YULIAWATI, PAULINA AMY (2026) MOBILISASI SUMBER DAYA DENGAN MENGGUNAKAN JAS ALMAMATER SEBAGAI IDENTITAS KOLEKTIF DALAM AKSI DEMONSTRASI INDONESIA GELAP DI KOTA SEMARANG. S1 thesis, UNIVERSITAS KHATOLIK SOEGIJAPRANATA.
|
Text
22.M1.0008 - PAULINA AMY YULIAWATI-COVER_a.pdf Download (798kB) | Preview |
|
|
Text
22.M1.0008 - PAULINA AMY YULIAWATI-ISI _a.pdf Restricted to Registered users only Download (1MB) |
||
|
Text
22.M1.0008 - PAULINA AMY YULIAWATI-DAPUS _a.pdf Download (792kB) | Preview |
|
|
Text
22.M1.0008 - PAULINA AMY YULIAWATI-LAMP _a.pdf Restricted to Registered users only Download (1MB) |
Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana jas almamater sebagai identitas kolektif digunakan untuk memobilisasi partisipan dalam aksi "Indonesia Gelap" di Kota Semarang. Melalui perspektif teori mobilisasi sumber daya dan identitas kolektif, penelitian ini mengeksplorasi peran simbol visual dalam membangun solidaritas, koordinasi lapangan, serta legitimasi moral mahasiswa sebagai aktor perubahan. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif evaluative dengan pendekatan observasi partisipan dan wawancara mendalam terhadap mahasiswa dari universitas yang berbeda, yaitu UNNES dan UIN Walisongo Semarang. Pemilihan subjek ini bertujuan untuk membandingkan dinamika penggunaan almamater pada kelompok dengan latar belakang budaya aktivisme yang berbeda. Hasil penelitian menunjukkan adanya perbedaan pemaknaan yang signifikan. Bagi mahasiswa UNNES, jas almamater berfungsi sebagai instrumen vital dalam mobilisasi praktis dan emosional, memudahkan identifikasi massa, serta menjamin perlindungan hukum dari institusi kampus. Sebaliknya, mahasiswa UIN Walisongo cenderung mengutamakan identitas organisasi eksternal (seperti PMII) dibandingkan almamater kampus, sehingga simbol visual tersebut tidak menjadi faktor utama dalam mobilisasi mereka. Penelitian ini menyimpulkan bahwa meskipun almamater dapat memperkuat solidaritas internal dan memudahkan koordinasi, efektivitasnya sebagai alat mobilisasi sangat bergantung pada konstruksi makna dan budaya organisasi di masing-masing kampus. Penelitian juga menemukan bahwa identitas kolektif merupakan sesuatu yang fungsional, yang berarti dapat dipakai untuk memobilisasi, namun juga dapat tidak dipakai untuk memobilisasi pula. Pilihan taktis ternyata tidak hanya datang dari “siapa kita”, melainkan juga pengalaman kolektif atau bahkan trauma kolektif suatu kelompok.
| Item Type: | Thesis (S1) |
|---|---|
| Subjects: | 300 Social Sciences > 302.2 Communication |
| Divisions: | Faculty of Law and Communication > Department of Communication Science |
| Depositing User: | mr Dwi Purnomo |
| Date Deposited: | 22 Apr 2026 04:05 |
| Last Modified: | 22 Apr 2026 04:05 |
| URI: | http://repository.unika.ac.id/id/eprint/39692 |
| Keywords: | Mobilisasi Sumber Daya, Identitas Kolektif, Jas Almamater, Gerakan Mahasiswa, Indonesia Gelap |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
