PERAN BANK DARAH RUMAH SAKIT (BDRS) DALAM PELAYANAN TRANSFUSI DARAH DI RSUD R. MOH. NOH NUR KABUPATEN BOGOR UNTUK MEWUJUDKAN HAK ATAS PELAYANAN KESEHATAN

KRISSINTA, MEDITYAS WINDA (2026) PERAN BANK DARAH RUMAH SAKIT (BDRS) DALAM PELAYANAN TRANSFUSI DARAH DI RSUD R. MOH. NOH NUR KABUPATEN BOGOR UNTUK MEWUJUDKAN HAK ATAS PELAYANAN KESEHATAN. S2 thesis, UNIVERSITAS KATOLIK SOEGIJAPRANATA SEMARANG.

[img]
Preview
Text
23.C2.0109 - MEDITYAS WINDA KRISSINTA, DR., SP.PK-COVER_a.pdf

Download (694kB) | Preview
[img] Text
23.C2.0109 - MEDITYAS WINDA KRISSINTA, DR., SP.PK-ISI _a.pdf
Restricted to Registered users only

Download (1MB)
[img]
Preview
Text
23.C2.0109 - MEDITYAS WINDA KRISSINTA, DR., SP.PK-DAPUS _a.pdf

Download (868kB) | Preview
[img] Text
23.C2.0109 - MEDITYAS WINDA KRISSINTA, DR., SP.PK-LAMP _a.pdf
Restricted to Registered users only

Download (1MB)

Abstract

Pelayanan darah merupakan pelayanan kesehatan yang berperan penting dalam mendukung keselamatan pasien, khususnya dalam kasus pendarahan termasuk pendarahan pada wanita hamil, anemia berat, trauma, tindakan operasi, dan pasien penyakit ginjal kronis yang menjalani hemodialisis. Ketersediaan darah dan produk darah yang aman dan berkualitas sangat penting untuk memenuhi kebutuhan medis dan mengurangi risiko kematian. Pemerintah berkewajiban menjamin terselenggaranya pelayanan darah yang memenuhi standar keamanan, mutu, aksesibilitas, dan kesinambungan pelayanan bagi masyarakat. Tujuan penelitian untuk mengetahui pengaturan tentang peran, pelaksanaan dan faktor-faktor apa saja yang mempengaruhi bank darah rumah sakit (BDRS) dalam pelayanan transfusi darah. Penelitian ini dilaksanakan di RSUD R. Moh. Noh Nur Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Jarak dari RSUD R. Moh. Noh Nur Kabupaten Bogor ke PMI Kabupaten Bogor dan ke PMI Kota Bogor cukup jauh dan lama perjalanan. Metode penelitian menggunakan metode yuridis-sosiologis dengan pendekatan kualitatif, Proses analisis dilakukan melalui wawancara mendalam metode purposive sampling, observasi lapangan dan studi pustaka. Hasil penelitian menunjukkan bahwa BDRS telah memiliki dasar hukum dan melaksanakan pelayanan sesuai standar melalui pelayanan 24 jam, kerja sama dengan PMI, pengendalian mutu, monitoring dan evaluasi, serta pencatatan pelayanan. BDRS juga menjalankan peran fakultatif melalui pelaporan reaksi transfusi, kegiatan donor darah, dan edukasi keluarga pasien. Pelaksanaan peran BDRS dipengaruhi faktor yuridis, sosial, dan teknis. Diperlukan penguatan regulasi pusat dan daerah serta peningkatan tata kelola, sumber daya manusia, dan sarana pendukung untuk mengoptimalkan pelayanan transfusi darah dalam pemenuhan hak atas pelayanan kesehatan.

Item Type: Thesis (S2)
Subjects: 300 Social Sciences > 340 Law
Divisions: Graduate Program in Master of Law
Depositing User: mr Dwi Purnomo
Date Deposited: 22 Oct 2026 08:25
Last Modified: 22 Oct 2026 08:25
URI: http://repository.unika.ac.id/id/eprint/40438
Keywords: Peran, Hak atas pelayanan kesehatan, Pelayanan darah, RSUD R. Moh. Noh Nur, Kabupaten Bogor

Actions (login required)

View Item View Item