KEBIJAKAN HUKUM PENGELOLAAN TRANSPLANTASI ORGAN BERBASIS DONOR MATI BATANG OTAK/MATI OTAK DI INDONESIA

DEBIANA DEWI SUDRADJAT, DEBIANA DEWI SUDRADJAT (2026) KEBIJAKAN HUKUM PENGELOLAAN TRANSPLANTASI ORGAN BERBASIS DONOR MATI BATANG OTAK/MATI OTAK DI INDONESIA. S2 thesis, UNIVERSITAS KATOLIK SOEGIJAPRANATA SEMARANG.

[img]
Preview
Text
24.C2.0028 - DEBIANA DEWI SUDRADJAT-COVER_a.pdf

Download (1MB) | Preview
[img] Text
24.C2.0028 - DEBIANA DEWI SUDRADJAT-ISI _a.pdf
Restricted to Registered users only

Download (2MB)
[img]
Preview
Text
24.C2.0028 - DEBIANA DEWI SUDRADJAT-DAPUS_a.pdf

Download (996kB) | Preview
[img] Text
24.C2.0028 - DEBIANA DEWI SUDRADJAT-LAMP _a.pdf
Restricted to Registered users only

Download (5MB)

Abstract

Peningkatan kasus penyakit degeneratif di Indonesia memicu lonjakan kebutuhan transplantasi organ, namun sistem pelayanan kesehatan nasional menghadapi kendala serius berupa keterbatasan donor hidup (living donor) yang berimplikasi pada maraknya praktik ilegal perdagangan organ tubuh manusia lintas negara. Pemanfaatan donor mati berbasis kematian batang otak atau mati otak (MBO/MO) berpotensi besar menjadi solusi klinis yang berharga, namun hingga saat ini pelaksanaan transplantasi organ dari donor jenazah tersebut belum pernah terealisasi di Indonesia. Berdasarkan hal tersebut, penelitian ini merumuskan permasalahan mengenai bagaimana pengaturan hukum positif di Indonesia terkait transplantasi organ dengan sumber donor MBO/MO, bagaimana kecukupan pengaturan tersebut, serta bagaimana arah pembentukan kebijakan hukum yang ideal (ius constituendum) di masa mendatang. Penelitian ini menggunakan metode penelitian yuridis normatif atau doktrinal dengan pendekatan perundang-undangan, yang dilengkapi dengan wawancara mendalam dan studi dokumentasi. Data dianalisis secara kualitatifdeskriptif melalui penelaahan terhadap peraturan perundang-undangan, doktrin hukum, prinsip bioetika, serta praktik internasional terkait transplantasi organ. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengaturan hukum transplantasi organ dengan sumber donor MBO/MO di Indonesia telah memiliki dasar normatif, namun masih terdapat kelemahan dalam aspek kepastian hukum, kelembagaan, pengawasan, mekanisme persetujuan donor, serta sistem registrasi dan distribusi organ. Oleh karena itu, diperlukan pembentukan kebijakan hukum yang lebih komprehensif, terintegrasi, dan berbasis pada prinsip keadilan, kemanusiaan, kemanfaatan, serta pelindungan hak asasi manusia guna mewujudkan sistem transplantasi organ yang transparan, aman, dan berkelanjutan di Indonesia.

Item Type: Thesis (S2)
Subjects: 300 Social Sciences > 340 Law
Divisions: Graduate Program in Master of Law
Depositing User: mr Dwi Purnomo
Date Deposited: 22 Oct 2026 08:26
Last Modified: 22 Oct 2026 08:26
URI: http://repository.unika.ac.id/id/eprint/40445
Keywords: Kebijakan Hukum, Transplantasi Organ, Mati Batang Otak/Mati Otak, Wasiat Medik, Bioetika

Actions (login required)

View Item View Item