PUTRA, KRISTANTO IRAWAN (2026) MEMBACA RELASI KUASA ANTARPELAKU DAUR ULANG SAMPAH ANORGANIK: POTENSI DAN BATASAN DAUR ULANG DI KOTA PALANGKA RAYA DAN BANJARMASIN. S2 thesis, UNIVERSITAS KATOLIK SOEGIJAPRANATA SEMARANG.
|
Text
22.O1.0004-KRISTANTO IRAWAN PUTRA_cover.pdf Download (1MB) | Preview |
|
|
Text
22.O1.0004-KRISTANTO IRAWAN PUTRA_isi.pdf Restricted to Registered users only Download (7MB) |
||
|
Text
22.O1.0004-KRISTANTO IRAWAN PUTRA_dapus.pdf Download (1MB) | Preview |
|
|
Text
22.O1.0004-KRISTANTO IRAWAN PUTRA_lamp.pdf Restricted to Registered users only Download (5MB) |
Abstract
Implementasi ekonomi sirkular dalam pengelolaan sampah masih menghadapi tantangan struktural, terutama ketimpangan akses pasar, tingginya biaya logistik antarwilayah, serta relasi kuasa antarpelaku dalam jaringan daur ulang. Studi ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana relasi kuasa beroperasi dalam jaringan daur ulang sampah anorganik serta bagaimana distribusi nilai ekonomi membentuk ulang konfigurasi posisi dan relasi antarpelaku. Penelitian dilakukan di Kota Palangka Raya dan Banjarmasin dengan pendekatan mixed methods melalui survei kuantitatif, observasi lapangan, dan wawancara mendalam terhadap pelaku daur ulang di berbagai tingkatan rantai nilai. Analisis dalam studi ini menggunakan Evolutionary Governance Theory (EGT) dan Power Cube untuk mengkaji bentuk, ruang, dan tingkatan kuasa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa distribusi nilai ekonomi dalam jaringan daur ulang bersifat tidak merata dan cenderung terakumulasi pada aktor di tingkat hilir yang memiliki akses terhadap pasar dan infrastruktur. Ketimpangan ini membentuk konfigurasi relasi kuasa bertingkat, di mana pelaku di tingkat hulu berperan sebagai price taker dan mengalami keterbatasan akses informasi, pasar, dan logistik. Distribusi nilai tersebut secara aktif mereproduksi posisi aktor melalui mekanisme lock-in yang membatasi mobilitas dalam rantai nilai. Analisis Power Cube menunjukkan dominasi kuasa tersembunyi dan tak terlihat melalui kontrol informasi, jaringan distribusi, dan normalisasi ketimpangan. Temuan ini menegaskan bahwa potensi sistem daur ulang terletak pada jaringan dan aliran material yang telah berjalan, namun dibatasi oleh struktur relasi kuasa yang menghasilkan distribusi nilai yang tidak adil, sehingga diperlukan intervensi yang tidak hanya bersifat teknis, tetapi juga menyasar akses pasar, transparansi informasi, dan penguatan posisi pelaku di tingkat hulu.
| Item Type: | Thesis (S2) |
|---|---|
| Subjects: | 300 Social Sciences |
| Divisions: | Faculty of Environmental Science and Technology > Graduate Program in Environment and Urban Studies |
| Depositing User: | mr Dwi Purnomo |
| Date Deposited: | 19 Jun 2026 06:15 |
| Last Modified: | 19 Jun 2026 06:15 |
| URI: | http://repository.unika.ac.id/id/eprint/40042 |
| Keywords: | relasi kuasa, daur ulang, distribusi nilai ekonomi, governansi |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
