ANALISIS PERSEPSI MASYARAKAT KOTA SEMARANG TERHADAP KOMUNITAS SYIAH

SWASTIKA, RIZKI ASHAR (2026) ANALISIS PERSEPSI MASYARAKAT KOTA SEMARANG TERHADAP KOMUNITAS SYIAH. S1 thesis, UNIVERSITAS KHATOLIK SOEGIJAPRANATA.

[img]
Preview
Text
21.M1.0059 - RIZKI ASHAR SWASTIKA-COVER_a.pdf

Download (639kB) | Preview
[img] Text
21.M1.0059 - RIZKI ASHAR SWASTIKA-ISI _a.pdf
Restricted to Registered users only

Download (1MB)
[img]
Preview
Text
21.M1.0059 - RIZKI ASHAR SWASTIKA-DAPUS _a.pdf

Download (824kB) | Preview
[img] Text
21.M1.0059 - RIZKI ASHAR SWASTIKA-LAMP_a.pdf
Restricted to Registered users only

Download (1MB)

Abstract

Indonesia merupakan sebuah negara yang memiliki keanekaragaman agama. Keanekaragaman tersebut justru memunculkan adanya potensi diskriminasi karena perbedaan yang ada. Salah satunya adalah aliran Syiah di Indonesia yang mengalami diskriminasi karena dianggap memiliki ajaran yang menyimpang. Seperti penolakan atas perayaan Hari Raya Asyura yang terjadi di kota Semarang. Penelitian ini menganalisis persepsi masyarakat kota Semarang terhadap komunitas Syiah yang dianggap memiliki ajaran berbeda dengan komunitas Sunni yang jumlahnya lebih banyak. Hasil dari penelitian ini akan dianalisis dengan menggunakan teori resepsi khalayak. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan wawancara semi terstruktur sebagai alat untuk pengumpulan data. Lalu analisis dilakukan dengan tiga tahap yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa persepsi masyarakat kota Semarang terhadap komunitas Syiah berbeda-beda karena didasari oleh pengalaman sosial serta nilai keagamaan yang terbentuk dalam proses panjang. Untuk memahami proses tersebut, peneliti menggunakan 5 fase dalam pembentukan persepsi, yaitu stimulasi, organisasi, evaluasi, memori, dan recall, yang secara berurutan membentuk pemahaman sosial secara utuh. Kesimpulannya, persepsi masyarakat terhadap komunitas Syiah di setiap daerah sangat berbeda-beda tergantung dari proses penyaringan serta penafsiran informasi dari media massa dan pengalaman hidup berdampingan secara langsung. Melalui penelitian ini terbukti bahwa masyarakat Semarang mampu hidup berdampingan dan memiliki toleransi yang tinggi dengan komunitas Syiah yang dianggap memiliki ajaran yang berbeda.

Item Type: Thesis (S1)
Subjects: 300 Social Sciences > 302.2 Communication
Divisions: Faculty of Law and Communication > Department of Communication Science
Depositing User: mr Dwi Purnomo
Date Deposited: 22 Apr 2026 05:16
Last Modified: 22 Apr 2026 05:16
URI: http://repository.unika.ac.id/id/eprint/39679
Keywords: persepsi masyarakat, komunitas Syiah, metode kualitatif, resepsi khalayak, kota Semarang, diskriminasi

Actions (login required)

View Item View Item