Search for collections on Unika Repository

MEMPERTIMBANGKAN KETERWAKILAN SUBYEK DALAM HUKUM : PRIA SEBAGAI KORBAN KEKERASAN SEKSUAL PEREMPUAN

WIJAYA, YOSEPHINE CORINNA (2025) MEMPERTIMBANGKAN KETERWAKILAN SUBYEK DALAM HUKUM : PRIA SEBAGAI KORBAN KEKERASAN SEKSUAL PEREMPUAN. S1 thesis, UNIVERSITAS KATOLIK SOEGIJAPRANATA.

[img]
Preview
Text
20.C1.0108_YOSEPHINE CORINNA WIJAYA_COVER_a.pdf

Download (1MB) | Preview
[img] Text
20.C1.0108_YOSEPHINE CORINNA WIJAYA_BAB I_a.pdf
Restricted to Registered users only

Download (1MB)
[img] Text
20.C1.0108_YOSEPHINE CORINNA WIJAYA_BAB II_a.pdf
Restricted to Registered users only

Download (1MB)
[img] Text
20.C1.0108_YOSEPHINE CORINNA WIJAYA_BAB III_a.pdf
Restricted to Registered users only

Download (1MB)
[img] Text
20.C1.0108_YOSEPHINE CORINNA WIJAYA_BAB IV_a.pdf
Restricted to Registered users only

Download (1MB)
[img]
Preview
Text
20.C1.0108_YOSEPHINE CORINNA WIJAYA_DAPUS_a.pdf

Download (1MB) | Preview
[img] Text
20.C1.0108_YOSEPHINE CORINNA WIJAYA_LAMP_a.pdf
Restricted to Registered users only

Download (3MB)

Abstract

Kekerasan Seksual sudah kerap disuarakan oleh berbagai berita dan menjadi suatu urgensi bagi Indonesia untuk melakukan perlindungan. Akan tetapi sampai saat ini banyak korban masih belum mendapatkan keadilan dari Aparat Penegak Hukum (APH). Perempuan sering dianggap sebagai korban karena stigma masyarakat menganggap perempuan sebagai sosok yang lemah, sementara laki-laki dilabeli sebagai pelaku kekerasan seksual terhadap perempuan. Hal ini disebabkan oleh stigma masyarakat menganggap laki-laki lebih unggul dan dianggap sebagai maskulin. Dengan ini penulis akan menganalisis bagaimana KUHP, KUHP baru dan UU TPKS dalam mengkategorikan ketimpangan relasi kuasa berdasarkan identitas usia, profesi, pengusaha mainan anak-anak, dan manipulasi hubungan orang tua yang terjadi antara Perempuan sebagai pelaku kekerasan dan pria menjadi korban serta penulis juga akan menganalisis bagaimana KUHP, KUHP baru dan UU TPKS dalam merepresentasikan kepentingan para pria yang menjadi korban kekerasan seksual dari Perempuan. Terdapat beberapa pasal dalam ketiga regulasi tersebut yang tidak dapat melihat pria sebagai korban dari kekerasan seksual dari Perempuan. Adanya pasal yang masih terbilang patriarki karena menempatkan laki-laki dalam posisi pelaku dari kekerasan seksual terhadap Perempuan tetapi tak adanya pasal yang mengatur apabila laki-laki dalam posisi korban kekerasan seksual dari Perempuan.

Item Type: Thesis (S1)
Subjects: 300 Social Sciences > 340 Law
Divisions: Faculty of Law and Communication > Department of Law
Depositing User: Ms Cristina Mayasari
Date Deposited: 02 May 2025 06:34
Last Modified: 02 May 2025 06:34
URI: http://repository.unika.ac.id/id/eprint/36728
Keywords: UNSPECIFIED

Actions (login required)

View Item View Item