WIBOWO, MATTHEW ADITYA (2025) UJI SENSORI DAN PREFERENSI KONSUMEN LOKAL SEMARANG TERHADAP SAMBAL HIJAU DI RUMAH MAKAN PADANG PAYAKUMBUAH, SIMPANG RAYA, BUKIT SENJA, DAN PADANG MURAH. S1 thesis, UNIVERSITAS KATOLIK SOEGIJAPRANATA.
|
Text
21.I1.0064-MATTHEW ADITYA WIBOWO-COVER_a.pdf Download (614kB) | Preview |
|
|
Text
21.I1.0064-MATTHEW ADITYA WIBOWO-ISI_a.pdf Restricted to Registered users only Download (1MB) |
||
|
Text
21.I1.0064-MATTHEW ADITYA WIBOWO-DAPUS_a.pdf Download (749kB) | Preview |
|
|
Text
21.I1.0064-MATTHEW ADITYA WIBOWO-LAMP_a.pdf Restricted to Registered users only Download (1MB) |
Abstract
. Sambal hijau, juga dikenal sebagai Sambal Lado Mudo, adalah salah satu varian sambal yang populer dalam masakan Minangkabau, khususnya sebagai pendamping hidangan Nasi Padang. Sambal hijau khas Minangkabau memiliki karakteristik utama berupa penggunaan cabai hijau, yang menghasilkan rasa yang lebih segar dan tidak terlalu pedas dibandingkan sambal merah. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis karakteristik sensori sambal hijau yang disajikan di empat Rumah Makan Padang di kota Semarang. Selain itu, penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi preferensi konsumen lokal Semarang terhadap sambal hijau di masing-masing rumah makan tersebut serta mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi preferensi konsumen dalam memilih sambal hijau. Pada penelitian ini, terdapat empat Rumah Makan Padang yang berbeda yaitu Rumah Makan Padang Payakumbuah, Rumah Makan Padang Simpang Raya, Rumah Makan Padang Bukit Senja, dan Rumah Makan Padang Murah. Sambal hijau yang disajikan di empat Rumah Makan Padang di Semarang, terdapat penekanan pada karakteristik rasa, harga, dan metode penyajian yang berbeda. Penelitian ini menggunakan metode wawancara bersama pemilik atau manager Rumah Makan Padang, analisis sensori, in depth interview bersama narasumber ahli dan orang asli Sumatera Barat, dan validasi data. Sambal dari Rumah Makan Padang Payakumbuah memperoleh nilai tertinggi dalam hal rasa, tekstur, aroma, warna, dan tingkat kepedasan, yang menunjukkan betapa pentingnya kualitas bahan baku dan proses pengolahan yang ketat. Preferensi konsumen di Semarang cenderung mengarah kepada sambal hijau yang memiliki keseimbangan rasa pedas, gurih, dan asam, yang dihasilkan dari penggunaan cabai hijau dan tomat hijau yang diolah dengan baik. Tekstur sambal hijau yang halus dianggap penting karena membuat sambal lebih mudah menyatu dengan hidangan utama. Aroma yang menggugah selera juga berperan dalam meningkatkan pengalaman makan. Sambal hijau dengan warna hijau segar, yang tidak terlalu tua atau muda, lebih diminati dari segi penampilan. Tingkat kepedasan yang moderat juga menjadi pilihan, sehingga sambal dapat dinikmati oleh berbagai kalangan, termasuk yang tidak terbiasa dengan rasa pedas ekstrem. Faktor-faktor lain yang memengaruhi preferensi konsumen dalam memilih sambal hijau termasuk kebersihan dan sanitasi rumah makan, suasana tempat makan, dan kualitas pelayanan
| Item Type: | Thesis (S1) |
|---|---|
| Subjects: | 600 Technology (Applied sciences) > 660 Chemical engineering > 664 Food technology |
| Divisions: | Faculty of Agricultural Technology > Department of Food Technology |
| Depositing User: | mr Dwi Purnomo |
| Date Deposited: | 15 Oct 2025 03:18 |
| Last Modified: | 15 Oct 2025 03:18 |
| URI: | http://repository.unika.ac.id/id/eprint/38668 |
| Keywords: | UNSPECIFIED |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
