SHOLIHAH, MALIHATUS (2025) SISTEM MERIT DALAM MANAJEMEN APARATUR SIPIL NEGARA (ASN) DITINJAU DARI PERSPEKTIF PEMENUHAN HAK PENGEMBANGAN DIRI DOKTER (Studi Penelitian pada Pemerintah Kota Pekalongan). S2 thesis, UNIVERSITAS KATOLIK SOEGIJAPRANATA SEMARANG.
|
Text
20.C2.0079-MALIHATUS SHOLIHAH-COVER_a.pdf Download (663kB) | Preview |
|
|
Text
20.C2.0079-MALIHATUS SHOLIHAH-BAB_I_a.pdf Restricted to Registered users only Download (868kB) |
||
|
Text
20.C2.0079-MALIHATUS SHOLIHAH-BAB_II_a.pdf Restricted to Registered users only Download (1MB) |
||
|
Text
20.C2.0079-MALIHATUS SHOLIHAH-BAB_III_a.pdf Restricted to Registered users only Download (1MB) |
||
|
Text
20.C2.0079-MALIHATUS SHOLIHAH-BAB_IV_a.pdf Restricted to Registered users only Download (640kB) |
||
|
Text
20.C2.0079-MALIHATUS SHOLIHAH-DAPUS.pdf Download (623kB) | Preview |
|
|
Text
20.C2.0079-MALIHATUS SHOLIHAH-LAMP_a.pdf Restricted to Registered users only Download (86kB) |
Abstract
Sistem merit dalam manajemen Aparatur Sipil Negara (ASN) merupakan kebijakan yang dirancang untuk meningkatkan kinerja dan profesionalisme pegawai negeri melalui prinsip keadilan, transparansi, dan kompetensi. Penelitian ini mengkaji implementasi sistem merit dalam konteks hak pengembangan diri dokter sebagai bagian dari ASN, dengan studi penelitian pada Pemerintah Kota Pekalongan. Dokter sebagai tenaga kesehatan memiliki peran strategis dalam pelayanan publik, sehingga pengembangan kompetensi dan karir mereka menjadi aspek krusial. Studi ini bertujuan untuk mengevaluasi sejauh mana sistem merit telah mendukung hak pengembangan diri dokter di lingkungan Pemerintah Kota Pekalongan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus, wawancara mendalam, dan analisis dokumen kebijakan. Data dikumpulkan dari dokter yang bekerja di instansi kesehatan di bawah Pemerintah Kota Pekalongan serta pejabat terkait. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi sistem merit telah memberikan dampak positif terhadap pengembangan diri dokter. Pemerintah Kota Pekalongan telah berhasil menciptakan mekanisme evaluasi kinerja yang transparan, memberikan akses luas terhadap pelatihan berbasis kompetensi, dan memfasilitasi promosi berdasarkan prestasi kerja. Selain itu, kolaborasi dengan lembaga pendidikan dan pelatihan telah meningkatkan kesempatan bagi dokter untuk mengembangkan kompetensi klinis dan non-klinis. Dari perspektif hak pengembangan diri, penelitian ini mengungkap bahwa sistem merit telah menjadi sarana efektif untuk mendorong profesionalisme dan motivasi dokter. Dokter merasa lebih dihargai dan termotivasi untuk terus berkembang, sementara instansi kesehatan mengalami peningkatan kinerja secara keseluruhan. Rekomendasi yang diajukan meliputi perluasan program pelatihan, peningkatan alokasi anggaran untuk pengembangan SDM, serta penguatan sinergi antara pemerintah dan stakeholder terkait. Dengan demikian, sistem merit tidak hanya berhasil meningkatkan kinerja ASN, tetapi juga memastikan bahwa hak pengembangan diri dokter terpenuhi secara adil dan berkelanjutan.
| Item Type: | Thesis (S2) |
|---|---|
| Subjects: | 300 Social Sciences > 340 Law > 341 Law of nations 300 Social Sciences > 340 Law > 342 Constitutional and administrative law |
| Divisions: | Graduate Program in Master of Law |
| Depositing User: | Mr Yosua Norman Rumondor |
| Date Deposited: | 30 Jun 2025 00:27 |
| Last Modified: | 30 Jun 2025 00:27 |
| URI: | http://repository.unika.ac.id/id/eprint/36911 |
| Keywords: | UNSPECIFIED |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
