HARDJOSINGGIH, FEBRIAN (2025) PESAN POLITIK CALON LEGISLATIF PETAHANA PARTAI GERINDRA DI DAERAH PEMILIHAN JAWA BARAT PADA PEMILU 2024 MELALUI INSTAGRAM. S1 thesis, UNIVERSITAS KATOLIK SOEGIJAPRANATA.
|
Text
20.M1.0002-FEBRIAN HARDJOSINGGIH-COVER_a.pdf Download (825kB) | Preview |
|
|
Text
20.M1.0002-FEBRIAN HARDJOSINGGIH-ISI_a.pdf Restricted to Registered users only Download (6MB) |
||
|
Text
20.M1.0002-FEBRIAN HARDJOSINGGIH-DAPUS_a.pdf Download (821kB) | Preview |
|
|
Text
20.M1.0002-FEBRIAN HARDJOSINGGIH-LAMP_a.pdf Restricted to Registered users only Download (5MB) |
Abstract
Selama masa kampanye Pemilu 2024, ada 14 calon legislatif (caleg) petahana Partai Gerindra bersaing satu sama lain dalam mendapatkan suara. Para caleg petahana dalam mendapatkan suara dengan cara membagikan pesan kampanyenya melalui unggahan di Instagram karena biaya yang murah. Dedi Mulyadi merupakan salah satu caleg petahana yang ikut dalam pemilu. Berdasarkan fenomena tersebut muncul pertanyaan bagaimana pesan politik calon legislatif petahana Partai Gerindra di daerah pemilihan Jawa Barat pada Pemilu 2024 melalui Instagram. Jumlah unggahan pada Instagram Dedi yakni 130 unggahan, di mana jumlah tersebut terbanyak dari 13 caleg petahana lainnya Metodologi penelitian yang digunakan yakni kualitatif dengan metodenya analisis isi. Data yang dikumpulkan dengan cara dokumentasi sosial media Instagram. Analisis dilakukan melalui kondensasi data, tampilan data, serta penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukan bahwa Dedi secara terang-terangan dalam menyampaikan pesan politik melalui unggahan di Instagram. Pesan nonverbal, seperti warna pakaian putih yang melambangkan kepolosan dan kemurnian. Artefak dan visualisasi pada baju kampanye yang dibagikan kepada ibu-ibu dan penggunaan logo partai pada spanduk dan baju. Pada unggahan Dedi ada unsur retorika ethos, Dedi menampilkan sikap sopan pada orang tua dan kredibilitas sebagai pemimpin, ia tampilkan melalui mendengarkan keluhan warga. Pathos melalui emosi yang muncul dari komentar dan like pengikutnya. Terakhir logos melalui penyampaian argumen logis yang disertai bukti, saat ia berbicara dengan Jenderal Dudung. Penelitian ini dianalisis menggunakan teori dramatisme yang mencakup lima elemen, act (tindakan kampanye yang dilaksanakan Dedi), agent (Dedi sebagai pelaku tindakan), scene (lokasi kampanye Dedi), agency (Instagram sebagai sarana penyampaian pesan), dan purpose (tujuan untuk memenangkan Calon Presiden Prabowo dan Calon Wakil Presiden Gibran). Dedi menyampaikan pesannya melalui konten video dan foto yang disertai caption, kemudian mendapatkan respons dari followersnya melalui kolom komentar dan like. Kata kunci: Dramatisme, Instagram, Komunikasi Politik, Pesan Politik, Pemilu
| Item Type: | Thesis (S1) |
|---|---|
| Subjects: | 300 Social Sciences > 302.2 Communication |
| Divisions: | Faculty of Law and Communication > Department of Communication Science |
| Depositing User: | mr Dwi Purnomo |
| Date Deposited: | 30 Oct 2025 07:40 |
| Last Modified: | 30 Oct 2025 07:40 |
| URI: | http://repository.unika.ac.id/id/eprint/38846 |
| Keywords: | UNSPECIFIED |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
