PUJIANTO, NATANAEL ALVIN (2025) PENERAPAN KEADILAN RESTORATIF DALAM PENYELESAIAN KASUS TINDAK PIDANA PENCURIAN (STUDI KASUS DI KEJAKSAAN NEGERI GROBOGAN). S1 thesis, UNIVERSITAS KATOLIK SOEGIJAPRANATA SEMARANG.
|
Text
21.C1.0118-NATANAEL ALVIN PUJIANTO-COVER_a.pdf Download (818kB) | Preview |
|
|
Text
21.C1.0118-NATANAEL ALVIN PUJIANTO-BAB_I_a.pdf Restricted to Registered users only Download (943kB) |
||
|
Text
21.C1.0118-NATANAEL ALVIN PUJIANTO-BAB_II_a.pdf Restricted to Registered users only Download (1MB) |
||
|
Text
21.C1.0118-NATANAEL ALVIN PUJIANTO-BAB_III_a.pdf Restricted to Registered users only Download (1MB) |
||
|
Text
21.C1.0118-NATANAEL ALVIN PUJIANTO-BAB_IV_a.pdf Restricted to Registered users only Download (763kB) |
||
|
Text
21.C1.0118-NATANAEL ALVIN PUJIANTO-DAPUS_a.pdf Download (791kB) | Preview |
|
|
Text
21.C1.0118-NATANAEL ALVIN PUJIANTO-LAMP_a.pdf Restricted to Registered users only Download (1MB) |
Abstract
Keadilan restoratif merupakan metode penyelesaian alternatif dalam sistem peradilan pidana yang menitikberatkan pada pemulihan kerugian korban, serta pertanggungjawaban pelaku. Dalam kasus pencurian, pendekatan ini menawarkan solusi yang lebih berorientasi pada pemulihan dibandingkan dengan hukuman semata. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan keadilan restoratif dalam kasus pencurian, serta mengkaji efektivitas dan hambatan dalam proses penerapannya khususnya di Kejaksaan Negeri Grobogan. Penelitian ini menggunakan metode pendekatan kualitatif dengan spesifikasi penelitian deskriptif analitis. Data yang digunakan oleh Peneliti adalah data sekunder yang diperoleh dari studi kepustakaan dan data primer yang diperoleh dari wawancara. Analisis dilakukan secara kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan keadilan restoratif dalam penyelesaian tindak pidana pencurian di Kejaksaan Negeri Grobogan telah berjalan, dimana sepanjang tahun 2024 terdapat 2 (dua) perkara yang diselesaikan dengan menggunakan pendekatan keadilan restoratif. Faktor utama yang menjadi dasar penerapan keadilan restoratif dalam penyelesaian perkara tindak pidana pencurian adalah latar belakang dari dan motif tindak pidana pencurian yang dilakukan pelaku. Kedua kasus yang diselesaikan dengan pendekatan keadilan restoratif dilaksanakan tanpa adanya keberatan maupun penolakan dari pihak manapun. Keberhasilan tersebut tidak lepas dari tahapan yang dilalui meliputi tahap profiling yang dilakukan untuk menentukan perkara yang dapat diproses melalui keadilan restoratif, tahap pelaksanaan penerapan keadilan restoratif, hingga tahap selesainya proses keadilan restoratif dengan dikekuarkannya Surat Ketetapan Pengentian Perkara (SKP2) oleh Kejaksaan Negeri Grobogan. Adapun hambatan utama dalam penyelesaian kasus dengan pendekatan keadilan restorative adalah paradigm yang ada dalam masyarakat. Kesimpulan dari penelitian yang dilakukan oleh penulis adalah penerapan keadilan restoratif dalam penyelesaian tindak pidana pencurian dilakukan berdasarkan hasil profiling latar belakang dari pelaku serta adanya kesepakatan dari pelaku, korban, serta masyarakat. Saran yang diberikan oleh Penulis adalah Kejaksaan harus sering memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai kelebihan keadilan restoratif dibandingkan proses peradilan konvensional sehingga perlahan paradigma masyarakat tersebut dapat berubah.
| Item Type: | Thesis (S1) |
|---|---|
| Subjects: | 300 Social Sciences > 340 Law > 345 Criminal law 300 Social Sciences > 340 Law > 346 Private Law > Law Protection 300 Social Sciences > 340 Law > 349 Law of specific jurisdictions & areas |
| Divisions: | Faculty of Law and Communication > Department of Law |
| Depositing User: | Mr Yosua Norman Rumondor |
| Date Deposited: | 30 Jun 2025 00:27 |
| Last Modified: | 30 Jun 2025 00:27 |
| URI: | http://repository.unika.ac.id/id/eprint/36907 |
| Keywords: | UNSPECIFIED |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
