SIANTURI, ALFONSO SEPTIAN (2025) PERBANDINGAN TINGKAT PENGETAHUAN TENTANG FAKTOR RISIKO OSTEOPOROSIS PADA LANSIA PRIA DAN WANITA DI PUSKESMAS MIJEN SEMARANG. S1 thesis, UNIVERSITAS KATOLIK SOEGIJAPRANATA.
|
Text
21.P1.0024-ALFONSO SEPTIAN SIANTURI-COVER_a.pdf Download (930kB) | Preview |
|
|
Text
21.P1.0024-ALFONSO SEPTIAN SIANTURI-ISI_a.pdf Restricted to Registered users only Download (1MB) |
||
|
Text
21.P1.0024-ALFONSO SEPTIAN SIANTURI-DAPUS_a.pdf Download (832kB) | Preview |
|
|
Text
21.P1.0024-ALFONSO SEPTIAN SIANTURI-LAMP_a.pdf Restricted to Registered users only Download (2MB) |
Abstract
Latar Belakang: Osteoporosis merupakan salah satu penyakit degeneratif yang sering tidak terdeteksi sejak dini (silent disease), terutama pada kelompok usia lanjut. Perempuan memiliki risiko dua kali lebih besar dibandingkan laki-laki. Pengetahuan yang memadai tentang faktor risiko osteoporosis dapat meningkatkan perilaku pencegahan. Namun, sejauh mana perbedaan tingkat pengetahuan antara lansia pria dan wanita belum sepenuhnya diketahui. Tujuan: Mengetahui dan membandingkan tingkat pengetahuan lansia pria dan wanita mengenai faktor risiko osteoporosis di Puskesmas Mijen Semarang. Metode: Penelitian ini merupakan studi observasional analitik dengan pendekatan cross-sectional. Populasi terdiri dari lansia peserta program Prolanis di Puskesmas Mijen Semarang. Total sampel sebanyak 58 responden, terdiri dari 23 pria dan 35 wanita. Instrumen penelitian berupa kuesioner modifikasi dari Osteoporosis Knowledge Assessment Tool (OKAT). Data dianalisis menggunakan uji Fisher’s Exact Test. Hasil: Mayoritas responden wanita memiliki tingkat pengetahuan tinggi (65,7%), sedangkan pria cenderung berada pada kategori pengetahuan sedang (73,9%). Hasil uji Fisher’s Exact menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan antara tingkat pengetahuan lansia pria dan wanita terhadap faktor risiko osteoporosis (p = 0,007). Kesimpulan: Terdapat perbedaan yang bermakna antara tingkat pengetahuan lansia pria dan wanita mengenai faktor risiko osteoporosis, dengan lansia wanita memiliki pengetahuan yang lebih tinggi. Temuan ini menegaskan pentingnya penyuluhan kesehatan yang disesuaikan dengan karakteristik gender untuk meningkatkan pencegahan osteoporosis di usia lanjut. Kata kunci: osteoporosis, pengetahuan, faktor risiko, lansia, pria, wanita, Puskesmas Mijen, cross-sectional.
| Item Type: | Thesis (S1) |
|---|---|
| Subjects: | 600 Technology (Applied sciences) > 610 Medicine and health |
| Divisions: | Faculty of Medicine |
| Depositing User: | mr Dwi Purnomo |
| Date Deposited: | 30 Oct 2025 07:49 |
| Last Modified: | 30 Oct 2025 07:49 |
| URI: | http://repository.unika.ac.id/id/eprint/38951 |
| Keywords: | UNSPECIFIED |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
