POTENSI ANTIOKSIDAN FRAKSI HEKSAN KACANG KORO BENGUK (Mucuna pruriens L.) PADA TIKUS HIPERKOLESTEROLEMIA

LUKITO, MELISSA (2009) POTENSI ANTIOKSIDAN FRAKSI HEKSAN KACANG KORO BENGUK (Mucuna pruriens L.) PADA TIKUS HIPERKOLESTEROLEMIA. Other thesis, Prodi Teknologi Pangan Unika Soegijapranata.

[img]
Preview
Text (COVER)
05.70.0022 Melissa Lukito - COVER.pdf

Download (244kB) | Preview
[img] Text (BAB I)
05.70.0022 Melissa Lukito - BAB I.pdf
Restricted to Registered users only

Download (339kB)
[img] Text (BAB II avalible document only in Soegijapranata Catholic University)
05.70.0022 Melissa Lukito - BAB II.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (419kB)
[img] Text (BAB III avalible document only in Soegijapranata Catholic University)
05.70.0022 Melissa Lukito - BAB III.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (244kB)
[img] Text (BAB IV avalible document only in Soegijapranata Catholic University)
05.70.0022 Melissa Lukito - BAB IV.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (131kB)
[img] Text (BAB V)
05.70.0022 Melissa Lukito - BAB V.pdf
Restricted to Registered users only

Download (103kB)
[img]
Preview
Text (DAFTAR PUSTAKA)
05.70.0022 Melissa Lukito - DAFTAR PUSTAKA.pdf

Download (88kB) | Preview
[img]
Preview
Text (LAMPIRAN)
05.70.0022 Melissa Lukito - LAMPIRAN.pdf

Download (166kB) | Preview

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui potensi antioksidan dari fraksi aktif kacang koro benguk (Mucuna pruriens L.) secara in vitro dan in vivo. Aktivitas antioksidan baik secara in vitro ataupun in vivo dianalisa berdasarkan penghambatan radikal DPPH. Sebanyak 35 tikus jantan galur wistar digunakan dalam penelitian ini dan dibagi menjadi 5 kelompok, perlakuan yaitu: (1) kelompok dosis 1, (2) kelompok dosis 2, (3) kelompok dosis 3, (4) kelompok alfa tokoferol, dan (5) kelompok kontrol. Tikus diberikan fraksi n-heksan dari biji kacang koro pada dosis 500 μg/g, 425 μg/g, dan 350 μg/g serta dibandingkan dengan alfa tokoferol (10 mg/kg BB tikus) setiap harinya secara oral. Hasil pengujian penghambatan radikal DPPH secara in vitro meningkat seiring dengan meningkatnya konsentrasi. Fraksi etil asetat memiliki aktivitas antioksidan paling tinggi dibandingkan dengan n-heksan dan ekstrak. Hasil uji in vivo terhadap tikus yang diberi fraksi n-heksan dari biji kacang koro secara oral selama 30 hari menunjukan aktivitas antioksidan pada kelompok I meningkat menjadi 16.78% (4.39 – 16.78 %), kelompok 2 sebesar 15.11% (5.10 – 15.11 %), kelompok 3 sebesar 14.43% (4.25 – 14.43 %). Hal tersebut berarti telah terjadi peningkatan aktivitas antioksidan dalam serum pada tikus hiperkolesterolemia sama tingginya dengan kelompok alfa tokoferol sebesar 15.13% dan kontrol sebesar 15.16%.

Item Type: Thesis (Other)
Subjects: > 660 Chemical engineering > Chemical Technology
Divisions: Faculty of Agricultural Technology > Department of Food Technology
Depositing User: Mrs Christiana Sundari
Date Deposited: 16 Dec 2015 09:55
Last Modified: 16 Dec 2015 09:55
URI: http://repository.unika.ac.id/id/eprint/6941

Actions (login required)

View Item View Item