WIDJAJA, GABRIEL CORNELLIUS (2026) RUMAH DUKA KRISTEN KATOLIK DI SOLO. S1 thesis, UNIVERSITAS KATOLIK SOEGIJAPRANATA SEMARANG.
|
Text
22.A1.0044 - GABRIEL CORNELLIUS WIDJAJA-COVER_a.pdf Download (872kB) | Preview |
|
|
Text
22.A1.0044 - GABRIEL CORNELLIUS WIDJAJA-DAPUS_a.pdf Download (779kB) | Preview |
|
|
Text
22.A1.0044 - GABRIEL CORNELLIUS WIDJAJA-LAMP_a.pdf Restricted to Registered users only Download (760kB) |
||
|
Text
22.A1.0044 - GABRIEL CORNELLIUS WIDJAJA-ISI_a.pdf Restricted to Registered users only Download (24MB) |
Abstract
Kota Surakarta (Solo) memiliki populasi umat Kristen Katolik yang signifikan, membentuk sekitar 20% dari total penduduk, dengan rata-rata angka kematian sekitar 3–5 orang Katolik per hari. Data ini menunjukkan adanya kebutuhan mendesak akan fasilitas rumah duka yang memadai. Saat ini, Rumah Duka Thiong Ting menjadi fasilitas utama, namun desainnya yang kental dengan corak budaya Tionghoa dianggap kurang mampu mewadahi identitas, nilai-nilai spiritual, dan tata cara liturgi Katolik yang komprehensif. Bagi umat Katolik, prosesi kedukaan adalah bagian krusial dari pelayanan pastoral, meliputi misa requiem, doa rosario, dan peringatan arwah, yang semuanya menuntut ruang peribadatan yang layak dan khidmat. Kondisi kesenjangan fungsional dan identitas kultural ini menjadi urgensi utama perancangan. Permasalahan utama yang diangkat adalah bagaimana merancang Rumah Duka Kristen Katolik yang tidak hanya memenuhi kebutuhan fungsi dasar persemayaman, tetapi juga secara arsitektural mampu menjawab kebutuhan spiritual, liturgis, dan sosial umat, sekaligus menghadirkan suasana yang tenang dan sakral. Perancangan ini menggunakan pendekatan ganda, yaitu Kritikal Regionalisme dan Arsitektur Tropis. Pendekatan Kritikal Regionalisme diterapkan untuk menghasilkan arsitektur yang berakar pada konteks lokal Solo (Jawa) dan tradisi Katolik, mensintesiskan bahasa arsitektur modern dengan unsur-unsur lokal untuk menciptakan ruang yang memiliki makna dan identitas kuat. Sementara itu, Arsitektur Tropis diimplementasikan sebagai strategi desain untuk mencapai kenyamanan termal dan menciptakan calming space yang kontemplatif, adaptif terhadap iklim Solo yang hangat. Strategi desain mencakup optimalisasi ventilasi dan pencahayaan alami, penggunaan material alam, serta integrasi Buffer Vegetatif sebagai lapisan proteksi ekologis untuk mereduksi kebisingan dari luar tapak, sehingga kesakralan ibadat tetap terjaga. Secara fungsi, rumah duka ini dirancang untuk menampung fasilitas utama seperti ruang jenazah, kapel utama yang representatif, ruang doa/rosario, ruang keluarga dengan privasi tinggi, dan hall penerimaan tamu. Fasilitas penunjang seperti ruang administrasi, kamar inap sederhana untuk keluarga yang berjaga, taman doa, dan area parkir yang memadai juga disediakan. Melalui sintesis pendekatan ini, proyek ini bertujuan untuk menghasilkan desain arsitektur rumah duka yang fungsional, adaptif, suportif terhadap proses berduka (sesuai healing architecture), dan memiliki identitas Katolik-Jawa yang kontekstual dan bermakna.
| Item Type: | Thesis (S1) |
|---|---|
| Subjects: | 700 Arts and Recreation > 720 Architecture |
| Divisions: | Faculty of Architecture and Design |
| Depositing User: | mr Dwi Purnomo |
| Date Deposited: | 19 Oct 2026 05:15 |
| Last Modified: | 19 Oct 2026 05:15 |
| URI: | http://repository.unika.ac.id/id/eprint/40282 |
| Keywords: | Rumah Duka, Katolik, Kritikal Regionalisme, Arsitektur Tropis, Solo |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
