Search for collections on Unika Repository

PERBEDAAN KEMATANGAN SOSIAL ANAK USIA DINI BERDASARKAN KEIKUTSERTAAN DI TAMAN PENITIPAN ANAK

TISZYA C. A, CHRISMAYA (2025) PERBEDAAN KEMATANGAN SOSIAL ANAK USIA DINI BERDASARKAN KEIKUTSERTAAN DI TAMAN PENITIPAN ANAK. S1 thesis, UNIVERSITAS KATOLIK SOEGIJAPRANATA SEMARANG.

[img]
Preview
Text
18.E1.0123-CHRISMAYA TISZYA C. A-COVER_a.pdf

Download (823kB) | Preview
[img] Text
18.E1.0123-CHRISMAYA TISZYA C. A-ISI_a.pdf
Restricted to Registered users only

Download (965kB)
[img]
Preview
Text
18.E1.0123-CHRISMAYA TISZYA C. A-DAPUS_a.pdf

Download (886kB) | Preview
[img] Text
18.E1.0123-CHRISMAYA TISZYA C. A-LAMP_a.pdf
Restricted to Registered users only

Download (1MB)

Abstract

Salah satu tanda keberhasilan seorang anak dalam memenuhi tugas perkembangan sosialnya adalah mampu mencapai kematangan sosial. Seseorang dikatakan matang secara sosial apabila ia terampil, mampu mengarahkan diri sendiri, dan mampu menghadapi stres, berkomunikasi, bekerja sama, bertoleransi, dan terbuka terhadap perubahan. Taman Penitipan Anak (TPA) adalah salah satu dari beberapa lembaga pendidikan tidak resmi yang berperan dalam pengasuhan bagi anak berusia dini dengan memberikan stimulasi untuk semua aspek perkembangan pada anak, salah satunya aspek sosial. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah terdapat perbedaan kematangan sosial anak usia dini berdasarkan keikutsertaan di TPA. Hipotesis penelitian terdapat perbedaan kematangan sosial antara anak yang mengikuti TPA dan yang tidak mengikuti TPA. Penelitian ini dilakukan pada 30 anak berusia dini baik yang mengikuti TPA maupun yang tidak mengikuti yang berada dalam rentang usia 2-6 tahun yang kedua orangtuanya bekerja. Penelitian ini menggunakan alat ukur berupa Skala Kematangan Sosial serta akan dianalisis menggunakan uji t-test. Hasil analisis data menggunakan t-test menyatakan nilai Sig. (2-tailed) pada angka 0,015 dengan p < 0,05. Berdasarkan hasil tersebut, hipotesis diterima. Terdapat perbedaan kematangan sosial antara anak yang mengikuti TPA dan yang tidak mengikuti TPA. Anak yang mengikuti TPA memiliki skor kematangan sosial lebih tinggi dengan skor mean 81,00, sedangkan anak yang tidak mengikuti TPA memiliki skor mean 71,80.

Item Type: Thesis (S1)
Subjects: 100 Philosophy and Psychology > 150 Psychology
100 Philosophy and Psychology > 150 Psychology > 155 Developmental psychology
100 Philosophy and Psychology > 150 Psychology > 155 Developmental psychology > Children
Divisions: Faculty of Psychology > Department of Psychology
Depositing User: Mr Yosua Norman Rumondor
Date Deposited: 29 Aug 2025 00:54
Last Modified: 29 Aug 2025 00:54
URI: http://repository.unika.ac.id/id/eprint/38334
Keywords: UNSPECIFIED

Actions (login required)

View Item View Item