WIDOWATI, IDA RAHAYU (2026) MODEL MALADAPTIF SPASIAL KUANTITATIF SEBAGAI PENDEKATAN STRATEGIS PENGEMBANGAN KAWASAN PESISIR BERSEJARAH (STUDI KASUS KAMPUNG MELAYU SEMARANG). S3 thesis, UNIVERSITAS KATOLIK SOEGIJAPRANATA SEMARANG.
|
Text
19.O2.0003 - IDA RAHAYU WIDOWATI-COVER_a.pdf Download (868kB) | Preview |
|
|
Text
19.O2.0003 - IDA RAHAYU WIDOWATI-ISI_a.pdf Restricted to Registered users only Download (3MB) |
||
|
Text
19.O2.0003 - IDA RAHAYU WIDOWATI-DAPUS_a.pdf Download (815kB) | Preview |
|
|
Text
19.O2.0003 - IDA RAHAYU WIDOWATI-LAMP_a.pdf Restricted to Registered users only Download (2MB) |
Abstract
Kawasan pesisir bersejarah di Indonesia menghadapi dilema ganda antara tuntutan konservasi warisan budaya dan tekanan adaptasi terhadap rob serta amblesan tanah. Penerapan kebijakan tata ruang yang seragam seperti KDB 60% terbukti menjadi pemicu maladaptasi spasial karena tidak mampu membaca kerentanan historis tapak. Kampung Melayu Kota Semarang merupakan representasi dari permasalahan ini, di mana konflik terjadi antara fungsi permukiman padat dengan status kawasan konservasi. Penelitian ini bertujuan untuk merumuskan Model Maladaptif Spasial Kuantitatif (MMSK) sebagai Pendekatan Strategis pengembangan kawasan pesisir bersejarah. Tujuan khusus: 1) Memposisikan variabel Patologis Historis (PH) sebagai kebaruan dalam konstruksi maladaptasi kuantitatif, 2) Merumuskan MMSK melalui Framework MappingCorrelation-Intersection (MCI), dan 3) Menerapkan MMSK di Kampung Melayu untuk menghasilkan rekomendasi KDB/KDH yang diskriminatifspasial. Analisis dilakukan dengan metode kuantitatif-spasial. Tahap Mapping : pengukuran 3 variabel IT, DE, PH pada 2.500 tapak. Tahap Correlation : uji GWR menghasilkan bobot w(PH)=0,40; w(IT)=0,35; w(DE)=0,25 dengan R²=0,73. Tahap Intersection : perhitungan MMSK-Score dan klasifikasi 3 Tipologi. Hasilnya berdialog dengan Teori Maladaptasi Barnett (2010), Teori Morfologi Krier (1979), dan Teori Konservasi Feilden (2003) untuk menegaskan posisi PH sebagai penjelas utama kerentanan. Kesimpulan penelitian : Model MMSK sebagai Pendekatan Strategis terbukti valid. Kebaruan utama model terletak pada operasionalisasi variabel PH yang mengkuantifikasi "sejarah" sebagai beban spasial. Model ini menghasilkan 3 Tipologi dan Matriks KDB/KDH diskriminatif: 25%-40%, 40%-25%, 60%-25%. Model ini dapat menjadi acuan penyusunan RTBL yang presisi untuk Kampung Melayu dan kawasan pesisir bersejarah serupa.
| Item Type: | Thesis (S3) |
|---|---|
| Subjects: | 300 Social Sciences |
| Divisions: | Faculty of Environmental Science and Technology > Doctoral Program in Environmental Science |
| Depositing User: | mr Dwi Purnomo |
| Date Deposited: | 22 Oct 2026 07:36 |
| Last Modified: | 22 Oct 2026 07:36 |
| URI: | http://repository.unika.ac.id/id/eprint/40376 |
| Keywords: | Model Maladaptif Spasial Kuantitatif, MMSK, Pendekatan Strategis, Kawasan Pesisir Bersejarah, Patologis Historis, MCI, KDB/KDH Diskriminatif, Kampung Melayu Semarang |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
