COOPERATIVE GOVERNANCE BERBASIS LOCAL WISDOM: STUDI INTERPRETIF PADA KOPERASI UNIT DESA MOJOSONGO KABUPATEN BOYOLALI

RAMDHAN, ANANDYA ZULFIKAR (2026) COOPERATIVE GOVERNANCE BERBASIS LOCAL WISDOM: STUDI INTERPRETIF PADA KOPERASI UNIT DESA MOJOSONGO KABUPATEN BOYOLALI. S2 thesis, UNIVERSITAS KATOLIK SOEGIJAPRANATA SEMARANG.

[img]
Preview
Text
22.G3.0008 - ANANDYA ZULFIKAR RAMDHAN-COVER_a.pdf

Download (826kB) | Preview
[img] Text
22.G3.0008 - ANANDYA ZULFIKAR RAMDHAN-ISI_a.pdf
Restricted to Registered users only

Download (3MB)
[img]
Preview
Text
22.G3.0008 - ANANDYA ZULFIKAR RAMDHAN-DAPUS_a.pdf

Download (702kB) | Preview
[img] Text
22.G3.0008 - ANANDYA ZULFIKAR RAMDHAN-LAMP_a.pdf
Restricted to Registered users only

Download (2MB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana local wisdom membentuk makna serta melegitimasi praktik cooperative governance padaKoperasi Unit Desa (KUD) Mojosongo Boyolali. Penelitian ini dilatarbelakangioleh masih dominannya kajian cooperative governance yang berorientasi padamekanisme formal organisasi, sementara peran institusi informal berupa nilai-nilaibudaya lokal dalam membentuk tata kelola koperasi belum banyak dijelaskan. Penelitian menggunakan pendekatan naturalistic inquiry dengan pendekatan kualitatif melalui desain studi kasus. Pengumpulan data dilakukan melaluiwawancara mendalam, observasi, dan studi dokumentasi terhadap pengurus, pengawas, serta pemangku kepentingan terkait. Analisis data dilakukan secarainteraktif melalui proses reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan dengan menggunakan perspektif Teori Konstruksi Sosial serta Empat Pilar Cooperative Governance yang meliputi teaming, accountable empowerment, strategic leadership, dan democracy. Hasil penelitian menunjukkan bahwa makna cooperative governance diKUD Mojosongo dikonstruksi melalui interaksi sosial yang mengintegrasikan mekanisme tata kelola formal dengan nilai-nilai local wisdom . Implementasicooperative governance diwujudkan melalui empat pilar, yaitu kolaborasiantarpemangku kepentingan (teaming), pemberdayaan yang disertai akuntabilitas(accountable empowerment), distribusi kepemimpinan berdasarkan kompetensi(strategic leadership), serta pengambilan keputusan secara partisipatif melaluimusyawarah (democracy). Penelitian juga menemukan bahwa hubungan antaralocal wisdom dan cooperative governance bersifat selektif. Nilai tepo seliro, gotong royong, dan welas asih diinstitusionalisasikan karena mampu memperkuatkolaborasi, akuntabilitas, partisipasi, dan solidaritas organisasi, sedangkan kendurilebih berfungsi sebagai praktik budaya pendukung yang memperkuat kohesi sosial, tetapi tidak sepenuhnya diinstitusionalisasikan dalam mekanisme tata kelolakoperasi. Sementara itu, nilai lek-lekan dan topo bisu tidak diadopsi karena kurang sesuai dengan kebutuhan modern cooperative governance. Kontribusi teoretis penelitian ini adalah pengembangan modelinstitusionalisasi selektif local wisdom dalam cooperative governance, yang menjelaskan bahwa praktik cooperative governance merupakan hasil proseskonstruksi sosial melalui identifikasi, seleksi, institusionalisasi, dan internalisasinilai-nilai budaya lokal yang relevan dengan kebutuhan organisasi. Model inimemperluas pengembangan Teori Konstruksi Sosial dalam konteks cooperativegovernance dengan menempatkan local wisdom sebagai mekanisme informalgovernance yang memperkuat efektivitas formal governance.

Item Type: Thesis (S2)
Subjects: 600 Technology (Applied sciences) > 650 Management > 657 Accounting
Divisions: Graduate Program in Accountancy
Depositing User: mr Dwi Purnomo
Date Deposited: 22 Oct 2026 05:37
Last Modified: 22 Oct 2026 05:37
URI: http://repository.unika.ac.id/id/eprint/40330
Keywords: cooperative governance, local wisdom, koperasi, teori konstruksi sosial

Actions (login required)

View Item View Item