PEMENUHAN HAK ANAK UNTUK TIDAK DIPUBLIKASIKAN IDENTITASNYA DALAM PROSES PERADILAN PIDANA ANAK ( STUDI DI POLRESTABES SEMARANG )

Savitri, Ravina (2018) PEMENUHAN HAK ANAK UNTUK TIDAK DIPUBLIKASIKAN IDENTITASNYA DALAM PROSES PERADILAN PIDANA ANAK ( STUDI DI POLRESTABES SEMARANG ). Other thesis, Unika Soegijapranata Semarang.

[img]
Preview
Text (COVER)
14.C1.0060 RAVINA SAVITRI (5.03)...COVER.pdf

Download (975kB) | Preview
[img]
Preview
Text (BAB I)
14.C1.0060 RAVINA SAVITRI (5.03)...BAB I.pdf

Download (334kB) | Preview
[img] Text (BAB II)
14.C1.0060 RAVINA SAVITRI (5.03)...BAB II.pdf
Restricted to Registered users only

Download (375kB)
[img]
Preview
Text (BAB III)
14.C1.0060 RAVINA SAVITRI (5.03)...BAB III.pdf

Download (553kB) | Preview
[img]
Preview
Text (BAB IV)
14.C1.0060 RAVINA SAVITRI (5.03)...BAB IV.pdf

Download (186kB) | Preview
[img]
Preview
Text (DAFTAR PUSTAKA)
14.C1.0060 RAVINA SAVITRI (5.03)...DAPUS.pdf

Download (189kB) | Preview
[img]
Preview
Text (LAMPIRAN)
14.C1.0060 RAVINA SAVITRI (5.03)...LAMP.pdf

Download (1MB) | Preview

Abstract

Penulisan skripsi berjudul Pemenuhan Hak Anak untuk Tidak Dipublikasikan Identitasnya dalam Proses Peradilan Pidana Anak (Studi di Polrestabes Semarang) bertujuan untuk mengetahui pelaksanaan atau realita pemenuhan hak anak untuk tidak dipublikasikan identitasnya dalam proses peradilan pidana khususnya dalam tingkat penyidikan di Polrestabes Semarang dan hambatan yang ditemui Penyidik Anak yang bertugas di Polrestabes Semarang dalam pelaksanaan pemenuhan hak anak untuk tidak dipublikasikan identitasnya dalam proses peradilan pidana. Metode pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif dengan spesifikasi penelitian deskriptif analitis. Data yang digunakan adalah data primer dan sekunder dengan teknik pengumpulan data menggunakan wawancara yang terarah dan mendalam (indepth-interview) dan studi kepustakaan. Metode analisis yang digunakan adalah metode analisis kualitatifyangdilakukan terhadap isi informasi yang diperoleh baik melalui wawancara maupun melalui studi kepustakaan. Hasil penelitian menunujukan bahwa pelaksanaan pemenuhan hak anak untuk tidak dipublikasikan identitasnya dalam proses peradilan pidana khususnya dalam tingkat penyidikan di Polrestabes Semarang sudah dilaksanakan sesuai dengan perumusan yang diatur dalam undang-undang terutama Undang-Undang No. 11 tahun 2012 tentang Sistem Peradilan Pidana Anak. Hal ini sesuai dengan isi pasal yang menyatakan bahwa identitas anak di bawah umur yang terlibat dalam perkara pidana harus dirahasiakan. Kedua lembaga yang dijadikan objek penelitian juga telah semaksimal mungkin untuk merahasiakan identitas anak, namun meskipun begitu tetap ada kasus yang mejadi viral akibat dari ulah oknum yang tidak bertanggung-jawab, sehingga sudah sepatutnya oknum tersebut dapat mempertanggung-jawabkan kesalahannya di muka hukum. Hambatan yang ditemui Penyidik Anak yang bertugas di Polrestabes Semarang dalam pelaksanaan pemenuhan hak anak untuk tidak dipublikasikan identitasnya adalah Pihak Kepolisian tidak dapat mencegah berita-berita yang sudah terlanjur viral yang mana di dalamnya terdapat identitas anak yang berperkara dengan hukum. Adanya kecanggihan teknologi menyebabkan ekses buruk bagi anak dan keluarrganya, dan terkait dengan perilaku yang dilakukan oleh oknum yang tidak bertanggung-jawab dalam menyebarkan identitas anak yang berperkara dengan hukum, sampai saat ini belum dapat diproses secara hukum. Adapun saran yang dapat diberikan oleh Penulis dalam masalah pemenuhan hak anak untuk tidak dipublikasikan identitasnya dalam proses peradilan pidana anak adalah hendaknya aparat penegak hukum memperketat pemantauan dalam bidang teknologi terlebih media elektronik dan media sosial yang acap kali disalah-gunakan oleh oknum yang tidak bertanggung-jawab sehingga bisa menimbulkan kegaduhan terlebih bila hal ini menyangkut kepentingan anak dan sebisa mungkin dilakukan kerjasama antara Pemerintah dan Aparat Penegak Hukum setempat agar dapat memberikan sosialisasi dan edukasi tentang pentingnya menjaga kerahasiaan identitas anak yang berperkara dengan hukum. Kata kunci : Pemenuhan hak Anak, Identitas Anak, Publikasi, Sistem Peradilan Pidana Anak

Item Type: Thesis (Other)
Subjects: 100 Philosophy and Psychology > 150 Psychology > 155 Developmental psychology > Children
300 Social Sciences > 340 Law > 345 Criminal law
Divisions: Faculty of Law and Communication > Department of Law
Depositing User: Mr Lucius Oentoeng
Date Deposited: 12 Dec 2018 07:02
Last Modified: 25 Jun 2021 06:08
URI: http://repository.unika.ac.id/id/eprint/17581

Actions (login required)

View Item View Item