Search for collections on Unika Repository

UJI KEMAMPUAN HAMBAT MINIMUM DAGING, BIJI, KULIT BUAH SERTA DAUN KEPEL (Stelechocarpus burahol (Blume) Hook.f & Thomson) TERHADAP BAKTERI DAN KAPANG

HERMANSYAH, REVVY REVTRIANSYAH SYAHLENDRA (2025) UJI KEMAMPUAN HAMBAT MINIMUM DAGING, BIJI, KULIT BUAH SERTA DAUN KEPEL (Stelechocarpus burahol (Blume) Hook.f & Thomson) TERHADAP BAKTERI DAN KAPANG. S1 thesis, UNIVERSITAS KATOLIK SOEGIJAPRANATA.

[img]
Preview
Text
21.I1.0115 - REVVY REVTRIANSYAH S-COVER-D.pdf

Download (833kB) | Preview
[img] Text
21.I1.0115 - REVVY REVTRIANSYAH SYAHLEND - ISI.pdf
Restricted to Registered users only

Download (3MB)
[img]
Preview
Text
21.I1.0115 - REVVY REVTRIANSYAH S-DAFPUS-D.pdf

Download (917kB) | Preview
[img] Text
21.I1.0115 - REVVY REVTRIANSYAH S-LAMPIRAN-D.pdf
Restricted to Registered users only

Download (2MB)

Abstract

Kepel (Stelechocarpus burahol (Blume) Hook.f. & Thomson merupakan buah endemik khas Daerah Istimewa Yogyakarta, namun masih dapat dijumpai di daerah lainnya. Belum banyak penelitian ilmiah terkait pemanfaatan bagian dari tanaman kepel, hal ini menjadi peluang akan terciptanya potensi pemanfaatan dari tanaman kepel yang diketahui mengandung senyawa bioaktif seperti saponin, polifenol, terpenoid, kuinon serta yang utama yaitu flavonoid. Flavonoid mempunyai sifat antibakteri, antimikroba dan antifungi. Penelitian dilakukan dengan memanfaatkan kulit buah, daging buah serta biji buah dan daun kepel. Uji Aktivitas antimikroba menggunakan konsentrasi sampel 5%, 7,5%, 10%, 15% dan 20%. Tujuan penelitian untuk mengetahui potensi pada bagian tanaman kepel berupa buah dan daun dalam uji aktivitas antimikroba serta untuk mengetahui perbedaan kemampuan hambat minimum dengan hasil ekstrak dari buah dan daun. Mikroorganisme yang diujikan yaitu Staphylococcus aures dan Bacillus cereus (bakteri Gram positif), Escherichia coli (bakteri Gram negatif), Aspergillus flavus dan Rhizopus oryzae (kapang). Penggunaan Ciprofloxacin dan Amoksisilin sebagai sampel larutan kontrol untuk membandingkan tingkat keberhasilan terbentuknya diameter zona bening terhadap mikroorganisme yang diujikan. Penelitian menunjukkan hasil pada uji fisik dengan perubahan berat sampel, warna dan tesktur sampel bahan, uji kimia pada uji kadar lemak biji buah kepel, uji kadar gula daging buah kepel. Uji mikrobiologi terhadap kemampuan hambat minimum dengan ekstrak buah dan daun kepel menunjukkan diameter zona bening terbesar diperoleh pada konsentrasi 20% pada setiap sampel bahan. Hasil uji antimikroba menunjukkan adanya beda nyata pada konsentrasi 15% dan 20%. Semakin tinggi tingkat konsentrasi yang diberikan maka diameter luasan zona bening akan semakin besar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada bagian daging buah kepel serta daun kepel menjadi sampel bahan dengan potensi tertinggi sebagai agen antimikroba dengan konsentrasi 15% dan 20% baik pada Escherichia coli yang menunjukkan adanya beda nyata secara signifikan serta mampu menghambat pertumbuhan mikroorganisme seperti Bacillus cereus dan Staphylococcus aures, Rhizopus oryzae dan Aspergillus flavus. Bagian kulit buah dan biji buah memiliki sensitifitas rendah sebagai potensi pembentukan zona hambat oleh seluruh mikroorganisme uji sehingga dapat dinyatakan resisten pada konsentrasi 5%, 7,5% serta 10%.

Item Type: Thesis (S1)
Subjects: 600 Technology (Applied sciences) > 660 Chemical engineering
600 Technology (Applied sciences) > 660 Chemical engineering > 664 Food technology
Divisions: Faculty of Agricultural Technology > Department of Food Technology
Depositing User: mr Dwi Purnomo
Date Deposited: 02 Feb 2026 07:05
Last Modified: 02 Feb 2026 07:05
URI: http://repository.unika.ac.id/id/eprint/39251
Keywords: UNSPECIFIED

Actions (login required)

View Item View Item