GONDOKUSUMO, NATALIA ANGELIQA (2026) FASILITAS KESEHATAN MENTAL TERPADU DI KOTA SEMARANG. S1 thesis, UNIVERSITAS KATOLIK SOEGIJAPRANATA SEMARANG.
|
Text
22.A1.0019 - NATALIA ANGELIQA GONDOKUSUMO-COVER_a.pdf Download (852kB) | Preview |
|
|
Text
22.A1.0019 - NATALIA ANGELIQA GONDOKUSUMO - DAPUS_a.pdf Download (783kB) | Preview |
|
|
Text
22.A1.0019 - NATALIA ANGELIQA GONDOKUSUMO-ISI_a.pdf Restricted to Registered users only Download (14MB) |
||
|
Text
22.A1.0019 - NATALIA ANGELIQA GONDOKUSUMO - LAMP_a.pdf Restricted to Registered users only Download (679kB) |
Abstract
Kesehatan mental menjadi isu global hingga nasional dalam kurun waktu belakangan ini. Pada tingkat lokal atau lebih spesifiknya di Kota Semarang, isu ini juga menjadi isu yang perlu diperhatikan dengan banyaknya kasus burnout akibat stres hingga besarnya angka gangguan mental pada masyarakat usia produktif. Hal ini berbanding terbalik dengan ketersediaan fasilitas kesehatan mental di Kota Semarang. Kesehatan mental dapat diupayakan dengan 4 tahap pendekatan yang meliputi upaya penyuluhan (promotif), pencegahan (preventif), penyembuhan (kuratif), dan rehabilitasi (rehabilitatif). Fasilitas di Kota Semarang didominasi dengan upaya kuratif yang terpencar di berbagai daerah, namun kurang seimbang dengan fasilitas preventif dan rehabilitatifnya. Permasalahan tersebut menjadi urgensi untuk perancangan suatu Fasilitas Kesehatan Mental Terpadu di Kota Semarang. Fasilitas ini dirancang untuk menjadi wadah pelayanan kesehatan mental yang difokuskan pada pelayanan preventif dan rehabilitatif yang didukung fasilitas kuratif untuk melengkapi upaya kesehatan mental secara menyeluruh. Fasilitas ini diwujudkan dengan penyediaan fasilitas kesehatan holistik untuk kesehatan mental, seperti yoga, meditasi, forum konseling kelompok, hingga workshop kesenian untuk terapi seni, layanan konseling psikologis disertai layanan terapi, dan penyediaan rehabilitasi psikososial yang melayani kegiatan terapi psikososial yang membantu individu kembali berfungsi secara sosial maupun produktif. Dengan demikian, fasilitas kesehatan mental terpadu ini mendukung pemulihan mental secara menyeluruh bagi penggunanya dengan adanya lingkungan penyembuhan dan penciptaan rasa aman. Dalam perancangan bangunan fasilitas kesehatan mental, digunakan dua pendekatan yang meliputi pendekatan healing therapeutic architecture yang dikombinasikan dengan prinsip arsitektur tropis. Pendekatan ini menekankan pentingnya desain ruang yang mendukung proses penyembuhan secara psikologis, emosional, dan sosial dengan menciptakan ruang dengan suasana yang menenangkan, nyaman, dan mendorong interaksi sosial yang sehat. Prinsip arsitektur tropis diterapkan untuk menyesuaikan bangunan dengan iklim setempat yang sekaligus menghadirkan kenyamanan termal dan pencahayaan alami dalam bangunan dan mengintegrasikan ruang dalam dan luar menjadi satu kesatuan yang harmonis.
| Item Type: | Thesis (S1) |
|---|---|
| Subjects: | 700 Arts and Recreation > 720 Architecture |
| Divisions: | Faculty of Architecture and Design |
| Depositing User: | mr Dwi Purnomo |
| Date Deposited: | 14 Oct 2026 04:37 |
| Last Modified: | 14 Oct 2026 04:37 |
| URI: | http://repository.unika.ac.id/id/eprint/40265 |
| Keywords: | Burnout, Fasilitas, Gangguan Mental, Kesehatan Mental, Terpadu |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
