ANGGA ILHAM MAULANA, ANGGA ILHAM MAULANA and DHIMAS SURYA FIRMAN H., DHIMAS SURYA FIRMAN H. (2026) PENGARUH PENGGUNAAN ABU ECENG GONDOK SEBAGAI BAHAN TAMBAH PADA BETON TERHADAP KUAT TEKAN DAN KUAT TARIK BELAH BETON HALAMAN JUDUL. S1 thesis, UNIVERSITAS KATOLIK SOEGIJAPRANATA SEMARANG.
|
Text
21.B1.0025 - ANGGA ILHAM MAULANA-21.B1.0068 - DHIMAS SURYA FIRMAN HADITA-COVER_a.pdf Download (799kB) | Preview |
|
|
Text
21.B1.0025 - ANGGA ILHAM MAULANA-21.B1.0068 - DHIMAS SURYA FIRMAN HADITA-ISI _a.pdf Restricted to Registered users only Download (5MB) |
||
|
Text
21.B1.0025 - ANGGA ILHAM MAULANA-21.B1.0068 - DHIMAS SURYA FIRMAN HADITA-DAPUS_a.pdf Download (766kB) | Preview |
|
|
Text
21.B1.0025 - ANGGA ILHAM MAULANA-21.B1.0068 - DHIMAS SURYA FIRMAN HADITA-LAMP _a.pdf Restricted to Registered users only Download (5MB) |
Abstract
Perkembangan infrastruktur yang semakin pesat meningkatkan kebutuhan material konstruksi yang memiliki kekuatan baik sekaligus mendukung pembangunan berkelanjutan. Salah satu material alternatif yang berpotensi digunakan adalah abu eceng gondok yang dapat dimanfaatkan sebagai bahan tambah pada beton. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan abu eceng gondok terhadap kuat tekan dan kuat tarik belah beton serta menentukan proporsi optimum penggunaannya. Benda uji yang digunakan berupa silinder berdiameter 15 cm dan tinggi 30 cm dengan mutu rencana minimum fc’ 17 MPa. Variasi penambahan abu eceng gondok adalah 0%, 5%, 10%, 15%, dan 20% terhadap berat semen. Pengujian meliputi uji slump, kuat tekan, dan kuat tarik belah pada umur 7 dan 28 hari. Karakteristik kimia abu eceng gondok dianalisis menggunakan X-Ray Fluorescence (XRF). Hasil pengujian menunjukkan kandungan SiO₂ sebesar 40,97%, Al₂O₃ sebesar 10,21%, Fe₂O₃ sebesar 20,17%, dan CaO sebesar 9,79%, dengan total kandungan oksida pozzolanik sebesar 71,35%. Penambahan abu eceng gondok sebesar 5% menghasilkan nilai tertinggi pada pengujian kuat tekan dan kuat tarik belah. Pada umur 28 hari, kuat tekan meningkat dari 20,95 MPa pada beton normal menjadi 24,38 MPa, sedangkan kuat tarik belah meningkat dari 1,89 MPa menjadi 2,30 MPa. Berdasarkan regresi polinomial, proporsi optimum diperoleh sebesar 1,41% untuk kuat tekan dengan nilai 22,17 MPa dan 6,58% untuk kuat tarik belah dengan nilai 2,09 MPa. Penelitian selanjutnya disarankan menggunakan variasi kadar yang lebih rinci di sekitar nilai optimum, meninjau suhu dan waktu pembakaran serta kehalusan abu, mengoptimalkan workability menggunakan superplasticizer, dan mengembangkan pengujian pada aspek durabilitas beton.
| Item Type: | Thesis (S1) |
|---|---|
| Subjects: | 600 Technology (Applied sciences) > 620 Engineering > 624 Civil engineering |
| Divisions: | Faculty of Engineering > Department of Civil Engineering |
| Depositing User: | mr Dwi Purnomo |
| Date Deposited: | 22 Oct 2026 08:05 |
| Last Modified: | 22 Oct 2026 08:05 |
| URI: | http://repository.unika.ac.id/id/eprint/40403 |
| Keywords: | abu eceng gondok, beton, bahan tambah, kuat tekan, kuat tarik belah, X-ray fluorescence |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
