PERMANA, MUHAMMAD DIDAN SURYA (2026) LEMBAGA PENELITIAN DAN PENANGKARAN PRIMATA DI BOGOR. S1 thesis, UNIVERSITAS KATOLIK SOEGIJAPRANATA SEMARANG.
|
Text
19.A1.0106 - MUHAMMAD ASMARA SAPUTRA-COVER_a.pdf Download (799kB) | Preview |
|
|
Text
19.A1.0106 - MUHAMMAD ASMARA SAPUTRA-ISI_a.pdf Restricted to Registered users only Download (4MB) |
||
|
Text
19.A1.0106 - MUHAMMAD ASMARA SAPUTRA-DAPUS_a.pdf Download (771kB) | Preview |
|
|
Text
19.A1.0106 - MUHAMMAD ASMARA SAPUTRA-LAMP_a.pdf Restricted to Registered users only Download (679kB) |
Abstract
Lembaga Penelitian dan Penangkaran Primata di Bogor merupakan fasilitas konservasi terpadu yang mengintegrasikan kegiatan penelitian ilmiah, penangkaran primata secara ex-situ, serta edukasi publik dalam satu kawasan. Perancangan ini dilatarbelakangi oleh kebutuhan akan fasilitas konservasi yang tidak hanya berfungsi sebagai tempat pemeliharaan satwa, tetapi juga mampu mendukung penelitian perilaku, kesehatan, dan genetika primata serta meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap pelestarian biodiversitas. Permasalahan utama dalam perancangan meliputi pengaturan tata ruang dan sirkulasi untuk meminimalkan kontak langsung antara manusia dan primata, perancangan ruang penangkaran yang mampu mendukung perilaku alami satwa, serta iklim lembap di kawasan Cisarua, Bogor. Perancangan menggunakan tema Biophilic Architecture dengan pendekatan Ecological Behavioral Design dan Environmental Adaptation. Pendekatan Ecological Behavioral Design diterapkan dengan menjadikan karakter dan perilaku primata sebagai dasar dalam pengaturan zonasi, sirkulasi, serta pembentukan enclosure yang mendukung aktivitas alami seperti memanjat, bergerak, beristirahat, dan berinteraksi sosial. Sementara itu, Environmental Adaptation diterapkan melalui pengolahan massa yang mengikuti kontur. Hasil perancangan menghasilkan kawasan dengan pembagian zona publik, penelitian, konservasi, dan servis yang disusun berdasarkan tingkat privasi serta kebutuhan satwa, disertai pemisahan jalur sirkulasi untuk mengurangi konflik antara pengguna. Area penangkaran dirancang sebagai habitat semi-alami dengan vegetasi, elemen panjat, variasi elevasi, elemen air, dan ruang privasi yang mendukung ekspresi perilaku alami primata. Hubungan antara manusia dan satwa dikendalikan melalui jalur observasi, vegetasi pembatas, perbedaan elevasi, serta penggunaan kaca satu arah. Adaptasi terhadap kondisi tapak diwujudkan melalui massa bangunan yang mengikuti kontur, minimisasi cut and fill, serta penerapan bioswale, saluran bervegetasi, kolam resapan, dan perkerasan berpori sebagai bagian dari sistem pengelolaan air hujan. Dengan demikian, perancangan menghasilkan lingkungan konservasi yang mengintegrasikan kebutuhan satwa, kegiatan penelitian, edukasi publik, serta respons terhadap kondisi ekologis tapak dalam satu kesatuan arsitektur.
| Item Type: | Thesis (S1) |
|---|---|
| Subjects: | 700 Arts and Recreation > 720 Architecture |
| Divisions: | Faculty of Architecture and Design > Department of Architecture |
| Depositing User: | mr Dwi Purnomo |
| Date Deposited: | 13 Oct 2026 06:27 |
| Last Modified: | 13 Oct 2026 06:27 |
| URI: | http://repository.unika.ac.id/id/eprint/40243 |
| Keywords: | Primata, Konservasi Ex-Situ, Biophilic Architecture, Ecological Behavioral Design, Environmental Adaptation, Cisarua Bogor |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
