PERBANDINGAN PENENTUAN TARIF KAMAR HOTEL DENGAN MENGGUNAKAN ACTIVITY BASED COSTING SYSTEM DAN METODE BIAYA KONVENSIONAL PADA HOTEL PATRA JASA SEMARANG

ARIYANTO, WAWAN (2003) PERBANDINGAN PENENTUAN TARIF KAMAR HOTEL DENGAN MENGGUNAKAN ACTIVITY BASED COSTING SYSTEM DAN METODE BIAYA KONVENSIONAL PADA HOTEL PATRA JASA SEMARANG. Other thesis, Fakultas Ekonomi Universitas Katolik Soegijapranata.

[img]
Preview
Text (COVER)
98.60.0560 Wawan Ariyanto COVER.pdf

Download (129kB) | Preview
[img] Text (BAB I)
98.60.0560 Wawan Ariyanto BAB I.pdf
Restricted to Registered users only

Download (80kB)
[img] Text (BAB II)
98.60.0560 Wawan Ariyanto BAB II.pdf
Restricted to Registered users only

Download (151kB)
[img] Text (BAB III)
98.60.0560 Wawan Ariyanto BAB III.pdf
Restricted to Registered users only

Download (91kB)
[img] Text (BAB IV)
98.60.0560 Wawan Ariyanto BAB IV.pdf
Restricted to Registered users only

Download (124kB)
[img]
Preview
Text (DAFTAR PUSTAKA)
98.60.0560 Wawan Ariyanto DAFTAR PUSTAKA.pdf

Download (55kB) | Preview
[img]
Preview
Text (LAMPIRAN)
98.60.0560 Wawan Ariyanto LAMPIRAN.pdf

Download (65kB) | Preview

Abstract

Analisis perbedaan penerapan antara metode biaya konvensional dengan metode activity based costing digunakan untuk mengetahui seberapa besar pengaruh perbedaan harga pokok tarif kamar hotel diantara kedua metode tersebut. Metode penentuan harga pokok dengan metode biaya konvensional membebankan biaya – biaya yang timbul ke dalam tarif kamar dengan menggunakan dasar alokasi biaya yang berkaitan dengan volume penjualan. Metode ini sangat riskan untuk menghasilkan informasi biaya yang akurat, sehingga secara langsung dapat mempengaruhi pengambilan keputusan manajemen. Activity based costing system merupakan metode penentuan harga pokok dengan menggunakan aktivitas dan cost driver (pemicu biaya) sebagai sarana untuk menghitung harga pokok tarif kamar hotel. Activity based costing system ini membebankan biaya produk melalui 2 (dua) tahapan yaitu tahap pembebanan biaya ke dalam aktivitas yang terjadi dan tahap pembebanan biaya aktivitas ke dalam produk sesuai dengan konsumsi aktivitas oleh produk tersebut. Berdasarkan penelitian dengan metode analisis data yang bersifat kuantitatif dan kualitatif yang terdiri dari : 1. Data primer yaitu data yang didapat langsung dari sumber aslinya dengan cara melakukan observasi dan wawancara langsung dengan pihak – pihak yang terkait pada hotel Patra Jasa Semarang. 2. Data sekunder yaitu data penelitian arsip yang memuat kejadian masa lalu (historis). a. Data umum perusahaan : sejarah singkat, struktur organisasi perusahaan dan fasilitas yang dimiliki perusahaan. b. Data khusus perusahaan : data penjualan kamar antara tahun 2000 – 2002, data fasilitas kamar, data mengenai aktivitas yang dilakukan perusahaan dalam melayani konsumen dan data biaya yang dikeluarkan perusahaan pada tahun 2002. Maka dapat diketahui bahwa evaluasi terhadap perhitungan harga pokok tarif kamar Hotel Patra Jasa apabila diukur / dihitung dengan menggunakan metode activity based costing dan metode biaya konvensional menunjukkan perbedaan dalam penentuan tarif kamar hotel tiap tipe kamar sebagai berikut : vii Tipe Kamar Tarif Kamar Metode Konvensional Tarif Kamar Metode ABC Superior Single Superior Double Deluxe Single Deluxe Double Junior Suite Executive Suite Rp. 105.476,00 Rp. 223.638,00 Rp. 244.261,00 Rp. 279.530,00 Rp. 286.048,00 Rp. 308.459,00 Rp. 201.945,00 Rp. 213.935,00 Rp. 241.656,00 Rp. 252.708,00 Rp. 316.920,00 Rp. 929.234,00 a. Tipe kamar Superior Single Tarif kamar superior single dengan menggunakan metode konvensional adalah sebesar Rp. 105.476,- sedangkan dengan metode ABC sebesar Rp.201.945,-. Disini terdapat pembebanan biaya terlalu rendah sebesar 48 % untuk pembebanan biaya konvensional. b. Tipe kamar Superior Double Tarif kamar superior double dengan menggunakan metode konvensional adalah sebesar Rp. 223.638,- sedangkan dengan metode ABC sebesar Rp.213.935,-. Disini terdapat pembebanan biaya terlalu tinggi sebesar 5 % untuk pembebanan biaya konvensional. c. Tipe kamar Deluxe Single Tarif kamar deluxe single dengan menggunakan metode konvensional adalah sebesar Rp. 244.261,- sedangkan dengan metode ABC sebesar Rp.241.656,-. Disini terdapat pembebanan biaya terlalu tinggi sebesar 1 % untuk pembebanan biaya konvensional. d. Tipe kamar Deluxe Double Tarif kamar deluxe double dengan menggunakan metode konvensional adalah sebesar Rp. 279.530,- sedangkan dengan metode ABC sebesar Rp.252.708,-. Disini terdapat pembebanan biaya terlalu tinggi sebesar 11 % untuk pembebanan biaya konvensional. e. Tipe kamar Junior Suite Tarif kamar junior suite dengan menggunakan metode konvensional adalah sebesar Rp. 286.048,- sedangkan dengan metode ABC sebesar Rp.316.920,-. Disini terdapat pembebanan biaya terlalu rendah sebesar 10 % untuk pembebanan biaya konvensional. f. Tipe kamar Executive Suite Tarif kamar executive suite dengan menggunakan metode konvensional adalah sebesar Rp. 308.459,- sedangkan dengan metode ABC sebesar Rp.929.234,-. Disini terdapat pembebanan biaya terlalu rendah sebesar 67 % untuk pembebanan biaya konvensional. Sedangkan pada analisis perhitungan laba / rugi penerapan metode

Item Type: Thesis (Other)
Subjects: 600 Technology (Applied sciences) > 650 Management > 658 Management > Marketing Management
Divisions: Faculty of Economics and Business > Department of Accounting
Depositing User: Mrs Christiana Sundari
Date Deposited: 04 May 2017 03:20
Last Modified: 04 May 2017 03:20
URI: http://repository.unika.ac.id/id/eprint/13948

Actions (login required)

View Item View Item