ANGGITARATE, MICHA (2025) PENGARUH DIET GLUTEN FREE CASEIN FREE DAN RENDAH GULA TERHADAP STATUS GIZI DAN PERILAKU ANAK DENGAN GANGGUAN SPEKTRUM AUTISME DI SLB AUTISMA SEMARANG. S2 thesis, UNIVERSITAS KATOLIK SOEGIJAPRANATA.
|
Text
22.I3.0007-MICHA ANGGITARATE-COVER_a.pdf Download (829kB) | Preview |
|
|
Text
22.I3.0007-MICHA ANGGITARATE-ISI_a.pdf Restricted to Registered users only Download (2MB) |
||
|
Text
22.I3.0007-MICHA ANGGITARATE-DAPUS_a.pdf Download (1MB) | Preview |
|
|
Text
22.I3.0007-MICHA ANGGITARATE-LAMP_a.pdf Restricted to Registered users only Download (4MB) |
Abstract
Anak dengan gangguan spectrum autisme (GSA) memiliki permasalahan akan konsumsi pangan yang mengandung gluten dari gandum, kasein dari susu sapi dan gula karena akan memperparah sistem saraf dan perilakunya. Oleh sebab itu Diet GFCF (Gluten Free Casein Free) dan rendah gula dibutuhkan untuk mengurangi gejala autistiknya. Peran orang tua menerapkan diet kepada anaknya perlu dilakukan untuk memperbaiki perilaku dan menjaga status gizi baik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat pengetahuan orang tua, hubungan diet dengan perubahan perilaku anak dan mengamati status gizi. Penelitian ini merupakan studi kasus dengan rancangan penelitian pre-experimental design dan dilakukan pra-pasca uji kepada tiga sampel anak laki-laki berusia 8-10 tahun di SLB Autisma Semarang. Informasi didapatkan melalui wawancara mendalam kepada orangtua. Data konsumsi diet didapatkan melalui Food Frequency Quissionere (FFQ). Pengukuran BB dan TB untuk mengetahui nilai status gizi. Data perubahan perilaku diamati menggunakan Autism Treatment Evaluation Checklist (ATEC). Penelitian ini diuji dengan menggunakan uji T. Hasil penelitian Pre dan Post diet mendapatkan koefisien korelasi sebesar 0.734 dengan signifikansi 0,476 sehingga tidak ada perubahan selektifitas konsumsi selama masa post-test. Ketiga sampel masih mengkonsumsi makanan dan minuman yang mengandung gluten, kasein dan gula meskipun sudah mengurangi porsi dan frekuensi konsumsinya. Perilaku tidak menunjukan perbedaan dari pre dan post test dimana hasil koefisien korelasi perilaku sebesar 0,903 dengan signifikansi 0,000. Secara keseluruhan ketiga sampel tidak konsisten dalam menjalankan diet GFCF dan rendah gula sehingga tidak didapatkan perubahan perilaku yang signifikan. Faktor orangtua yang tidak tega, keterbatasan makanan nondiet, lingkungan rumah yang tidak mendukung dan anak tidak diet sebelumnya menjadi faktor penelitian ini tidak optimal dilakukan. Akibatnya ada pada perilaku yang kurang menunjukan perubahan yang signifikan. Diet berjalan bersama perubahan porsi makanan harian dimana orangtua memberikan porsi makan yang lebih banyak untuk mengurangi keinginan anak GSA untuk memakan snack nondietnya, akibatnya status gizi pada ketiga sampel menunjukan gizi baik-lebih. Kata kunci : GFCF, diet rendah gula, autisme, perilaku, status gizi
| Item Type: | Thesis (S2) |
|---|---|
| Subjects: | 100 Philosophy and Psychology > 150 Psychology |
| Divisions: | Graduate Program in Master of Food Technology |
| Depositing User: | mr Dwi Purnomo |
| Date Deposited: | 03 Nov 2025 02:27 |
| Last Modified: | 03 Nov 2025 02:27 |
| URI: | http://repository.unika.ac.id/id/eprint/38966 |
| Keywords: | UNSPECIFIED |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
