ANALISIS PERBANDINGAN PREDIKSI KEBANGKRTUANANALISIS PERBANDINGAN PREDIKSI KEBANGKRUTAN MENGGUNAKAN METODE ALTMAN Z-SCORE, SPRINGATE, ZMIJEWSKI, DAN GROVER PADA PERUSAHAAN MANUFAKTUR SUB-SEKTOR TEKSTIL DAN GARMEN YANG TERDAFTAR DI BURSA EFEK INDONESIA PERIODE 2020–2025

PRATAMA, BENEDIKTUS HENDRA DWI (2026) ANALISIS PERBANDINGAN PREDIKSI KEBANGKRTUANANALISIS PERBANDINGAN PREDIKSI KEBANGKRUTAN MENGGUNAKAN METODE ALTMAN Z-SCORE, SPRINGATE, ZMIJEWSKI, DAN GROVER PADA PERUSAHAAN MANUFAKTUR SUB-SEKTOR TEKSTIL DAN GARMEN YANG TERDAFTAR DI BURSA EFEK INDONESIA PERIODE 2020–2025. S1 thesis, UNIVERSITAS KATOLIK SOEGIJAPRANATA SEMARANG.

[img]
Preview
Text
22.D1.0124 - BENEDIKTUS HENDRA DWI PRATAMA-COVER_a.pdf

Download (857kB) | Preview
[img] Text
22.D1.0124 - BENEDIKTUS HENDRA DWI PRATAMA-ISI_a.pdf
Restricted to Registered users only

Download (1MB)
[img]
Preview
Text
22.D1.0124 - BENEDIKTUS HENDRA DWI PRATAMA-DAPUS _a.pdf

Download (880kB) | Preview
[img] Text
22.D1.0124 - BENEDIKTUS HENDRA DWI PRATAMA-LAMP _a.pdf
Restricted to Registered users only

Download (894kB)

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk membandingkan hasil prediksi kebangkrutan (financial distress) dari empat model, yaitu Altman Z-Score, Springate, Zmijewski, dan Grover, pada perusahaan manufaktur sub-sektor tekstil dan garmen yang tercatat di Bursa Efek Indonesia selama 2020– 2025. Karena bersifat komparatif, penelitian ini tidak memakai variabel independen maupun dependen dan hanya membandingkan klasifikasi kondisi keuangan yang dihasilkan keempat model. Pendekatan yang digunakan adalah kuantitatif dengan data sekunder dari laporan keuangan perusahaan. Sampel yang dipilih melalui purposive sampling mencakup 14 perusahaan dengan total 84 observasi perusahaan-tahun. Hasil klasifikasi dikodekan sebagai variabel dummy (0 = non-distress; 1 = distress dan grey zone), lalu diuji dengan Cochran's Q Test dan dilanjutkan dengan uji post-hoc McNemar Test yang memakai koreksi Bonferroni (α = 0,0083). Temuan penelitian memperlihatkan adanya perbedaan yang signifikan pada klasifikasi keempat model secara keseluruhan (Cochran's Q = 19,255; Asymp. Sig. < 0,001). Pada perbandingan berpasangan, perbedaan signifikan muncul pada Altman Z-Score dengan Springate, Altman ZScore dengan Grover, dan Springate dengan Grover. Adapun pasangan Altman Z-Score dengan Zmijewski, Springate dengan Zmijewski, dan Zmijewski dengan Grover tidak menunjukkan perbedaan yang signifikan. Springate menjadi model yang paling ketat, dengan 61 dari 84 observasi dikategorikan distress, sedangkan Zmijewski dan Grover lebih longgar karena mengelompokkan lebih dari 60% observasi sebagai non-distress. Dengan demikian, perusahaan yang sama dapat memperoleh penilaian yang berlainan tergantung model yang dipakai. Perbedaan tersebut berakar dari variasi rasio keuangan, bobot koefisien, dan batas cut-off pada setiap model. Karena itu, investor dan kreditor sebaiknya tidak bertumpu pada satu model saja, melainkan juga mempertimbangkan laporan keuangan, arus kas, dan kondisi industri. Untuk penelitian berikutnya, disarankan memperpanjang periode pengamatan, memperluas cakupan ke sektor lain, membandingkan prediksi dengan kejadian kebangkrutan yang sebenarnya untuk menilai akurasi, serta mengukur tingkat kesepakatan antarmodel dengan koefisien Kappa.

Item Type: Thesis (S1)
Subjects: 600 Technology (Applied sciences) > 650 Management
Divisions: Faculty of Economics and Business > Department of Management
Depositing User: mr Dwi Purnomo
Date Deposited: 26 Oct 2026 05:13
Last Modified: 26 Oct 2026 05:13
URI: http://repository.unika.ac.id/id/eprint/40496
Keywords: Financial Distress, Prediksi Kebangkrutan, Altman Z-Score, Springate, Zmijewski, Grover, Cochran’s Q Test, McNemar Test, Tesktil dan Garmen

Actions (login required)

View Item View Item