGON TERHADAP PLAGIARISME MAHASISWA AKUNTANSI KOTA SEMARANG DENGAN PEMAHAMAN AI CHATGPT SEBAGAI MODERASI. S1 thesis, UNIVERSITAS KATOLIK SOEGIJAPRANATA SEMARANG.
|
Text
22.G1.0053 - VINCENTSIUS SAPUTRA-COVER_a.pdf Download (715kB) | Preview |
|
|
Text
22.G1.0053 - VINCENTSIUS SAPUTRA-ISI _a.pdf Restricted to Registered users only Download (1MB) |
||
|
Text
22.G1.0053 - VINCENTSIUS SAPUTRA-DAPUS _a.pdf Download (834kB) | Preview |
|
|
Text
22.G1.0053 - VINCENTSIUS SAPUTRA-LAMP _a.pdf Restricted to Registered users only Download (1MB) |
Abstract
Plagiarisme masih menjadi salah satu bentuk pelanggaran integritas akademik yang banyak ditemukan di lingkungan perguruan tinggi. Perkembangan teknologi, khususnya Artificial Intelligence (AI) seperti ChatGPT, semakin mempermudah mahasiswa memperoleh informasi dan menyusun tugas, tetapi di sisi lain juga berpotensi meningkatkan penyalahgunaan dalam bentuk plagiarisme. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh faktor-faktor dalam Fraud Hexagon, yaitu tekanan, kesempatan, rasionalisasi, kemampuan, arogansi, dan kolusi terhadap perilaku plagiarisme mahasiswa akuntansi di Kota Semarang, dengan pemahaman AI ChatGPT sebagai variabel moderasi. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan teknik survei melalui penyebaran kuesioner kepada mahasiswa akuntansi dari beberapa perguruan tinggi di Kota Semarang yang memiliki akreditasi unggul. Data dianalisis menggunakan metode Partial Least Squares-Structural Equation Modeling (PLS-SEM) melalui aplikasi SmartPLS 4 untuk menguji hubungan antarvariabel serta pengaruh moderasi pemahaman AI ChatGPT. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rasionalisasi, arogansi, dan kolusi berpengaruh positif terhadap perilaku plagiarisme mahasiswa. Sebaliknya, tekanan, kesempatan, dan kemampuan tidak terbukti memberikan pengaruh yang signifikan terhadap plagiarisme. Pada pengujian variabel moderasi, pemahaman AI ChatGPT terbukti mampu memoderasi hubungan antara tekanan dan kesempatan terhadap plagiarisme. Namun, pemahaman AI ChatGPT tidak mampu memoderasi hubungan rasionalisasi, kemampuan, arogansi, maupun kolusi terhadap perilaku plagiarisme. Temuan ini menunjukkan bahwa faktor psikologis dan sosial masih menjadi pendorong utama terjadinya plagiarisme, sementara pemahaman terhadap AI ChatGPT hanya berperan pada kondisi tertentu. Oleh karena itu, perguruan tinggi perlu memperkuat pendidikan mengenai etika akademik, meningkatkan literasi penggunaan AI secara bertanggung jawab, serta memperketat sistem pengawasan untuk meminimalkan terjadinya plagiarisme di era digital.
| Item Type: | Thesis (S1) |
|---|---|
| Subjects: | 600 Technology (Applied sciences) > 650 Management > 657 Accounting |
| Divisions: | Faculty of Economics and Business > Department of Accounting |
| Depositing User: | mr Dwi Purnomo |
| Date Deposited: | 28 Oct 2026 04:41 |
| Last Modified: | 28 Oct 2026 04:41 |
| URI: | http://repository.unika.ac.id/id/eprint/40535 |
| Keywords: | Fraud Hexagon, Plagiarisme, Artificial Intelligence, ChatGPT, Pemahaman AI, Mahasiswa Akuntansi |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
