SAPUTRA, GO YESAYA WISLY (2025) POLA RUANG DAN HIRARKI RUANG DALAM PELAKSANAAN RITUAL SANG SIN DI KELENTENG TAY KAK SIE SEMARANG. S1 thesis, UNIVERSITAS KATOLIK SOEGIJAPRANATA SEMARANG.
|
Text
18.A1.0092-GO, YESAYA WISLY SAPUTRA-COVER_a.pdf Download (880kB) | Preview |
|
|
Text
18.A1.0092-GO, YESAYA WISLY SAPUTRA-ISI_a.pdf Restricted to Registered users only Download (4MB) |
||
|
Text
18.A1.0092-GO, YESAYA WISLY SAPUTRA-DAPUS_a.pdf Download (907kB) | Preview |
|
|
Text
18.A1.0092-GO, YESAYA WISLY SAPUTRA-LAMP_a.pdf Restricted to Registered users only Download (2MB) |
Abstract
Kelenteng Tay Kak Sie merupakan salah satu kelenteng bersejarah yang memiliki peran penting sebagai pusat spiritual, budaya, dan sosial bagi masyarakat Tionghoa di Semarang. Kelenteng ini menjadi lokasi pelaksanaan berbagai ritual keagamaan, termasuk ritual Sang Sin yang khas. Meskipun Kelenteng Tay Kak Sie telah dikenal luas sebagai situs warisan budaya, namun belum ada penelitian mendalam yang secara spesifik membahas bagaimana pengaruh pola ruang dan hirarki ruang di kelenteng ini terhadap pelaksanaan ritual Sang Sin. Penelitian bertujuan untuk melihat hubungan antara pola ruang, hirarki ruang, dan pelaksanaan ritual Sang Sin. Kelenteng Tay Kak Sie dipilih karena memiliki kelengkapan tertinggi dengan 29 dewa, yang mencerminkan kekayaan budaya dan spiritual dibandingkan kelenteng lainnya. Jenis penelitian ini adalah kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Responden pada penelitian ini adalah pengelola kelenteng Tay Kak Sie. Alat yang digunakan untuk mengumpulkan data adalah wawancara dan observasi. Metode analisis penelitian dengan mengidentifikasi pola ruang, analisis hirarki ruang. Identifikasi dilakukan dengan memperhatikan dengan pola pergerakan jemaah pada Ritual Sang Sin, pembagian ruang publik-privat, pelaku dan aktivitas, profan-sakral dan dianalisis dengan isometri superimpose. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pola ruang dan sirkulasi dalam ritual Sang Sin di Kelenteng Tay Kak Sie tidak hanya berfungsi secara fungsional sebagai jalur pergerakan jemaah, tetapi juga memiliki makna simbolik yang mendalam dalam konteks spiritual dan kosmologis budaya Tionghoa. Struktur ruang dalam kelenteng ini bersifat dinamis dan kompleks, dipengaruhi oleh dimensi waktu, aktivitas ritual, serta nilai simbolik yang melekat pada tiap ruang. Struktur ruang kelenteng mencerminkan keterkaitan erat antara aspek fisik dan makna spiritual yang dijalankan secara linier, simbolik, dan fungsional. Ketidaktertiban zonasi antara ruang profan dan sakral, seperti keberadaan toko di area tengah dan pemanfaatan ruang belakang sebagai gudang, menunjukkan perlunya reorganisasi fungsi ruang agar sesuai dengan prinsip hirarki spiritual dan mendukung kekhusyukan ritual.
| Item Type: | Thesis (S1) |
|---|---|
| Subjects: | 700 Arts and Recreation > 710 Landscaping & area planning 700 Arts and Recreation > 710 Landscaping & area planning > 712 Landscape architecture 700 Arts and Recreation > 720 Architecture > 726 Building for religious purposes 700 Arts and Recreation > 720 Architecture > 726 Building for religious purposes > Temple |
| Divisions: | Faculty of Architecture and Design > Department of Architecture |
| Depositing User: | Mr Yosua Norman Rumondor |
| Date Deposited: | 29 Aug 2025 00:48 |
| Last Modified: | 29 Aug 2025 00:48 |
| URI: | http://repository.unika.ac.id/id/eprint/38327 |
| Keywords: | UNSPECIFIED |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
