ANALISIS PERBANDINGAN PERILAKU HUBUNGAN BALOK-KOLOM BAJA DITINJAU TERHADAP MODEL SAMBUNGAN (Studi Kasus Gedung X Di Kabupaten Demak)

REVIAN, NATANAEL and PERMANA, SATRIA WISNU (2026) ANALISIS PERBANDINGAN PERILAKU HUBUNGAN BALOK-KOLOM BAJA DITINJAU TERHADAP MODEL SAMBUNGAN (Studi Kasus Gedung X Di Kabupaten Demak). S1 thesis, UNIVERSITAS KHATOLIK SOEGIJAPRANATA.

[img]
Preview
Text
21.B1.0001 - NATANAEL REVIAN-21.B1.0046 - SATRIA WISNU PERMANA - COVER_a.pdf

Download (844kB) | Preview
[img] Text
21.B1.0001 - NATANAEL REVIAN-21.B1.0046 - SATRIA WISNU PERMANA - ISI _a.pdf
Restricted to Registered users only

Download (8MB)
[img]
Preview
Text
21.B1.0001 - NATANAEL REVIAN-21.B1.0046 - SATRIA WISNU PERMANA - DAPUS_a.pdf

Download (819kB) | Preview
[img] Text
21.B1.0001 - NATANAEL REVIAN-21.B1.0046 - SATRIA WISNU PERMANA - LAMP_a.pdf
Restricted to Registered users only

Download (8MB)

Abstract

Penelitian ini menganalisis perbandingan perilaku hubungan balok–kolom baja terhadap tiga model sambungan, yaitu sambungan baut, sambungan las, dan sambungan kombinasi baut–las. Studi dilakukan pada gedung X di Jatengland Industrial Park Sayung, Kabupaten Demak, dengan metode elemen hingga (Finite Element Method/FEM) menggunakan perangkat lunak SAP2000 untuk memperoleh gaya dalam terbesar dan Abaqus/CAE untuk analisis detail perilaku sambungan. Parameter yang ditinjau meliputi deformasi arah vertikal (U2), tegangan Stress von Mises (S Mises), rasio leleh (AC Yield), dan regangan plastis ekuivalen (PEEQ). Hasil penelitian menunjukkan bahwa sambungan baut memiliki deformasi terbesar dan kecenderungan slip di sekitar lubang baut, sedangkan sambungan las memiliki kekakuan tinggi namun berisiko mengalami regangan plastis pada zona pengaruh panas (Heat Affected Zone). Sementara itu, sambungan kombinasi baut–las memberikan performa paling seimbang, dengan deformasi terkendali (U2 maksimum 0,47 mm), distribusi tegangan merata, dan nilai PEEQ sebesar 0,3406. Kombinasi tersebut menjadikan sambungan baut–las memiliki kekakuan dan daktilitas yang optimal. Oleh karena itu, sambungan kombinasi baut– las direkomendasikan untuk struktur baja pada wilayah rawan gempa karena mampu menahan beban besar secara efisien serta menjaga integritas struktur.

Item Type: Thesis (S1)
Subjects: 600 Technology (Applied sciences) > 620 Engineering > 624 Civil engineering
Divisions: Faculty of Engineering > Department of Civil Engineering
Depositing User: mr Dwi Purnomo
Date Deposited: 31 Mar 2026 06:10
Last Modified: 31 Mar 2026 06:10
URI: http://repository.unika.ac.id/id/eprint/39406
Keywords: ANALISIS PERBANDINGAN, PERILAKU HUBUNGAN BALOK, KOLOM BAJA, MODEL SAMBUNGAN

Actions (login required)

View Item View Item