RISET IMPLEMENTASI KEBIJAKAN KESEHATAN GRATIS DAN PENYEDIAAN MAKANAN BAGI PENDAMPING PASIEN

Hartono, Edward and Sebong, Perigrinus Hermin and pradipta, anindyo and Ernestia, Henrita and Yanuarty, Maya and pukan, ferdinandus and KRISTANTI, ALBERTA WIDYA and Sutanto, Eviana Budiartanti (2026) RISET IMPLEMENTASI KEBIJAKAN KESEHATAN GRATIS DAN PENYEDIAAN MAKANAN BAGI PENDAMPING PASIEN. HKI. (Unpublished)

[img]
Preview
Text
pusat kajian.pdf

Download (745kB) | Preview

Abstract

Desentralisasi sistem kesehatan merupakan proses reformasi sektor kesehatan yang bertujuan untuk meningkatkan kinerja sistem kesehatan serta hasil kesehatan melalui pengalihan wewenang dan kekuasaan dari tingkat pusat (lebih tinggi) ke tingkat periferal (lebih rendah), yang lebih dekat dengan pengguna layanan kesehatan. Hal ini dapat dicapai dengan berbagai cara, termasuk melalui regionalisasi penyediaan layanan kesehatan, pembentukan mekanisme untuk mendelegasikan wewenang kepada lembaga kesehatan di tingkat lokal/komunitas, dan/atau pengalihan kekuasaan dari tingkat manajemen/pemerintah pusat ke tingkat daerah (Rakmawati et al., 2019; Brennan et al., 2020; Brennan et al., 2023). Desentralisasi umumnya diimplementasikan karena manfaat yang diklaimnya, seperti peningkatan pengambilan keputusan lokal yang lebih responsif serta keterlibatan yang lebih kuat dengan komunitas lokal. Namun, bukti mengenai sejauh mana manfaat tersebut serta dampak negatifnya, masih belum jelas. Dampak desentralisasi sistem kesehatan yang telah dilaporkan menunjukkan hasil yang jauh lebih positif dibandingkan dengan yang lainnya. Namun, sistem kesehatan yang terdesentralisasi kemudian disentralisasi kembali sebagai akibat dari kegagalan reformasi yang dirasakan (Kadandale et al., 2024; Sapkota et al., 2023; Sreeramareddy et al., 2019; Paramita et al., 2018; Maharani et al., 2015). Sejak diberlakukannya Undang-Undang Nomor 15 Tahun 2022 tentang pemekaran Provinsi Papua Barat, Kabupaten Fakfak menunjukkan beberapa kemajuan signifikan di sektor kesehatan. Meski demikian, Kabupaten Fakfak menghadapi tantangan multidimensi dalam mengembangkan sistem kesehatan, termasuk dalam implementasi program PHBS. Karakteristik geografis yang didominasi oleh topografi pegunungan dan hutan tropis, aksesibilitas yang terbatas, serta distribusi penduduk yang tidak merata di pedesaan merupakan faktor struktural yang memengaruhi efektivitas program kesehatan masyarakat. Kondisi sosial ekonomi masyarakat juga menunjukkan kompleksitasnya sendiri akibat tingkat sosial ekonomi, akses terhadap air bersih, serta kapasitas sistem pelayanan kesehatan. Faktor-faktor ini berkontribusi terhadap status kesehatan masyarakat (Putri et al., 2025; Tjokroprawiro et al., 2026; Mulyanto et al., 2019; Salomina et al., 2025; Sapkota et al., 2023). Saat ini, Indonesia sedang menjalankan transformasi sistem kesehatan. Dalam situasi tersebut, desentralisasi mungkin secara khusus difokuskan pada upaya mengatasi kekurangan yang dirasakan (atau meningkatkan efisiensi) dalam sistem kesehatan. Jika merujuk pada kerangka kerja sistem kesehatan, WHO membagi sistem kesehatan menjadi enam komponen atau subsistem: kepemimpinan dan tata kelola, penyediaan layanan kesehatan, sumber daya manusia untuk kesehatan (SDM Kesehatan), produk dan teknologi medis, pembiayaan kesehatan, dan sistem informasi kesehatan. Kerangka kerja tersebut menekankan saling ketergantungan antarsubsistem ini, dengan masing-masing saling memengaruhi. Sementara desentralisasi sistem kesehatan yang melibatkan transfer wewenang dan kekuasaan 3 paling jelas berkaitan dengan subsistem kepemimpinan dan tata kelola. Kondisi ini kemudian bisa saja berdampak positif pada beberapa subsistem kesehatan, dan bisa berdampak negatif pada subsistem lainnya (Sarti, 2023; Sarti, 2023; Karakolias dan Polyzos, 2025; Gamalliel dan Fuady, 2024). Oleh karena itu, diperlukan tinjauan atau review dokumen kebijakan dan riset primer terkait dampak atau profil implementasi desentralisasi kesehatan. Tinjauan ini menggabungkan temuan dari riset yang telah dipublikasikan dan dokumen resmi pemerintah daerah untuk mempelajari dampak desentralisasi terhadap sistem kesehatan. Tujuannya adalah untuk memahami bagaimana desentralisasi melalui devolusi berdampak pada masing-masing subsistem kesehatan. Selain itu, tinjauan dokumen ini secara khusus, bertujuan untuk mengetahui dampak apa yang ditimbulkan oleh desentralisasi pada kesehatan masyarakat dan sistem kesehatan di Kabupaten Fakfak.

Item Type: Other
Subjects: 600 Technology (Applied sciences)
600 Technology (Applied sciences) > 610 Medicine and health > Healthy
Divisions: Faculty of Medicine
Depositing User: Mr. Edward Hartono
Date Deposited: 12 Aug 2026 01:56
Last Modified: 12 Aug 2026 01:56
URI: http://repository.unika.ac.id/id/eprint/40114
Keywords: review dokumentasi, review publikasi

Actions (login required)

View Item View Item