SUTARLI, CALVINA (2025) PAPARAN MIKROPLASTIK MELALUI KONSUMSI AIR MINUM: STUDI KASUS PADA KARYAWAN PT. LONG RICH INDONESIA. S1 thesis, UNIVERSITAS KATOLIK SOEGIJAPRANATA.
|
Text
24.I1.0107-CALVINA SUTARLI-COVER_a.pdf Download (1MB) | Preview |
|
|
Text
24.I1.0107-CALVINA SUTARLI-ISI_a.pdf Restricted to Registered users only Download (1MB) |
||
|
Text
24.I1.0107-CALVINA SUTARLI-DAPUS_a.pdf Download (900kB) | Preview |
|
|
Text
24.I1.0107-CALVINA SUTARLI-LAMP_a.pdf Restricted to Registered users only Download (1MB) |
Abstract
Penurunan pada kualitas dan kuantitas air bersih dan air minum sangat dipengaruhi oleh kerusakan lingkungan hidup yang kini semakin parah, hal ini diakibatkan karena banyaknya sampah yang menumpuk tidak hanya di perkotaan tapi juga di perairan. Sampah merupakan masalah yang sangat serius bagi masyarakat di dunia saat ini. Salah satu jenis sampah yang banyak ditemukan di perairan adalah sampah plastik. Plastik merupakan kemasan yang banyak digunakan dalam berbagai sektor kehidupan. Penggunaan plastik banyak diminati oleh masyarakat karena memiliki banyak keunggulan mulai dari harganya yang ekonomis, tahan lama atau tidak mudah rusak, ringan serta mudah untuk didapat. Akan tetapi, setelah tidak terpakai lagi seluruh plastik tersebut akhirnya menjadi limbah yang terakumulasi di alam.Manusia memerlukan asupan air yang cukup untuk memenuhi kesehatan tubuhnya, yaitu sekitar 1–2,5 Liter atau 6–8 gelas setiap hari. World Health Organization mencatat bahwa manusia setidaknya mengkonsumsi 2 hingga 3 liter air minum per hari. Tujuan penelitian ini adalah untuk Mengetahui estimasi paparan mikroplastik melalui air minum yang dikonsumsi karyawan PT. Long Rich Indonesia. Data konsumsi air minum karyawan diambil melalui respons dari pertanyaan kuesioner dan data konsentrasi partikel mikroplastik didapat melalui pencarian penelitian terdahulu yang meneliti konsentrasi partikel mikroplastik pada air minum khususnya pada air minum dalam kemasan galon, air minum dalam kemasan botol sekali pakai dan air minum dari PDAM. Paparan partikel yang dikonsumsi harian oleh 304 responden dengan asumsi volume air minum memiliki rata-rata sebesar 58 partikel dari air galon, 3.008 partikel dari air minum dalam kemasan, dan 357 partikel dari air PDAM. Sedangkan paparan partikel mikroplastik yang dikonsumsi setiap tahunnya per orang mencapai 21,35 x10³ partikel dari air galon, 1,10 x 10⁶ partikel dari AMDK dan 130,22 x 10³ partikel dari PDAM. Penelitian ini menunjukkan paparan seluruh responden paling tinggi didapatkan dari konsumsi AMDK yang sekitar 8 kali lebih tinggi daripada air dari PDAM dan 51 kali lebih tinggi daripada air galon. Hal ini menguatkan bahwa pilihan jenis air minum menjadi sangat penting dan konsumsi air AMDK memberikan risiko paparan mikroplastik yang lebih besar karena kandungan mikroplastiknya yang lebih tinggi dibandingkan jenis air lainnya. Konsumsi air minum harian oleh responden laki-laki memiliki rata-rata yang lebih tinggi dibandingkan responden perempuan, serta berbanding lurus dengan rata-rata paparan mikroplastik bagi responden laki-laki dan perempuan. Rata-rata paparan partikel mikroplastik tahunan responden sebesar 1,25 x 10⁶ ± 755,65 x 10³ partikel per tahun.
| Item Type: | Thesis (S1) |
|---|---|
| Subjects: | 600 Technology (Applied sciences) > 660 Chemical engineering > 664 Food technology |
| Divisions: | Faculty of Agricultural Technology > Department of Food Technology |
| Depositing User: | mr Dwi Purnomo |
| Date Deposited: | 04 Nov 2025 03:40 |
| Last Modified: | 04 Nov 2025 03:40 |
| URI: | http://repository.unika.ac.id/id/eprint/38985 |
| Keywords: | UNSPECIFIED |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
