PERANCANGAN VISUAL INFORMASI HIDANGAN KUE AKULTURASI BUDAYA HINDIA – BELANDA DI SEMARANG, SEBAGAI BENTUK APRESIASI SEJARAH

THAI, IRMA SURYA. H (2014) PERANCANGAN VISUAL INFORMASI HIDANGAN KUE AKULTURASI BUDAYA HINDIA – BELANDA DI SEMARANG, SEBAGAI BENTUK APRESIASI SEJARAH. Other thesis, Prodi Desain Komunikasi Visual Unika Soegijapranata.

[img]
Preview
Text (COVER)
10.13.0014 T. Irma Surya H COVER.pdf

Download (1MB) | Preview
[img] Text (BAB I)
10.13.0014 T. Irma Surya H BAB I.pdf
Restricted to Registered users only

Download (265kB)
[img] Text (BAB II Available Document Only in Soegijapranata Catholic University)
10.13.0014 T. Irma Surya H BAB II.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (1MB)
[img] Text (BAB III Available Document Only in Soegijapranata Catholic University)
10.13.0014 T. Irma Surya H BAB III.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (1MB)
[img] Text (BAB IV Available Document Only in Soegijapranata Catholic University)
10.13.0014 T. Irma Surya H BAB IV.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (3MB)
[img] Text (BAB V Available Document Only in Soegijapranata Catholic University)
10.13.0014 T. Irma Surya H BAB V.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (204kB)
[img]
Preview
Text (DAFTAR PUSTAKA)
10.13.0014 T. Irma Surya H DAFTAR PUSTAKA.pdf

Download (178kB) | Preview
[img]
Preview
Text (LAMPIRAN)
10.13.0014 T. Irma Surya H LAMPIRAN.pdf

Download (489kB) | Preview

Abstract

Pengaruh Belanda pada kue-kue Indonesia sangat jelas. Roti, makanan ringan, dan biskuit yang terbuat dari mentega dan tepung di Indonesia diperkenalkan oleh Belanda. Sebelum penjajahan Belanda, konsumsi tepung sangat jarang di Indonesia. Makanan - makanan kecil ini kemudian disebut "kue". Meskipun popular di Indonesia, kue hanya dihidangkan untuk acara formal, seperti hari raya (setahun sekali) dan pernikahan. Oleh karena itu, metode berikut seperti: wawancara, observasi dan studi pustaka akan digunakan untuk mendapatkan kesimpulan untuk referensi desain. Wawancara dan observasi digunakan untuk memperoleh data primer, sedangkan studi literatur digunakan untuk data sekunder. Salah satu cara kita dapat belajar dan menghargai apa yang orang makan dan makanan yang mereka buat di masa lalu adalah dengan membaca jurnal resep yang tersedia bagi mereka. Namun saat ini masyarakat khususnya remaja terlalu malas untuk repot dengan hal itu. Oleh karena itu, website digital resep ini akan dibuat dengan tujuan untuk lebih memberikan apresiasi sejarah kuliner kue hindia belanda yang selama ini tidak dikenal. Ditambahkan juga sebuah kafe di mana kue tersebut disajikan dan dijual yang bisa dinikmati kapan saja. Dengan adanya website dan kafe ini diharapkan masyarakat khususnya para remaja untuk lebih mengapresiasi dan tahu akan sejarah. Selain itu untuk dapat melestarikan sejarah kuliner kue Hindia Belanda yang kebanyakan masih belum diketahui orang Indonesia. Kata Kunci : Hindia-Belanda, kue, remaja

Item Type: Thesis (Other)
Subjects: 700 Arts and Recreation > 720 Architecture > Visual Communication
700 Arts and Recreation > 760 Graphic arts
Divisions: Faculty of Architecture and Design > Department of Visual Communication Design
Depositing User: Mrs Ratnasasi Wijayanti
Date Deposited: 01 Sep 2015 14:17
Last Modified: 01 Sep 2015 14:17
URI: http://repository.unika.ac.id/id/eprint/1270

Actions (login required)

View Item View Item