SUGIHARTO, LAURA FLORENCIA (2026) HUBUNGAN JENIS KELAMIN DAN DURASI BERMAIN GIM DARING DENGAN INTERNET GAMING DISORDER PADA MAHASISWA TAHUN PERTAMA PRODI SARJANA PSIKOLOGI UNIVERSITAS KATOLIK SOEGIJAPRANATA. S1 thesis, UNIVERSITAS KATOLIK SOEGIJAPRANATA SEMARANG.
|
Text
22.P1.0040 - LAURA FLORENCIA SUGIHARTO-COVER_a.pdf Download (1MB) | Preview |
|
|
Text
22.P1.0040 - LAURA FLORENCIA SUGIHARTO-ISI_a.pdf Restricted to Registered users only Download (2MB) |
||
|
Text
22.P1.0040 - LAURA FLORENCIA SUGIHARTO-DAPUS_a.pdf Download (882kB) | Preview |
|
|
Text
22.P1.0040 - LAURA FLORENCIA SUGIHARTO-LAMP_a.pdf Restricted to Registered users only Download (3MB) |
Abstract
Latar Belakang : Internet gaming disorder (IGD) merupakan gangguan perilaku akibat bermain gim daring secara berlebihan yang dapat berdampak pada fungsi akademik, sosial, serta kesehatan mental. Mahasiswa tahun pertama berada pada fase transisi yang rentan mengalami gangguan kesehatan mental sehingga berpotensi menggunakan gim daring sebagai mekanisme koping. Tujuan penelitian ini adalah untuk melihat hubungan antara jenis kelamin dan durasi bermain gim dengan IGD. Metode : Desain penelitian yang digunakan adalah potong lintang. Melibatkan 72 mahasiswa tahun pertama program pendidikan sarjana psikologi Universitas Katolik Soegijapranata yang berusia 17–19 tahun dan bermain gim daring. Pengambilan sampel menggunakan teknik pengambilan sampel purposif. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner demografis, perilaku bermain gim, dan Internet Gaming Disorder Test-10 (IGDT-10). Analisis data dilakukan menggunakan uji Fisher’s Exact Test. Hasil : Sebanyak 9 mahasiswa (12,5%) dari 72 responden memenuhi kriteria Internet Gaming Disorder (IGD) berdasarkan skor IGDT-10. Uji Fisher's Exact Test menunjukkan tidak ditemukan perbedaan yang bermakna secara statistik dalam kejadian IGD antara laki-laki dan perempuan (p = 0,433; OR = 0,571; 95% CI: 0,127–2,581). Sebaliknya, durasi bermain gim daring berhubungan secara bermakna dengan IGD (p = 0,020), dengan mahasiswa yang bermain gim daring >30 jam per minggu (>4,5 jam/hari) memiliki odds 5,875 kali lebih tinggi untuk mengalami IGD dibandingkan mahasiswa yang bermain kurang dari itu (OR = 5,875; 95% CI: 1,314–26,265). Kesimpulan : Durasi bermain gim >30 jam per minggu atau >4,5 jam/hari berhubungan secara bermakna dengan peningkatan risiko IGD pada mahasiswa, sedangkan jenis kelamin tidak menunjukkan perbedaan yang bermakna terhadap kejadian IGD.
| Item Type: | Thesis (S1) |
|---|---|
| Subjects: | 600 Technology (Applied sciences) > 610 Medicine and health |
| Divisions: | Faculty of Medicine |
| Depositing User: | mr Dwi Purnomo |
| Date Deposited: | 22 Oct 2026 08:02 |
| Last Modified: | 22 Oct 2026 08:02 |
| URI: | http://repository.unika.ac.id/id/eprint/40393 |
| Keywords: | Internet Gaming Disorder, jenis kelamin, durasi bermain gim |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
