PENGARUH KOSENTRASI LARUTAN KALSIUM HIDROKSIDA DAN WAKTU PEREBUSAN TERHADAP KARAKTERISTIK FISIKOKIMIA DAN SENSORIS NASI JAGUNG INSTAN

SETIAWAN, RUDI (2007) PENGARUH KOSENTRASI LARUTAN KALSIUM HIDROKSIDA DAN WAKTU PEREBUSAN TERHADAP KARAKTERISTIK FISIKOKIMIA DAN SENSORIS NASI JAGUNG INSTAN. Other thesis, Unika Soegijapranata Semarang.

[img]
Preview
Text (COVER)
03.70.0021 Rudy Setiawan COVER.pdf

Download (146kB) | Preview
[img] Text (BAB 1)
03.70.0021 Rudy Setiawan BAB I.pdf
Restricted to Registered users only

Download (154kB)
[img] Text (BAB 2 Available Document only in Soegijapranata Catholic University)
03.70.0021 Rudy Setiawan BAB II.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (163kB)
[img] Text (BAB 3 Available Document only in Soegijapranata Catholic University)
03.70.0021 Rudy Setiawan BAB III.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (196kB)
[img] Text (BAB 4 Available Document only in Soegijapranata Catholic University)
03.70.0021 Rudy Setiawan BAB IV.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (178kB)
[img] Text (BAB 5)
03.70.0021 Rudy Setiawan BAB V.pdf
Restricted to Registered users only

Download (65kB)
[img]
Preview
Text (DAFTAR PUSTAKA)
03.70.0021 Rudy Setiawan DAFTAR PUSTAKA.pdf

Download (78kB) | Preview
[img]
Preview
Text (LAMPIRAN)
03.70.0021 Rudy Setiawan LAMPIRAN.pdf

Download (78kB) | Preview

Abstract

Peningkatan jumlah penduduk Indonesia menyebabkan konsumsi akan beras meningkat. Hal ini biasa ditanggulangi pemerintah dengan melakukan impor beras. Jagung merupakan sumber karbohidrat dan komoditas strategis yang dapat dikembangkan menjadi pangan pokok karena produksi jagung yang cukup besar dan mempunyai nilai gizi yang tinggi. Nasi jagung yang biasanya terdapat di masyarakat berbentuk granula kecil atau hampir menyerupai tepung. Pada penelitian ini dilakukan teknologi pengolahan beras jagung instan dalam bentuk granula yang lebih besar. Ada 2 jenis jagung yang digunakan yaitu: jagung kuning dan jagung putih, dengan ukuran jagung pipilan 9 mesh yang kemudian direbus dengan larutan Ca(OH)2 pada perlakuan pH 10, 11, 12 dengan suhu ± 1000 C dan perlakuan waktu 30, 60, dan 90 menit. Kemudian jagung direbus lagi dengan phosfat suhu ± 1000C, dan direndam dalam larutan air jeruk untuk menghilangkan aroma alkali. Sedangkan tahap terakhir yang dilakukan untuk mendapatkan beras jagung instan adalah dengan melakukan pengeringan (T = ±75oC) menggunakan dehumidifier. Berdasarkan hasil penelitian analisa kimia beras jagung instan, kadar air tertinggi pada sampel JKF ( Jagung kuning, pH 11, dengan lama perebusan 90 menit ) sebesar 12,106±0,121%, kadar abu tertinggi pada sampel JPA ( Jagung putih, pH 10, dengan lama perebusan 30 menit ) sebesar 1,908±0,038%, kadar protein tertinggi pada sampel JKA ( Jagung kuning, pH 10, dengan lama perebusan 30 menit ) sebesar 7,237±0,104%, kadar lemak tertinggi pada sampel JPA ( Jagung putih, pH 10, dengan lama perebusan 30 menit ) sebesar 3,167±0,103, kadar serat tertinggi pada sampel JPA ( Jagung putih, pH 10, dengan lama perebusan 30 menit ) sebesar 3,433±0,242%, kadar karbohidrat tertinggi pada sampel JPI ( Jagung putih, pH 12, dengan lama perebusan 90 menit ) sebesar 79,042±0,308% dan kadar vitamin A tertinggi pada sampel JKA ( Jagung kuning, pH 10, dengan lama perebusan 30 menit ) sebesar 24,045±0,919 SI. Pada analisa fisik bulk density nasi jagung yang paling besar terjadi pada sampel JKI ( Jagung kuning, pH 12, dengan lama perebusan 90 menit ) sebesar 0,903 g/cm3. Berdasarkan analisa sensoris tingkat kesukaan nasi jagung yang paling tinggi adalah sampel JKI ( Jagung kuning, pH 12, dengan lama perebusan 90 menit ) sebesar 3,5.

Item Type: Thesis (Other)
Subjects: > 630 Agriculture
Divisions: Faculty of Agricultural Technology > Department of Food Technology
Depositing User: Mr Agung Tri Hartadi
Date Deposited: 14 Dec 2015 02:44
Last Modified: 14 Dec 2015 02:44
URI: http://repository.unika.ac.id/id/eprint/6797

Actions (login required)

View Item View Item