KONSERVASI INTEGRATIF PAUS BERBASIS KOSMOLOGI MASYARAKAT ADAT LAMALERA, LEMBATA, NUSA TENGGARA TIMUR

AUR, ALEXANDER (2026) KONSERVASI INTEGRATIF PAUS BERBASIS KOSMOLOGI MASYARAKAT ADAT LAMALERA, LEMBATA, NUSA TENGGARA TIMUR. S3 thesis, UNIVERSITAS KATOLIK SOEGIJAPRANATA SEMARANG.

[img]
Preview
Text
21.O2.0003 - ALEXANDER AUR-COVER_a.pdf

Download (978kB) | Preview
[img] Text
21.O2.0003 - ALEXANDER AUR-ISI_a.pdf
Restricted to Registered users only

Download (4MB)
[img]
Preview
Text
21.O2.0003 - ALEXANDER AUR-DAPUS_a.pdf

Download (1MB) | Preview
[img] Text
21.O2.0003 - ALEXANDER AUR-LAMP_a.pdf
Restricted to Registered users only

Download (631kB)

Abstract

Latar belakang penelitian ini adalah ketegangan antara kebijakan konservasi paus modern yang dikembangkan oleh pemerintah Indonesia dan komunitas konservasi internasional dengan tradisi penangkapan paus masyarakat adat Lamalera di Kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur. Penetapan Laut Sawu sebagai kawasan konservasi perairan nasional telah menimbulkan perdebatan mengenai keberlanjutan tradisi penangkapan paus yang dijalankan masyarakat Lamalera. Dalam perspektif konservasi modern, paus dipandang sebagai spesies yang harus dilindungi melalui regulasi hukum dan pendekatan ilmiah. Sebaliknya, bagi masyarakat adat Lamalera, paus merupakan bagian integral dari kosmologi hidup “Ola Nuâng–Lefa Nué” yang menghubungkan kampung (lefo), laut (lefa), perahu tradisional (tena-laja/pledang), paus (koteklema), leluhur, dan Tuhan dalam suatu sistem kehidupan yang saling terkait. Sampai saat ini, kajian yang secara komprehensif mengkaji konservasi paus melalui integrasi pengetahuan sosial-ekologis tradisional, norma hukum adat dan norma religius-spiritual, serta tata kelola adat konservasi masih sangat terbatas. Oleh karena itu, penelitian ini dilakukan untuk mengisi celah tersebut sekaligus menawarkan model konservasi paus yang lebih inklusif, partisipatif, dan berkeadilan. Tujuan penelitian ini adalah: (1) mengidentifikasi dan menganalisis struktur serta karakter pengetahuan sosialekologis tradisional masyarakat Lamalera yang terkandung dalam kosmologi hidup “Ola Nuâng–Lefa Nué”; (2) mengidentifikasi dan menganalisis struktur serta karakter norma hukum adat yang berpadu dengan norma religius-spiritual Katolik; dan (3) menganalisis sistem tata kelola adat konservasi paus yang berkembang dalam kosmologi tersebut. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan analisis interpretatif dan perspektif interdisipliner yang memadukan fenomenologi budaya, etnografi lingkungan, antropologi budaya, pluralisme hukum, dan tata kelola konservasi. Data diperoleh melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan studi dokumen. Lokasi penelitian meliputi Lamalera, Lewoleba, Kupang, dan Jakarta. Seluruh data dianalisis menggunakan teknik triangulasi untuk meningkatkan validitas, kredibilitas, dependabilitas, dan konfirmabilitas temuan penelitian. Temuan penelitian menunjukkan bahwa kosmologi hidup “Ola Nuâng– Lefa Nué” merupakan fondasi konservasi paus masyarakat adat Lamalera. Kosmologi ini mengintegrasikan kampung, laut, perahu tradisional, paus, leluhur, dan Tuhan dalam satu kesatuan relasional yang menopang kehidupan sosial, budaya, spiritual, ekonomi, dan ekologis masyarakat. Dari kosmologi tersebut beroperasi pengetahuan sosial-ekologistradisional yang diwariskan melalui ritus adat, syair, pengalaman melaut, dan praktik hidupsehari-hari. Penelitian juga menemukan bahwa norma hukum adat dan norma religiusspiritual Katolik membentuk sistem etika konservasi yang mengatur ritus pembukaan musimmelaut, penangkapan paus secara selektif, penggunaan teknologi tradisional yang ramah lingkungan, pembagian hasil tangkapan secara adil, penghormatan terhadap lingkungan,serta tanggung jawab sosial terhadap kelompok rentan. Selain itu, tata kelola adat konservasi paus memiliki karakter kolektif, partisipatif, adil, dan berkelanjutan yang diwujudkan melalui ritus pembukaan musim melaut, persiapan spiritual, penangkapan selektif, distribusi hasil berdasarkan solidaritas sosial, dan pewarisan nilai-nilai konservasi kepada generasi berikutnya. Hasil triangulasi menunjukkan bahwa pengetahuan sosial-ekologis tradisional,norma hukum adat, norma religius-spiritual Katolik, dan tata kelola adat membentuk sistemkonservasi paus yang inklusif, efektif, dan berkelanjutan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa konservasi paus masyarakat adat Lamalera tidak dapat dipahami semata-mata sebagai aktivitas pemanfaatan sumber daya laut, melainkan sebagai sistem kehidupan yang berakarpada kosmologi “Ola Nuâng–Lefa Nué”. Sistem ini mengandung dimensi epistemologis,normatif, dan praktis yang saling terintegrasi dalam menjaga keseimbangan relasi antaramanusia, laut, paus, leluhur, dan Tuhan. Oleh karena itu, konservasi paus pada masa depan perlu dibangun melalui negosiasi pengetahuan tradisional dan pengetahuan ilmiah, antarahukum adat dan hukum positif, serta antara tata kelola adat dan tata kelola konservasimodern. Model konservasi integratif paus yang berakar pada kosmologi masyarakat adatyang dihasilkan penelitian ini menawarkan pendekatan yang lebih inklusif, adil, partisipatif,dan berkelanjutan dalam pengelolaan sumber daya laut, sekaligus menghormati hak-hak dan kosmologi hidup masyarakat adat Lamalera.

Item Type: Thesis (S3)
Subjects: 300 Social Sciences
Divisions: Faculty of Environmental Science and Technology > Doctoral Program in Environmental Science
Depositing User: mr Dwi Purnomo
Date Deposited: 22 Oct 2026 07:43
Last Modified: 22 Oct 2026 07:43
URI: http://repository.unika.ac.id/id/eprint/40378
Keywords: Konservasi integratif, kosmologi masyarakat adat Lamalera, pengetahuan sosial-ekologis tradisional, norma hukum adat, tata kelola adat

Actions (login required)

View Item View Item