Q10Values and Shelf Life Prediction of Commercial Seasoned Flour from Different Brands Packed in Different Packaging Using Accelerated Shelf Life Testing Method

HESTU, HAYUNINGTYAS WIKRAMI (2015) Q10Values and Shelf Life Prediction of Commercial Seasoned Flour from Different Brands Packed in Different Packaging Using Accelerated Shelf Life Testing Method. Other thesis, Prodi Teknologi Pangan Unika Soegijapranata.

[img]
Preview
Text (COVER)
11.70.0120 Hayuningtyas Wikrami Hestu - COVER.pdf

Download (279kB) | Preview
[img] Text (BAB I)
11.70.0120 Hayuningtyas Wikrami Hestu - BAB I.pdf
Restricted to Registered users only

Download (261kB)
[img] Text (BAB II)
11.70.0120 Hayuningtyas Wikrami Hestu - BAB II.pdf
Restricted to Registered users only

Download (291kB)
[img] Text (BAB III)
11.70.0120 Hayuningtyas Wikrami Hestu - BAB III.pdf
Restricted to Registered users only

Download (1MB)
[img] Text (BAB IV)
11.70.0120 Hayuningtyas Wikrami Hestu - BAB IV.pdf
Restricted to Registered users only

Download (258kB)
[img] Text (BAB V)
11.70.0120 Hayuningtyas Wikrami Hestu - BAB V.pdf
Restricted to Registered users only

Download (253kB)
[img]
Preview
Text (DAFTAR PUSTAKA)
11.70.0120 Hayuningtyas Wikrami Hestu - DAFTAR PUSTAKA.pdf

Download (248kB) | Preview
[img]
Preview
Text (LAMPIRAN)
11.70.0120 Hayuningtyas Wikrami Hestu - LAMPIRAN.pdf

Download (485kB) | Preview

Abstract

Salah satu cara untuk mengetahui umur simpan suatu produk pangan dengan mempercepat kerusakannya yaitu dengan menggunakan nilai Q10. Nilai Q10 tidaklah konstan, melainkan tergantung dengan energi aktivasi dan suhu tertentu. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui nilai Q10 dari tiga merek tepung bumbu komersial berbeda yang disimpan pada suhu 25oC, 35oC dan 45oC di dalam kemasan berbeda dan untuk mengetahui umur simpan tepung bumbu menggunakan metode Accelerated Shelf Life Testing (ASLT) dengan model Arrhenius. Terdapat beberapa variabel yang diuji dalam penelitian ini untuk menentukan energy aktivasi terkecil, seperti aktivitas air, kadar air, kadar pati, daya larut, daya serap, perubahan warna, viskositas dan densitas kamba. Pada penelitian ini, diketahui bahwa beberapa variabel menunjukkan adanya penurunan mutu seperti pada kadar pati, daya larut dan viskositas. Dari variabel tersebut diketahui bahwa water activity (Aw) merupakan variabel yang memiliki energi aktivasi terendah dan dijadikan sebagai titik kritis dari penentuan umur simpan tepung bumbu. Umur simpan tepung bumbu pada penelitian ini berkisar antara 5-11 bulan dengan nilai Q10 yang berkisar antara 1.040-1.108. Umur simpan dan nilai Q10 pada masing-masing merek nilainya berbeda karena adanya perbedaan energi aktivasi dan suhu penyimpanan yang berbeda. Tepung bumbu dengan kemasan asli memiliki umur simpan dan nilai Q10 yang lebih tinggi. Hal ini mengindikasikan bahwa terjadinya kerusakan pada tepung bumbu yang dikemas ulang lebih cepat daripada tepung bumbu dengan kemasan asli.

Item Type: Thesis (Other)
Subjects: > 660 Chemical engineering > 664 Food technology
> 660 Chemical engineering > 664 Food technology > Food storage
Divisions: Faculty of Agricultural Technology > Department of Food Technology
Depositing User: Mrs Christiana Sundari
Date Deposited: 14 Jan 2016 06:32
Last Modified: 14 Jan 2016 06:32
URI: http://repository.unika.ac.id/id/eprint/7376

Actions (login required)

View Item View Item