YUNASYAM, AUFA NAKHRA DILLA (2026) PERSEPSI MASYARAKAT KOTA SEMARANG DALAM MEMAKNAI SIMBOL-SIMBOL AGAMA KONGHUCU DI KLENTENG SAM POO KONG. S1 thesis, UNIVERSITAS KHATOLIK SOEGIJAPRANATA.
|
Text
21.M1.0091 - AUFA NAKHRA DILLA YUNASYAM-COVER_a.pdf Download (1MB) | Preview |
|
|
Text
21.M1.0091 - AUFA NAKHRA DILLA YUNASYAM-ISI _a.pdf Restricted to Registered users only Download (1MB) |
||
|
Text
21.M1.0091 - AUFA NAKHRA DILLA YUNASYAM-DAPUS _a.pdf Download (1MB) | Preview |
|
|
Text
21.M1.0091 - AUFA NAKHRA DILLA YUNASYAM-LAMP _a.pdf Restricted to Registered users only Download (2MB) |
Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis persepsi masyarakat Kota Semarang dalam memaknai simbol-simbol agama Konghucu yang terdapat di Klenteng Sam Poo Kong. Pemahaman terhadap persepsi dan pemaknaan simbol penting karena makna simbol keagamaan tidak bersifat tetap, melainkan dibentuk melalui interaksi sosial dan pengalaman individu. Kajian ini menunjukkan bahwa simbol-simbol agama berfungsi sebagai media komunikasi sosial yang mempengaruhi sikap dan relasi antarindividu dalam masyarakat multikultural. Klenteng Sam Poo Kong merupakan salah satu situs keagamaan dan budaya yang merepresentasikan akulturasi antara budaya Tionghoa dan Jawa, serta menjadi ruang interaksi sosial bagi masyarakat dari berbagai latar belakang agama dan budaya. Simbol-simbol keagamaan yang tidak hanya berfungsi sebagai elemen estetis, tetapi juga mengandung nilai filosofis, historis, dan spiritual yang dimaknai secara beragam oleh masyarakat. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi langsung, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Informan penelitian meliputi biokong atau pengurus altar klenteng, kasir area makan di klenteng, pemandu, dan petugas keamanan yang beraktivitas di lingkungan Klenteng Sam Poo Kong. Analisis data dilakukan dengan mengaitkan temuan lapangan dengan teori interaksi simbolik George Herbert Mead, khususnya konsep mind, self, dan society, untuk memahami proses pembentukan makna simbol. Hasil penelitian menunjukkan bahwa persepsi masyarakat terhadap simbol-simbol agama Konghucu bersifat beragam dan dipengaruhi oleh latar belakang budaya, pengetahuan, pengalaman, serta interaksi sosial yang dialami. Bagi umat Konghucu, simbol-simbol dimaknai sebagai representasi ajaran moral, penghormatan terhadap leluhur, dan nilai keharmonisan. Sementara itu, masyarakat non-Konghucu cenderung memaknai simbol sebagai identitas budaya, warisan sejarah, serta simbol toleransi antarumat beragama. Penelitian ini menegaskan bahwa makna simbol keagamaan tidak bersifat tunggal, melainkan dibentuk melalui proses interaksi sosial yang dinamis dalam kehidupan masyarakat.
| Item Type: | Thesis (S1) |
|---|---|
| Subjects: | 300 Social Sciences > 302.2 Communication |
| Divisions: | Faculty of Law and Communication > Department of Communication Science |
| Depositing User: | mr Dwi Purnomo |
| Date Deposited: | 22 Apr 2026 06:16 |
| Last Modified: | 22 Apr 2026 06:16 |
| URI: | http://repository.unika.ac.id/id/eprint/39685 |
| Keywords: | Persepsi,, simbol agama Konghucu, interaksi simbolik, Klenteng Sam Poo Kong, masyarakat Kota Semarang |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
